Friday, November 26, 2010

500GB External HDD @ RM 209.99

Never before advertising these type of stuff in my blog, but this price is so cheap!!!
anyone interested can contact: Nurul at this email: khubaibkim@gmail.com

Samsung MD 500



PRICE: RM 209.99
(offer end at the end of this year. Grab it while the stock still available!!)


Package Contents

Model MD500
Accessory USB cable, Slim Pouch
Downloads Bundle software preloaded on the hard drive
Installation Quick Start Guide
Support Options Electronic User Documentation (PDF)


Drive Configurations

Capacity * :500GB
Operating Systems:
Windows 7/Vista/XP Home/Professional EditionWindows 2000 Pro , Mac OS x 10.4.8 or later
Color : PIANO BLACK / MATELIC RED / OCEAN BLUE / ELEGANT SILVER


Performance Specification

Interface Hi-Speed USB 2.0 (480 Mb/sec)


Environmental Specifications

Temperature / Operating :5℃ to 40℃
Temperature / Non-operating: -20℃ to 65℃

Physical Dimension

Height ( Max ) : 1.2cm
Width : 7.1cm
Length : 12.0cm
Weight (Max) : 0.150kg (0.375lb)

Saturday, November 20, 2010

kisah yang penuh erti

kerana ini memberi 101 erti kehidupan...
erti iman,
erti taqwa,
erti susahnya jalan ini,
tetapi erti manisnya semua yang disusun Allah swt



Dikutip dari Terjemah Durrotun Nasihin.
Tujuannya adalah berbagi hikmah dari kisah yang disampaikan.

SEMOGA BERMANFAAT

Bismillahirrohmanirrohim

”Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah
Kusempurnakan nikmatKu kepadamu serta telah Kuridhai Islam sebagai
agamamu” (Al-Maa’idah : 3)

Mendengar ayat ini menangislah Umar ra.
Nabi SAW bertanya : ”Apakah yang membuatmu menangis?”
Umar ra menjawab : ”Yang membuatku menangis adalah kalau kita selama
ini selalu bertambah-tambah dalam agama kita. Tetapi kalau sekarang
agama itu telah sempurna, maka sesuatu yang sudah sempurna tidak bisa
lain kecuali dia akan berkurang”
Nabi bersabda : ”Benar engkau!” (Abus Su’ud)

Telah diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan setelah Ashar hari Jum’at
di Arafah pada Haji Wada’. Waktu itu Nabi Muhammad SAW sedang
mengerjakan wukuf di Arafah diatas unta, dan setelah ayat ini tidak
lagi turun ayat tentang kewajiban.
Ketika turun ayat ini Nabi Muhammad SAW merasa tidak kuat menanggung
arti dari ayat tersebut. Beliau bertelekan (bersandar) pada untanya dan
unta pun tertunduk.

Turunlah Malaikat Jibril dan berkata :”Ya Muhammad, benar-benar telah
sempurna hari ini perihal agamamu dan telah selesai apa yang telah
diperintahkan Tuhanmu kepadamu, dan apa yang dilarangNya padamu.
Kumpulkan sahabat-sahabatmu dan kabarkan pada mereka bahwa aku tidak
akan lagi turun kepadamu setelah hari ini.”
Lalu kembalilah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Dikumpulkannya
sahabat-sahabatnya dan dibacakannya ayat tersebut kepada mereka serta
menceritakan kepada mereka tentang apa yang dikatakan oleh Jibril AS.

Mendengar berita tersebut bergembiralah para sahabat dan mereka berkata :“Telah sempurna Agama kita”
Kecuali Abu bakar ra. Dia sangat bersedih dan kembali kerumahnya. Dia
mengunci pintu dan tenggelam dalam tangisnya siang malam. Para sahabat
mendengar keadaan Abu Bakar itu, mereka berkumpul dan mendatangi rumah
Abu Bakar ra.

Mereka bertanya : ”Hai Abu Bakar, mengapa engkau menangis pada
saat kita harus bergembira dan senang? Karena Allah SWT telah
menyempurnakan Agama kita.”
Abu Bakar berkata : ”Hai para Sahabat,
kamu semua tidak mengetahui bencana yang akan menimpamu.
Bukankah kamu mendengar bahwa suatu perkara apabila telah sempurna maka
akan muncul kekurangannya? Ayat ini mengabarkan tentang perpisahan
kita, tentang keyatiman Hasan dan Husain dan tentang Istri-istri Nabi
Muhammad SAW yang akan menjadi janda.”

Maka terjadilah teriakan diantara para sahabat, mereka semua menangis,
dan Sahabat-sahabat lain yang tidak ikut hadir dirumah Abu Bakar
mendengar tangisan dari kamar Abu Bakar, lalu mereka datang kepada Nabi
Muhammad SAW, dan mereka berkata :”Ya Rasulullah, kami tidak tahu bagaimana keadaan para sahabat itu, hanya saja kami mendengar tangisan dan teriakan mereka.”

Maka berubahlah wajah Nabi Muhammad SAW dan berdiri segera menuju rumah
Abu Bakar dan bertemu para sahabat. Beliau melihat mereka dalam keadaan tersebut diatas,
Kemudian bersabda : ”Apakah yang membuat kamu menangis?”
Berkatalah Ali ra.: ”Tadi Abu Bakar berkata, Aku telah mencium bau wafat Rasulullah SAW dari
ayat ini. Apakah benar ayat ini dapat diambil sebagai petunjuk atas wafatmu?”.
Nabi Muhammad SAW bersabda : ”Benar Abu Bakar dalam ucapannya itu. Memang benar telah dekat keberangkatanku dari hadapanmu dan telah tiba saat perpisahanku dengan kamu semua.”
Setelah Abu Bakar ra. mendengar sabda Rasulullah itu berteriaklah dia sekeras-kerasnya dan jatuh tak sadarkan diri.

Ali ra. bergetar tubuhnya dan para sahabat lain menjadi ribut, mereka
ketakutan semuanya dan menangis sejadi-jadinya, hingga gunung-gunung
dan batu-batu ikut menangis bersama mereka, demikian pula para
Malaikat. Ulat-ulat dan binatang-binatang darat maupun di laut,
semuanya ikut menangis.

Kemudian Nabi Muhammad SAW berjabatan dengan para setiap orang dari
para sahabat, berpamitan dan menangis serta memberi wasiat kepada
mereka. Kemudian Beliau hidup setelah turunnya ayat tersebut dalam
delapan puluh satu hari.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa setelah dekat wafat Nabi
Muhammad SAW, Beliau memerintahkan Bilal untuk menyerukan shalat kepada
manusia. Bilal lalu menyerukan Adzan dan berkumpullah para Sahabat
Muhajirin dan Anshar ke Masjid Rasulullah SAW. Beliau mengerjakan
shalat dua rakaat ringan bersama para sahabat. Kemudian naik mimbar,
memuji dan menyebut keagungan Allah SWT.
Beliau berkhutbah dengan sebuah khutbah yang dalam, hati menjadi takut karenanya, dan air mata bercucuran karenanya.

Kemudian Beliau bersabda :

”Wahai sekalian muslimin, sesungguhnya aku adalah seorang Nabi kepada kamu,
pemberi nasihat dan berda’wah kepada Allah SWT dengan seijinNya. Dan
aku berlaku kepadamu sebagai seorang saudara yang menyayangi dan
sekaligus sebagai ayah yang belas kasih. Barang siapa diantara kamu
yang mempunyai suatu penganiayaan pada diriku, maka hendaklah dia
berdiri dan membalas kepadaku sebelum datang balas membalas di hari
kiamat.”

Tidak ada seorangpun yang berdiri menghadapnya, sehingga Beliau
bersabda demikian kedua kali dan ketiga kalinya. Barulah berdiri
seorang laki-laki bernama Akasyah bin Muhshin.
Berdirilah dia didepan Nabi Muhammad SAW dan berkata : “Demi
Ayah dan Ibuku sebagai tebusanmu Ya Rasulullah, seandainya engkau tidak
mengumumkan kepada kami berkali-kali, tentu aku tidak akan mengajukan
sesuatu mengenai itu. Sungguh aku pernah bersamamu di Perang Badar.
Saat itu untaku mendahului untamu. Maka turunlan aku dari unta dan
mendekatimu agar aku dapat mencium pahamu. Tetapi engkau lalu
mengangkat tongkat yang biasa engkau pergunakan untuk memukul unta agar
cepat jalannya dan engkau pukul lambungku. Aku tidak tahu apakah itu
atas kesengajaan dirimu atau engkau maksudkan untuk memukul untamu ya
Rasulullah?”.

Rasulullah bersabda: ”Mohon perlindungan kepada Allah hai Akasyah, kalau Rasulullah sengaja memukulmu."
Bersabda lagi Beliau kepada Bilal: ”Hai Bilal, berangkatlah ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku.”

Maka keluarlah Bilal dari Masjid sedang tangannya diatas kepalanya:
”Ini adalah Rasulullah, sekarang Beliau memberikan dirinya untuk diqishash.”

Dia mengetuk pintu Fathimah, dan bertanyalah Fathimah: ”Siapa yang ada di depan pintu?”
Bilal menjawab: ”Aku datang untuk mengambil tongkat Rasulullah”
Fathimah bertanya : ”Hai Bilal, apa yang akan diperbuat Ayah dengan tongkat itu?”
Bilal menjawab: ”Hai Fathimah, Ayahmu memberikan dirinya untuk di qhisash."
Fathimah bertanya lagi: ”Hai Bilal, siapakah yang sampai hatinya mau membalas pada Rasulullah?”

Lalu Bilal mengambil tongkat itu dan masuklah dia ke Masjid serta
memberikan tongkat itu kepada Rasulullah, sedang Rasul kemudian
menyerahkannya kepada Akasyah.

Ketika Abu Bakar dan Umar ra. memandangnya, maka berdirilah mereka berdua dan berkata : ”Hai Akasyah, aku masih berada didepanmu, maka balaslah kami dan janganlah engkau membalas kepada Nabi Muhammad SAW.”
Bersabdalah Rasulullah SAW: ”Duduklah engkau berdua, Allah telah mengetahui kedudukanmu.”

Berdiri pula Ali ra. dan berkatalah dia: ”Hai Akasyah, aku
masih hidup didepan Nabi Muhammad SAW. Tidak akan aku sampai hati kalau
engkau membalas Rasulullah SAW. Ini punggungku dan perutku, balaslah
aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tanganmu.”
Nabi Muhammad SAW bersabda : ”Hai Ali, Allah telah mengetahui kedudukan dan niatmu.”

Berdiri pula Hasan dan Husain, dan mereka berkata : ”Hai
Akasyah, bukankan engkau mengenal kami berdua. Kami adalah dua orang
cucu Rasulullah. Membalas kepada kami adalah sama seperti membalas
kepada Rasulullah.”
Nabi Muhammad SAW bersabda : ”Duduklah engkau berdua wahai kegembiraan mataku.”
Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Hai Akasyah, pukullah kalau engkau mau memukul.”

Akasyah berkata: ”Ya Rasulullah, engkau memukulku dahulu dalam keadaan aku tidak terhalang pakaianku.”

Lalu Rasulullah menyingkapkan pakaiaannya, dan berteriaklah orang-orang Islam yang hadir seraya menangis.

Ketika melihat putihnya jasad Rasulullah, Akasyah menubruknya, merangkuli badan Rasulullah dan menciumnya sambil merintih
Berkatalah dia:

”Nyawaku sebagai tebusanmu ya Rasulullah, siapakah yang akan sampai hati untuk
membalasmu ya Rasulullah. Aku melakukannya hanya mengharapkan agar
tubuhku dapat menyentuh jasadmu yang mulia, dan Allah akan memelihara
aku berkat kehormatanmu dari neraka.”
Bersabdalah Nabi Muhammad SAW: ”Ingat, barang siapa yang ingin melihat penghuni surga maka hendaklah dia melihat orang ini.”

Semua orang Islam yang hadir berdiri, dan mencium antara kedua mata Akasyah seraya berkata : ”Beruntung sekali engkau, engkau berhasil mendapatkan derajat yang tinggi dan berkawan dengan Nabi Muhammad SAW di surga.”
Ya Allah, mudahkanlah kepada kami untuk mendapatkan syafa’atnya, berkat keagungan dan kemegahanMu
(Dari Mau’idhatul Hasanah)

Ibnu Mas’ud berkata: ”Ketika dekat wafat Nabi Muhammad SAW
berkumpullah kami di rumah Ibu kita Aisyah. Kemudian Beliau memandang
kami dan bercucuranlah air matanya.

Beliau bersabda:
”Marhaban bikum rahimakumullah” (selamat datang kamu semua, mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada kamu) aku berwasiat kepada kamu agar takwa kepada Allah dan taat kepadaNya. Telah dekat perpisahan dan telah tiba kembali kepada Allah dan ke surga Al-Ma’waa. Hendaklah nanti Ali yang
memandikan aku, Al-Fadhal bin Abbas yang menuangkan air dan Usamah bin
Zaid yang membantu keduanya. Kafanilah aku dengan pakaianku sendiri
kalau kamu mau, atau dengan pakaian buatan Yaman yang putih. Jika kamu
sudah memandikan aku letakkanlah aku di tempat tidurku didalam kamarku
ini di tepi liang lahadku. Kemudian keluarlah meninggalkan aku sesaat.
Karena pertama-tama yang menshalatkan aku adalah Allah Azza wa Jalla,
kemudian Jibril, kemudian Israfil, kemudian Mika’il, kemudian Malaikat
Maut beserta anak buahnya, kemudian semua Malaikat yang lain. Setelah
ini barulah kamu masuk sekelompok demi sekelompok dan shalatkanlah aku.”
Setelah mereka mendengar kata perpisahan Nabi Muhammad SAW ini mereka berteriak seraya menangis.

Mereka berkata:
”Ya Rasulullah, engkau adalah Rasul kami
dan kepala kumpulan kami. Serta penguasa perkara kami. Jika engkau
harus pergi, lalu kepada siapakah nanti kami akan kembali dalam
menghadapi kesulitan?”

Nabi Muhammad SAW bersabda :
”Aku tinggalkan kamu pada jalan kebenaran dan jalan
yang bersinar dan aku tinggalkan untuk kamu dua penasehat: Yang
berbicara dan yang diam. Yang berbicara adalah Al-Qur’an, sedang yang
diam adalah kematian. Apabila ada sebuah kesulitan pada kamu maka
kembalilah kepada Al-Qur’an dan Sunnah, dan apabila hatimu keras
membantu lembutkanlah dia dengan mengambil pelajaran dengan hal ihwal
kematian.”

[p/s] jzkk pc IK... & jzkk SZS & NIS kerana bersama2 di atas jalan ini =)

Tuesday, November 16, 2010

kurban...kurban..kurban...

yg ke-100

alhamdulillah, esok adalah 10 zulhijjah, maka, mari kita sama-sama menghiasi malam ini dan malam seterusnya (sehingga 13 zulhijjah) dengan perbanyakkan Takbir, Tahmid & Taqdis! Malahan, jom kita sama-sama penuhi malam ini dengan meningkatkan amalan kita kepada Allah swt. Kalau sebelumnya jarang bangun qiam, mari sama2 bertekad utk bangun! dan insyAllah, istiqamahkn =). Semoga Allah swt mengurniakan kita semua kekuatan =)

Sebelum itu, ingin juga mengucapkan Selamat Hari Raya Aidil Adha. Didoakan semoga segala pengorbanan yang kita lakukan hanyalah kerana Allah swt semata dan insyAllah semoga kita semua peroleh keimanan, ketaqwaan dan ketabahan yang tinggi disisiNya =).

sebelum mengundur diri, nk share komik lg...

full credit to: MFR


[click on the image to enlarge]







Monday, November 15, 2010

Exam hari hari...

memandangkan sekarang ini musim final exam, semua pakat demam... semoga Allah swt memberi kekuatan, ketabahan, keimanan dan ketaqwaan kepada semua untuk mengharungi ujian dari Allah swt =)

alang2, nak share komik yang sy jumpa =), moga memberi semangat kepada semua! =)

full credit to: kamalsan

preparation exam =)

[click to enlarge]



in the middle of exam =)

[click to enlarge]



p/s all the best semua!!

Thursday, November 11, 2010

Kediaman dan kediaman.. ke kedamaian? =)

another mind map to share

[do click to enlarge]


reference: Kitab Tauhid, Jili 1, fasal 8

p/s alhamdulillah, kerana Allah menjadikan bumi yang bisa menampung manusia, walaupun terlalu banyak dari manusia yang melakukan maksiat di muka bumi ini.
Manusia terlalu sombong! Di manakah rasa malu di hadapan Allah swt? Sesungguhnya, Allah swt Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Mendengar...sedarkah kita?

Lautan Udara...

mind map to share...

[click to enlarge]


alhamdulillah...

reference: Kitab Tauhid, Jilid 1 Fasal 7

Wednesday, November 10, 2010

Worry Ends

Sami Yusuf, a beautiful nasyid =)

Don't be saddened by what you see
By all the lies and treachery
Life is cruel but don't worry
In your heart lies the key
To unwind all the secrets
Of this life we see
When you feel you've lost it all
When you don't know who's your friend or foe
You wonder why you're so alone
Worry ends when faith begins
Don't be sad by what you see
It's true life has its miseries
But one thing's always worked for me
Worry ends when faith begins
Don't be saddened by what you see
I know life can be crazy
A showcase of hypocrisy
In the form of piety
It's just one big mystery
For you and me
I found my peace deep within
Calling inside
Follow what you feel is right
So trust your heart go ahead
Don't lose sight
Follow that voice deep inside
When you feel you've lost it all
When you don't know who's your friend or foe
You wonder what you're so alone
Worry ends when faith begins
Don't be sad by what you see
It's true life has it's miseries
But one thing's always worked for me
Worry ends when faith begins
If you're weak it's not a crime
Don't you know it's blessing in disguise
To know who's honest and who spread lies
Worry ends when faith begins
Don't be sad by what you see
It's true life has it's miseries
But one thing's always worked for me
Worry ends when faith begins

Sunday, November 7, 2010

uuwwaaahhh... subhanAllah ( ^ - ^ )

hanya sedikit perkongsian. rasa rugi kalau tidak kongsi bersama kamu semua...
hmm, petikan dari Solusi Iso No. 25 (p/s mesti beli!!!! sangat seronok, terutamanya bg mereka yang rasa kelaparan dan kebuluran, kerana kekurangan kasih sayang dan makanan untuk hati ^-^)



hadith kudsi dari riwayat an-nasai dan ibn majah:

Daripada Abu Said al - khudri, ia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:
"Tidaklah perbantahan salah seorang daripada kalian tentang kebenaran yang menjadi haknya di dunia ini lebih keras perbantahannya daripada kaum Mukmin kepada Tuhan mereka tentang saudara-saudara mereka yang dimasukkan ke dalam neraka. Mereka mengatakan:
'wahai Tuhan kami, saudara-saudara kami dahulu solat bersama kami, puasa bersama kami dan mengerjakan haji bersama kami. Tetapi Engkau telah memasukkan mereka ke dalam neraka'

Allah berfirman: 'Pergilah dan keluarkan sesiapa yang kalian kenal daripada mereka'
Kemudian mereka(orang-orang mukmin) mendatangi saudaranya dan mengenali wajah-wajah mereka. Diantara mereka ada yang telah terbakar sehingga separuh kedua-dua betisnya dan ada pula yang terbakar hingga kedua-dua lututnya. Mereka pun mengeluarkannya lalu berkata: 'Wahai Tuhan kami, kami telah mengeluarkan siapa yang Engkau perintahkan kepada kami'

Allah berfirman: 'Keluarkan sesiapa yang dalam hatinya terdapat iman walau seberat satu dinar'.
Kemudian Allah berfirman lagi: '(Keluarkan) Siapa yang dalam hatinya terdapat (iman) sebesar setengah dinar?'
Hingga firmanNya: ' Siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah (keimanan)'"

subhanAllah... bagusnya orang-orang yang beriman dan bertaqwa ni!. Tidak pentingkan diri sendiri, dan tidak lokek untuk berkongsi kebahagiaan hidup di syurga. Sebab apa? sebab, mereka ini, mengasihi sahabat-sahabtnya kerana Allah swt, bukan kerana Syaitan!... dan juga mereka amat menitikberatkan hablumminAllah dan hablumminnas mereka, yaini,mereka sangat menjaga ikatan / relationship mereka dengan Allah swt, dan juga menjaga ikatan / relationship mereka sesama manusia...

wahhhhh.... subhanAllah...



(ternganga sebentar... ^o^ , dan berfikir sejenak... -_-~ )



dan terus berfikir....



jadi, kiranya, jikalau kita menjaga ukhuwwahfillah (persahabatan/ikatan kerana Allah swt) dengan sahabat-sahabat kita yang seiman dan seaqidah, mungkin satu hari nanti dia bisa menyelamatkan kita dari jilatan api neraka, yang bisa merentungkan tubuh badan kita hingga ke kepala ... innalillah, tidak sanggup untuk menjejakkan kaki ke neraka!...

tapi... namun... hmmm, adakah bisa atau layak kita untuk masuk ke syurga? jom kita sama-sama ketuk hati, tanya iman... dan sama-sama perbaiki amalan kita...



hmmmm...insyAllah boleh =)

it's ok...

maybe i forgot one thing. the most important thing:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS, Ar-Ra’d : 28)

subhanAllah...

so, in the end, its ok...

because if we just dwell on the bad thing, we become useless. its not worth it.

the road to produce the end product is the most sweet and sour experience that I've been through. I'll remember it till the end... may Allah bless us all =)

p/s
thank you barney and nurul
and thank you rayyan for helping me to open my eyes

Thursday, November 4, 2010

nak jadi....




syurga bukanlah untuk manusia yang biasa...

jadi, sekiranya ingin menjadi ahli syurga, mesti perlu melakukan amalan-amalan yang dilakukan oleh mereka yang telah dijanjikan syurga...

betul tak?

hmm...tp siapakah mereka?

sudah tentu, yang paling utama adakah kekasih kita Rasulullah saw. Qudwah hasanah yang mesti kita ikuti dan sunnahnya yang harus kita laksanakan...

apa sunnah paling utama?

menyampaikan.

dan saling nasihat menasihati.

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada mereka yang menyeru manusia ke jalan Allah, serta beramal salih seraya berkata: Aku adalah dari kalangan orang-orang Muslim" (Al-fussilat:33)


siapa lagi?

tahukah anda, terdapat 10 sahabat yang lain juga, yang telah dijanjikan syurga. adakah anda juga ingin menjadi seperti mereka?

mereka adalah:

1)Saidina AbU Bakar As-Siddiq r.a
2)Saidina Umar al-khattab r.a
3)Saidina Uthman b Affan r.a
4)Saidina Ali b Abi Talib
5)Talhah b Ubaidillah
6)Zubair Al-Awwam
7)Abdul Rahman b Auf
8) Saad b Abi Waqas
9) Ubaidah Amir b Al-Jarrah
10) Said b Zaid

tapi, apa yang mereka buat sampai bisa disenaraikan sebagai sahabat-sahabat yang dijanjikan syurga...

haaaa... kalau nak tahu, search lagi tentang nama-nama para sahabat ini, atau baca dari buku. InsyAllah, anda akan mendapat jawapannya...

selamat mencari & beramal! =)

Monday, November 1, 2010

mati itu pasti

sekiranya saat ini aku mati...
masa hidup bukan lagi milikku,
sekiranya saat ini sebuah kereta melanggarku...
atau sekiranya saat ini jantung yang tidak bisa ku kawal berhenti dari berdenyut...



....SILENT...




adakah sudah ku bersedia?

"Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion." (Ali-Imran:183)

tidak kira ke mana dan dimana pun ku berlari, atau melarikan diri, pasti suatu hari nanti mati akan ku temui...

namun, bagaimanakah keadaan imanku sewaktu itu?

bisakah aku syahid?

sudahkah aku memenuhi haq imanku?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai hamba Allah swt?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai khalifah Allah swt?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai seorang anak?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai seorang sahabat?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai seorang kawan?
sudahkah aku memenuhi haq sebagai seorang manusia?



inilah topik yang dibahaskan di InFud UTP semalam...
semoga setiap yang mendengarnya dan hadir semalam dibuka hati mereka oleh Allah swt, supaya cahaya iman bisa memancar dari hatinya...

InFud UTP Daebak!


p/s

anak2 yang diredai dan disayangi Allah swt, semoga antum diberi ketenangan, kesabaran, ketaqwaan dan kekuatan oleh Allah swt untuk mengharungi semua ujian yang dikurniakan Allah swt pada diri antum...

Thursday, October 28, 2010

Jangan Menyerah

D'Masiv - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff #1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kembali ke Reff #1

Reff #2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Healing



VERSE 1:
It’s so hard to explain
قد يصعب عليّ أن أعبر
What I’m feeling
عمّا يختلج في قلبي
But I guess it’s ok
لكن اعتقادي
Cause I’ll keep believing
ينبع من إيماني
There’s something deep inside
هناك شيء في الأعماق
Something that’s calling
ينادي
It’s calling you and I
يناديني ويناديك
It’s taking us up high
يرتقي بنا إلى الأعلى

CHORUS:
Healing, a simple act of kindness brings such meaning
الشفاء … قد يتجسّد في عمل بسيط لطيف
A smile can change a life let’s start believing
بسمة قد تغير حياة الإنسان
And feeling, let’s start healing

VERSE 2:
Heal and you will be healed
شفاء بشفاء .. ومع كل شفاء شفاء
Break every border
اكسر القيود والحدود
Give and you will receive
اعط تُعطى .. فالعطاء يوجب عطاء
It’s Nature’s order
نظام كوني رباني
There is a hidden force
هناك قوى خفية
Pulling us closer
تجذب بعضنا لبعض
It’s pulling you and I
تجذبني أنا وأنت
It’s pulling us up high
تجذبنا للأعلى
CHORUS:
Healing, a simple act of kindness brings such meaning
الشفاء … قد يتجسّد في عمل بسيط لطيف
A Smile can change a life let’s start believing
بسمة قد تغير حياة الإنسان
And feeling, let’s start healing
فلنبدأ بعمل يكون فيه شفاء
MIDDLE 8:
Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
عين ترعى عينا .. وعين الله ترعى، و لا شيء عنه يخفى
Seek only to give and you’ll receive
إسع نحوالعطاء… و ستلقى و تعطى
So, heal and you will be healed
إشف.. و سوف تشفى
OUTRO (x2):
قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب
عين ترعى عينا، وعين الله ترعى
كلمة طيبة صدقة
تبسمك لأخيك صدقه
كل معروف صدقة
اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً


Song Name: “Healing”
Written and Produced: Sami Yusuf
Lyrics co-written: Dr. Walid Fataihi
Mixed and Mastered at Andante Studios

Tuesday, October 19, 2010

lambat ke cepat?




sepertinya, ramai yang terkesan dengan sistem pembelajaran yang baru. kebanyakannya memberi respon yang agak negatif. maklumlah, ramai yang ingin grad awal, kalau boleh, ingin habis belajar cepat-cepat. wah...ada yang sudah plan untuk bekerja di syarikat besar-besar dan ternama lagi... subhanAllah, semoga antum dapat apa yang antum impikan...

namun, samada lambat atau cepat, insyAllah, nahnu doakan semuanya akan grad dengan kejayaan di akhirat dan di dunia... dalam hidup dan dalam pelajaran... nahnu juga doakan supaya segala apa yang dipelajari juga diniatkan ikhlas kerana Allah swt...kerana apa?

terdapat satu kata-kata hikmah:

Belajarlah kamu, karena tidak ada seorang pun yang terlahir dalam keadaan pandai. Dan, orang yang memiliki ilmu, tidak akan seperti orang yang bodoh...

manakala, Allah swt juga telah berfirman:

Bacalah (wahai Muhammad), dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan... (Al-`Alaq: 1)

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (al-Mujadalah: 11)

jadi, nikmatilah setiap saat anda belajar, kerana setiap saat daripadanya adalah ladang untuk anda semua meng"harvest" pahala insyAllah

Sunday, October 17, 2010

mesti ada, at least sorg...



Telah bekulah daya juang di hati manusia itu
Mereka leka mencari kekayaan dan kehidupan yang rutin
kealpaan orang-orang yang baik dan semangat orang-orang yang keliru
hampir-hampir menggoncangkan daku dari cita-cita dan perjuanganku. (al-amiri,Diwan Ma’a Allah)

Mereka melihat daku di musim gugur, Lantaran hangatnya laguku,
Bergembira bersama rakanku si burung camar
Tetapi aku dilahirkan di bumi
yang dipenuhi jiwa-jiwa hamba yang seronok diperhambakan...(Muhd Iqbal,Diwan Dharb al-Kalim)

wakaka...4minute huh...hattan...zamani~
kalau beginilah setiap hari, boleh runtuh dinding-dinding village-village disekililingnya...
bagaikan gempa bumi di bumi U**...
gempa bumi al-batil yang semakin ramai jumlah pendokong-pendokongnya...
pendokong al-batil yang menguatkan lagi perhambaan diri manusia pada syaitan dan nafsunya...

innalillah...innalillah...innalillah...

namun, dicelah-celah syaitan-syaitan hedonism,
hadirnya mereka yang Rasulullah saw pernah gambarkan:
“Sentiasa akan ada satu golongan dari umatku yang menegakkan kebenaran.
Mereka tidak akan tergugat oleh sesiapa pun yang menentang mereka sehingga
datanglah hari kiamat dan mereka tetap di dalam keadaan mereka.” (Sahih Muslim)

maka adakah kita di dalam golongan ini?

sama ada golongan syaitan-syaitan hedonism, mahupun abid-abid & daie-daie Allah swt yang soleh?

p/s task force yang membuka mata, minda dan hati...
semoga semua yang hadir dan participate semalam, jumaat mahupun hari ini, dikurniakan ketenangan, ketabahan, keimanan dan ketaqwaan oleh Allah swt untuk sentiasa thabat di atas jalanNya... walaupun tariq ini adalah tariq yang sangat panjang, payah dan meletihkan... dan semoga ukhuwwah fillah kita akan lebih kuat lagi... =)

Saturday, October 16, 2010

lemon...lemonade...sweet~




the moment of your life are the lemons that Allah swt has given you, and He wants you to squeeze them to the best of your ability. The lemonade that comes out from this is what will fill your scale on the Last Day. So do not let one moment pass you by
(z, 2010)

-tafsir al-asr-

Friday, October 15, 2010

Ibu,,,kenape....?




Ibu, Siapakah Tuhan Kita?
Jawapan Pertama: Dari mana asalnya kita
Jawapan Kedua: Kita tidak mampu memilih rupa bentuk kita
Jawapan Ketiga: Nabi Ibrahim mengajar kaumnya
mengenal Tuhan
Jawapan Keempat: Allah beritahu kita berkenaan dirinya

Ibu, Benarkah Tuhan Itu Ada?
Jawapan Pertama: Alam semesta membuktikan ada pencipta
Jawapan Kedua : Manusia tidak berkuasa
menghalang kehendak Tuhan
Jawapan Ketiga: Kepada siapa kita hendak
mengadu dan berdoa?

Ibu, Adakah Tuhan Mempunyai Anak?
Jawapan Pertama: Tuhan tidak ada ibu ataupun bapa
Jawapan Kedua: Tuhan tidak ada anak

Ibu, Tuhan Kita Satu ataupun Ramai?
Jawapan Pertama: Apabila Tuhan ramai, dunia akan musnah
Jawapan Kedua: Beramai-ramai tanda tidak mampu
Jawapan Ketiga: Naluri manusia mengaku, Tuhan hanya satu

Ibu, Sekiranya Tuhan Itu Ada, di Manakah Dia?
Jawapan Pertama: Allah tidak sama dengan sesiapa
Jawapan Kedua: Apa yang Allah beritahu kita tentang dia

Ibu, Apabila Kita Berdoa, Adakah Tuhan Mendengar?
Jawapan Pertama: Allah dekat dengan kita
Jawapan Kedua: Allah selalu mendengar doa kita
Jawapan Ketiga: Amalan baik mendekatkan, amalan
buruk menjauhkan

Ibu, Mengapa Kita Tidak Dapat Melihat Tuhan?
Jawapan Pertama: Bukan semua perkara dapat
dilihat dengan mata
Jawapan Kedua: Kisah Nabi Musa dan kaummya
Jawapan Ketiga: Allah beritahu manusia tidak
dapat melihat Allah
Jawapan Keempat: Orang beriman melihat Allah di Akhirat

Ibu, Mengapa Tuhan Jadikan Kita?
Jawapan Pertama: Terima kasih kepada Allah
Jawapan Kedua: Allah beritahu kita sebabnya

Ibu, Bagaimanakah Cara Kita Beriman kepada Tuhan?
Jawapan Pertama: Yakin Allah ada, mencipta dan mentadbir
Jawapan Kedua: Yakin hanya Allah yang mesti disembah
Jawapan Ketiga: Yakin pada nama dan sifat Allah

Ibu, Apakah Nama-nama Tuhan?
Jawapan Pertama : Nama-nama Allah
Jawapan Kedua : Sifat-sifat Allah

Ibu, Bolehkah Melanggar Suruhan Tuhan?
Jawapan Pertama: Kita dicipta supaya beribadat kepada Allah
Jawapan Kedua: Suruhan dan larangan tanda
kasih Allah kepada hambanya
Jawapan Ketiga: Seperti lampu tanpa kuasa eletrik
Jawapan Keempat : Umpama badan tanpa anggota
dan pancaindera

Ibu, Bagaimanakah Kita hendak Berbaik-baik
dengan Tuhan?
Jawapan Pertama: Hubungan kita dengan Allah
Jawapan Kedua: Bagaimana kita hendak berbaik
dengan Allah?

Ibu, Apakah Maksud Syirik kepada Tuhan?
Jawapan Pertama: Syirik ialah menyekutukan Allah
dengan perkara lain
Jawapan Kedua : Dua jenis syirik

Ibu, Apakah Perbuatan yang Menyebabkan Kita Syirik kepada Tuhan?
Jawapan Pertama: Beribadat kepada perkara lain selain Allah
Jawapan Kedua: Berdoa meminta tolong daripada
penghuni kubur
Jawapan Ketiga: Membuat undang-undang lain
bagi perkara yang sudah Allah tetapkan

Ibu, Bolehkah Kita Percaya kepada Ramalan Bintang?
Jawapan Pertama: Percaya kepada ramalan adalah syirik
Jawapan Kedua: Amalan tidak diterima selama 40 hari
Jawapan Ketiga: Contoh-contoh syirik kecil lain

Ibu, Mengapa ada Banyak Perkara yang Allah Larang
Kita Buat?
Jawapan Pertama: Perkara yang dilarang itu
menyusahkan dan bahaya
Jawapan Kedua: Bahaya dosa nampak
Jawapan Ketiga: Bahaya dosa tidak nampak

Ibu, Mengapa Ada Orang Jahat?
Jawapan Pertama: Petunjuk, cabaran dan motivasi
Jawapan Kedua: Manusia mampu memilih
Jawapan Ketiga: Nabi-nabi tidak jemu berdakwah
dan berdoa

Ibu, Mengapa Kadangkala Saya Terdorong Membuat Perkara yang Tuhan Tidak Suka?
Jawapan Pertama: Kawan adalah pendorong kita
Jawapan Kedua: Nafsu dan iblis hendak kalahkan kita
Jawapan Ketiga: Tip-tip supaya kita sentiasa bermotivasi
Jawapan Keempat : Pilihlah balasan baik untuk diri kita

Ibu, Adakah Tuhan Benci Orang yang Melakukan Dosa?
Jawapan Pertama: Allah suka kepada orang yang
menyesali dosanya
Jawapan Kedua: Bertaubat apabila terlanjur melakukan dosa
Jawapan Ketiga: Jangan berputus asa kepada Allah

Ibu, Mengapa Ada Doa Tidak Ditunaikan?
Jawapan Pertama: Sayang tidak bererti memberikan
apa sahaja yang diminta
Jawapan Kedua: Tidak putus asa berdoa kepada Allah

Ibu, Kenapa Masih Ada Penyakit dan Perkara
Menyusahkan Kita?
Jawapan Pertama: Perkara susah mengingatkan
manusia kepada Tuhan
Jawapan Kedua: Setiap perkara susah dibalas pahala

Wednesday, October 13, 2010

argh..biar je lah

...bismillahirrahmanirahim...

hanya sedikit ingin dikongsi pada kali ini. bukan kerana kedekut, tetapi kerana terdapat prioriti lain yg perlu dilaksanakan...doakn =)

minggu-minggu terakhir menjelang final exam, merupakan antara minggu yang paling hectic sekali. dgn assignment, presentation, project... itu baru hal akademik, tidak termasuk tanggung jawab lain yang jauh lebih penting dari itu... insyAllah, moga Allah swt memberi kesabaran dan ketabahan kepada kami semua...

namun, apakah perasaan jika tanggungjawab yang telah diamanahkan ditinggalkan begitu sahaja. meninggalkan tanpa mempedulikan mereka-mereka disekeliling yang terkapai-kapai ingin melaksanakan tanggungjawabnya juga? tidak peduli? biar je lah... what ever?

subhanAllah...

sedih sekali melihat mereka yang tidak pernah merasakan kehadiran Allah swt yang sentiasa melihat, dan para malaikat yang sentiasa mencatit di kiri dan kanan...apabila diberikan sesuatu tanggungjawab dan amanah, bukankah anda perlu laksanakannya?

beginilah wahai sahabatku,
dikala engkau menerima amanah, laksanakanlah ia dengan sebaik-baiknya,
dikala engkau menerima amanah, ingatlah Allah swt yang Maha Mendengar dan Maha Melihat
dikala engkau menerima amanah, ingatlah Rasulullah saw yang menerima amanah yang lebih besar,
dikala engkau menerima amanah, ingatlah mereka yang mengharapkan anda untuk melaksanakannya
dan dikala engkau menerima amanah, ingatlah setengah badanmu sudah berada di dalam neraka...
seperti mana Imam Ghazali mengingatkan kita:
"yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH"
(Surah Al-Azab : 72 )
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khuatir tidak akan melaksanakannya(berat), lalu dipikul amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh"

Tumbuh-tumbuhan, binatang,gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan, sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

bukankah mengajar manusia tentang iman itu amanah?
bukankah menyimpan rahsia itu amanah?
bukankah solat itu amanah?
bukankah pengabdian diri kepada Allah swt itu amanah?
bukankah ibu dan ayah juga amanah?
bukankah anak-anak mu juga amanah?
bukankah assignment, hw, projek itu juga amanah?


kadang kala terlalu mudah untuk seseorang (mungkin diri sendiri juga) meninggalkan satu tanggung jawab yang telah diamanahkan bukan? adakah begitu mudah? tidak..owh tidak...

anda tidak akan pernah terlepas...
walau dalam apa keadaan sekalipun...
anda pasti akan ditanya kelak...
ditanya diakhirat kelak...
dengan apakah yang kamu laksanakan tanggungjwbmu?

adakah anda mempunyai jwpn?

Tuesday, September 28, 2010

Ingat! Kita semua telah berjanji!



"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang)anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman)
"Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
Maka, mereka menjawab,
"Betul(Engkau Tuhan kami), kami beraksi"
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kami tidak mengatakan
"Sesungguhnya ketika itu, kami lengah terhadap ini""

- Al-A'raf: 172 -

Alastu birabbikum?
Qalu bala syahidna!


"Atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya, nenek moyang kami telah mempersekutukan Allah sejak dahulu lagi, sedang kami keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami kerana perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?""

- Al-A'raf: 173 -


A: "kata orang dulu2...."
B: "dulu, orang tua2 selalu....."
C: "ni dh buat bertahun2 dah...dr nenek moyang lagi..."

D: "jadi, apa yang membezakan awak semua dengan mereka2?
Jika depa semua masuk neraka, hampa pun nak ikut juga?
Jika perkara ini mensyirikkan Allah swt, awak semua masih ingin mengikut orang dulu2?
Ingat! awak semua telah berjanji. Berjanji sumpah dengan Allah swt, bahawasanya, kamu telah bersaksi, bahawa Allah swt itu adalah rabb mu!"

Saturday, September 25, 2010

Jala yg penuh / kosong?

♥♥♥♥♥mengejar cahaya Ilahi



seronok bukan mempunyai anggota badan yang sempurna. Rupa paras yang cantik. Mata yang bersinar, tangan yang mampu memegang dan menaip, dan kaki yang mampu duduk dan melangkah.

Sesungguhnya, badan seseorang dengan sekalian anggotanya merupakan alat hidup untuk bekerja dan beramal. Maka alangkah bahagianya seandainya alat itu dapat melaksanakan tugasnya. Tidak mengapa jika alat itu rosak atau binasa, jikalau sudah sampai masanya, asalkan dia telah ada hasilnya.



Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Imam Al-Ghazali dalam tulisannya yang sangat bernilai..:

"Sesungguhnya badan anak Adam adalah diibaratkan seperti jala untuk mengusahakan amal-amal yang baik. Apabila ia berjaya dalam tugasnya ini dan kemudian mati, maka sudahlah mencukupi; tidak memerukan kepada jala itu lagi. Dan jala itu adalah seperti badan yang telah dipisahkan oleh mati."

Ingatlah bahawa memang tiada seorang manusia pun apabila dia telah mati, habislah segala keinginannya kepada dunia. Apa yang sangat diingini ialah amal-amal saleh yang menjadi bekalannya dikuburnya. Apabila ada bekalan itu, terasalah kekayaannya; tidak ingin kepada yang lain lagi... (seronoknya!!)

tetapi, sekiranya dia tidak mempunyai bekalan tersebut, maka dia akan menuntut unutk kembali ke dunia untuk mengambil bekalannya. Alangkah malangnya! Jala tadi itu, telahpun diambil daripadanya kemudian dikatakan kepadanya: "Wahai manusia, Jauhlah! Segala-galanya telah berlalu."
Maka tinggallah dia terpegun, tercengang selama-lamanya di atas kecuaiannya mengambil bekalan sebelum jala (badan) itu diambil daripadanya. Kerana Rasulullah saw pernah bersabda:
"Pergunakanlah masa hidup engkau bagi keperluan masa mati engkau"

- astaghfirullah... astaghfirullah... astaghfirullah... -
sekiranya Rasulullah saw yang maksum itu beristighfar sebanyak 80x sehari, masakan kita yang bergunung-gunung dosa ini?... astaghfirullah...

wallahu 'alam

Friday, September 24, 2010

I want to go to the Prom!



recently, there was an email being sent to me. Rather shocking to see these things happening in front of me all this time, and I didnt realize it, let alone doing something to prevent it... hmm...

well, reading these article make things so much clearer for those who are still deciding whether or not to go to the prom, or any other events that is far from the syariah and sunnah.

5 Prom Tips for Teens:

Samana Siddiqui



Okay, okay, you know it's Haram to go to the Prom. You've resigned yourself to the fact. It took a lot of heated discussion with your parents and practicing Muslim friends, self-searching and emotional wrestling, but you've finally made that decision: you're not going.

If only it were that easy.

Now, your non-Muslim school friends are having a fit, and can't understand why in the world you wouldn't want to be part of the biggest, best, and wildest bash of the century (at least that's what your friend on the Prom committee said it's going to be).

Even though they know you don't date, drink, do drugs, etc. they are still trying to push you to come.

Below are some tips and suggestions about how to deal with the Prom:

TIP #1: BE FIRM

“I had to be very firm and have a very forward opinion on it,” says Amber Rehman, 20, about telling her friends she was not going to participate. “If I let myself, I could have been persuaded.”

“You have to keep in perspective that you're a servant of Allah and Allah has placed great nobility, if you protect yourself from these things,” she adds.

Your strength and clarity about not going will take some time to sink in, but it will eventually give your friends a clear message: nothing they say or do will change your mind, period.

It should also be made clear that this is not a personal insult aimed at them. You are simply trying to maintain your Islamic principles, and you would not be able to do that in a Prom environment, that's all.

You and they can still play baseball, go fishing, or hiking, but the Prom is just one activity which you'll have to skip.

TIP #2: PLAN AN ALTERNATIVE

“We need to see Islam as a cool alternative, not a loser alternative,” says Shaema Imam, 21.

After getting over the initial shock and disappointment of not going to the Prom, go to Plan B.

Plan B? How can you have a Plan B?

Easy.

Get a couple of your Muslim friends together (hopefully they aren't going either, reluctantly or not) and plan to do something wild, crazy, fun.

And of course, Halal.

The possibilities are endless.

“For the brothers if you have hockey they'll come,” says Ali Shayan, 20, of the Muslim brothers in his community in Montreal, Canada.

Sports are almost always a favorite for brothers. Think about it: while the guys at the Prom are sweating it out in uncomfortable, expensive tuxedos, and making almost complete fools of themselves on the dance floor, you could be skillfully ice skating in comfortable, cotton, hockey clothes with your non-Prom friends, scoring goals and looking really dignified.

For sisters, you could throw a totally wild and crazy all-sisters party at your place. Kick out the men of your house (nicely, of course, maybe request they visit their friends for the night) and have a party where you can wear all the make-up you want and be as crazy and insane as you want without having to “impress” the opposite sex in a too-expensive, revealing dress, uncomfortable heels and putting on a fake act .

It's important to note that these alternatives are not meant to be “celebrations” technically. They are primarily a way to have Halal fun and to keep away from the Haram.

TIP #3: PLAN FOR ALTERNATIVES EARLY

The sooner you decide not to go to the Prom, the better. This will give you more time to plan your alternative.

If a small party in your basement is way too simple to satisfy the Prom urge, plan a really fancy one
with the works: fancy hotel, lush carpets, nice dresses, etc. Except this will be only a mother-daughter affair. Or a father-son affair.

It could be a family affair, but the sisters who wear Hijab won't get to really have fun then, like wear make-up, style their hair, etc.

You can get those older rich brothers and sisters in the community to help you out with the funding. After all, you would be doing their kids (if they have any in their teens) a favor too.

If you're living in a small community with few Muslims, planning in advance will give you the time to get in touch with a nearby Muslim community a few miles away. This way you can still spend Prom night with fellow Muslims, even if you're community is small or apathetic.

TIP #4: HOOK UP WITH THE MSAs

Muslim Students' Associations (MSAs) play a very important role.

They should be one of key institutions in the community organizing activities. And since they are made up of young people, they should be involved with organizing something for the Prom.

The advantage of hooking up with the MSAs is that you have better access to funds and spaces to hold activities.

As well, you would have the guidance of brothers and sisters who may have, in most cases if they grew up in North America, gone through the Prom experience themselves. They should be sympathetic to the idea of youth carving out a Halal alternative to Prom night.

TIP #5: HANG OUT WITH YOUR FAMILY

Yes. Hang out with your family.

It may sound strange to do this when the Prom is about being with your friends. But think about it.

For many, this could be one of the last happy occasions you have with your family before moving away to another city or state or province for college or university.

Prom night isn't just about you finishing high school.

It should also be a tribute to your parents for helping you through the experience, whether it was by taking care of your basic necessities, helping you with homework, or paying for expenses.

Use the money you were going to spend on a limo, dress/tuxedo, or tickets to the Prom and spend it on your family, just to spend time with them.

While the Prom may seem hard to beat, there are alternatives out there. It requires creativity and intelligence.

If we start to see Islam's rules about Halal and Haram as challenges instead of obstacles in our lives, we can surely find ways of having “good, clean, fun” without feeling left out or having to sacrifice our Islamic principles.

Sunday, September 19, 2010

susahnya ingin bangun... =(

Imam Syahid menghadiri sebuah mu’tamar di Daqhaliah. Selesai sahaja mu’tamar, Imam Syahid bersama dengan Ustaz Umar Tilmisani bergegas ke sebuah bilik berisi dua tempat tidur. Masing-masing dari keduanya pun berbaring di atas tempat pembaringannya.
Beberapa minit kemudian, Imam Syahid bertanya:
“Wahai Umar, apakah kau sudah tidur?”
Ustaz Umar menjawab:
“Belum.”
Beberapa saat kemudian, Imam Syahid mengulangi pertanyaan dan dijawab dengan jawapan yang sama.
Akhirnya, akh umar berkata dalam hati:
“Jika Ustaz Hassan bertanya lagi kepada saya, akan saya diamkan sahaja.”
Setelah ditanya berkali-kali, disangka bahawa Ustaz Umar telah tidur.
Kemudian, Ustaz al Banna keluar terhendap-hendap perlahan dari kamar tidurnya dengan terinjut-injut kakinya. Perlahan-lahan beliau berjalan ke tempat mengambil wudhu’ tanpa alas kaki risau kemungkinan Ustaz Umar terjaga mendengar derap bunyi selipar. Lantas beliau berwudhu’ dan kembali ke bilik. Di ruang yang paling hujung, beliau lalu membentang kain sejadahnya dan mulai melaksanakan solat tahajjud.

Bulan Ramadhan yang baru sahaja pergi meninggalkan kita. Madrasah tarbiyah Ramadahan telah mengajar kita untuk mengekang al-hawa yang menjadi antara musuh utama kita. Ia merupakan antara langkah utama ynag perlu dititikberatkan dalam proses tarbiyah di mana Syed Muhammad Ahmad Al-Rasyid dalam bukunya ‘Al-Muntalaq’ menjelaskan kepentingan meninggalkan al hawa. Perlulah dipastikan untuk kita tajarrud (menghilangkan, menanggalkan) segala bentuk jahiliyah dan unsur al hawa yang mendokong pelbagai nama di era moden ini. Kesempatan bulan Ramadhan dipenuhi dengan banyaknya amalan istimewa seperti terawih dan tida kurang juga qiam-qiam di malam hari. Walaupun, Ramadhan pergi, namun tidak menjadi alasan untuk kita tidak memperbanyak amalan-amalan ibadah terutamanya qiamullail.

Pada zaman awal sahabat di mana jumlah orang Islam sangat sedikit dan golongan yang terdiri daripada As-Sabiqun Al-Awwalun yang rata-ratanya orang miskin dan lemah, Allah telah mewajibkan qiamullail buat setahun lamanya. Seperti yang dinyatakan dalam Surah Muzzammil, ayat 20:
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, Maka dia memberi keringanan kepadamu, Karena itu Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, Maka Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan Dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Selain itu, qiamullail, bukan sahaja membina fizikal yang kuat malah turut membentuk jiwa dan rohani yang teguh.
Sepertimana yang dinyatakan oleh Syed Qutb. Apabila ditanya oleh rakan sebilik dalam penjara mengapa beliau masih lagi sanggup untuk bangun solat malam walau telah seharian suntuk dipukul dan disiksa dengan dahsyat oleh regim zalim. Rakannya menasihatkan supaya berehat sahaja kerana hari-hari berikutnya pasti akan ditempuh seksaan-seksaan yang lebih dahsyat. Beliau dengan tenang menjawab:
“Jika aku tidak bangun untuk qiam pada malam hari, sudah pasti aku tidak mampu untuk bertahan seksaan di siang hari.”
Moga-moga kita mengambil pengiktibaran untuk memartabatkan qiam antara amalan harian kita. Insya Allah.



source: dakwah.info

Monday, September 6, 2010

Got brain, but not thinking?

source: SOLUSI

Latar belakang turunnya ayat 191 surah Al-Imran sebenarnya sangan menggetarkan hati. Mari kita lihat peristiwa yang menjadi asbab al-nuzul (sebab turun ayat) ayat tersebut, yang dicatatkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin:

Seorang sahabat Rasulullah saw 'Atha' bercerita:
"Pada suatu hari aku dan Ubaid bin Umair pergi menziarahi Aisyah r.h.a dan beliau berbicara dengan kami di sebalik tirai pembatas.
Ujar beliau: 'Hai Ubaid, kenapa anda tidak datang-datang mengunjungi kami? Ada apa dan mengapa?'
Jawabku: 'Disebabkan satu sabda Rasulullah saw (yang bermaksud):"Kunjungan yang jarang-jarang akan menambah sayang"'
Ubaid lalu memohon: 'Sudilah ibu memberitahukan hal yang paling ajaib yang ibu lihat tentang Rasulullah saw!'

Mendengar itu, Aisyah pun berlinangan air mata, dan ujar beliau:
'Semua hal ehwal Baginda Rasullah saw adalah ajaib. Suatu malam ketika giliran di rumahku, Baginda pun mendatangiku lalu bersentuhan kilit Baginda dengan kulitku. Lalu baginda bersabda yang bermaksud:"Biarkanlah daku beribadah kepada Allah swt." lalu Baginda berdiri dan menuju tempat wuduk dan berwuduk. Kamudian Baginda solat seraya menangis tersedu-sedu hingga membasahi janggut Baginda. Keudian Baginda bersujud dan menangis sehingga air mata membasahi lantai'

Seterusnya Baginda tidur secara duduk sehingga datang Bilal mengalunkan azan Subuh. Kemudian Bilal bertanya:
"Ya Rasulullah , kenapa dikau menangis? Padahal Allah telah mengampuni segala dosamu yang telah berlalu mahupun dosa yang akan datang?"

Jawab Baginda:
"Wahai Bilal, masakan daku tidak menangis sedangkan pada malam tadi Allah swt menurunkan ayat ini: 'Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan pergantian malam dan siang ada pelbagai tanda untuk orang yang berfikir.'"

Seterusnya Baginda memberi peringatan:
'Sungguh celaka orang yang membaca ayat ini, tetapi tidak berfikir merenungkan mesejnya'" (Tafsir al-Azim, Ibn Kathir)



Maka lihatlah betapa Rasulullah saw mengingatkan akan 'kecelakaan' bagi orang yang tidak melihat alam dengan pandangan mata hati. Dan kecelakaan itulah yang telah menimpa manusia hari ini.

Kini, manisia sedang menderita kerana tidak belajar dari alam - melihat alam menerusi pandangan mata hati. Umat Islam tidak bersatu, berkrisis sesama sendiri, dan dilanda pelbagai penyakit sosial. Malah umat Islam terlalu ketinggalan dalan bidang sains, teknologi, ekonomi, ketenteraan dll.

Maka marilah kita membuka mata, minda dan hati... lihatlah alam, langit, bumi, matahari, bulan, hijan, bintang, haiwan, tumbuh-tumbuhan dan juga diri sendiri untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Berfikir tentang keunikan, keteraturan, ketelitian, kejituan, kelestarian dan segala yang 'sempurna' tentang makhluk akan menyebabkan hati kita mampu 'melihat' Khaliq (pencipta). Ketika itulah hati akan berbisik:

Alam ini Indah, namun, Penciptanya jauh lebih indah. Alam ini sempurna, Alah swt tentu lebih sempurna

Doing dakwah for dummies

Have you ever seen those yellow and black book, that for the first glance, you could'hv mistaken for the cheap yellow pages. And the title usually goes like... (book title) FOR DUMMIES... full DIY, How-To guide...

well, wont it be really interesting if there's a guide book like this? :



=)

=)

=)

but remember, there are an ultimate guide book in doing dakwah. of course, Al-Quran & as-Sunnah... alhamdulillah =)

Saturday, September 4, 2010

tenangnya hati...



Ya Allah, aku memohon perlindungan dengan kalimah-kalimahMu yang sempurna daripada kemurkaanNya, dan azabNya, daripada kejahatan hambaNya dan daripada hasutan syaitan-syaitan dan daripada syaitan yang mendekatiku.
Dan tunjukkanlah aku jalan yang lurus, sebagaimana jalan yang Engkau redhai.

Tuesday, August 31, 2010

bagaikan kain putih...



di saat berjumpa dan bermain dengan adik-adik di rumah sister, subhanAllah, sungguh bersih... sungguh suci hati mereka. Perasaan yang ingin dibelai, dididik, diasuh kerana dahagakan kasih sayang dan cahaya keimanan.

"Nampak tak burung tu?"

"Nampak!"

"Cantik kan, subhanAllah.."

"Cantik~"

"Burung selalu makan apa?"

"Umi selalu bagi nasi"

"oOo... wah, cantiknya langit..."

"wah..cantiknya..."

"siapa ciptakan langit dan burung?"

"hmmm...orang?"

"hmmm... Allah ciptakan burung dan langit, dan juga orang =)"

"hmm..."

"so, what do we say if we see something pretty?"
(sudah kehabisan vocab melayu)

"hmm.. bismillahirrahmanirrahim?!"

"hehhee... we say, subhanAllah..!"

(silent)

"so, if we see something pretty, like the bird and the sky today, we should say?:"

"Sub..han..nAllah.."

=)

=)

=)

"very good. so, if a muslim princess like you see something pretty, like the birds and the sky, we should say...?:"

(togehter) "SUBHANALLAH!"

=)

=)

=)


jadi benarlah, anak2 seperti kain putih yang sangat bersih, dan suci... maka dididik mereka dengan penuh kasih sayang kerana Allah swt... =)



p/s especially for princess nur dan princess awni =)

Monday, August 30, 2010

fi nafsaka wa nafsakum

Semoga Allah swt mengurniakan sebuah syurga yang indah buatmu...
Semoga Allah swt, pemegang hatimu, membuka seluas-luasnya pintu hatimu,
dan semoga Allah swt memberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan padamu atas segala ujian dan cubaan yang telah Allah swt kurniakan kepadamu, sebagai hadiah untuk menguji keimananmu.

SubhanAllah, subhanAllah, subhanAllah...



sedih ketika mendengarnya, tetapi mungkin in salah satu ujian yang berat untukmu dan untukku. Semoga dirimu dan diriku, semoga imanmu dan imanku lebih kuat dan thabat di atas jalan ini ya Allah...

Sunday, August 29, 2010

Untuk...

Buat sister yang sentiasa thabat,




Buat madu' yang bersemangat, dan sentiasa berusaha untuk bersyahadatul haq,

Saturday, August 28, 2010

Al-Barra' bin Malik Al-Ansori

credit: dakwah.info



Rambutnya kusut dan berdebu, tubuhnya kurus dan tulang-tulang menonjol, kerempeng dan kulitnya cukup hitam. Orang memandang leceh kepadanya dan segan bertemu dengan dia. Tetapi walaupun begitu, dia telah membuktikan keberaniannya sanggup menewaskan ratusan orang musyrik dalam beberapa kali perang tanding satu lawan satu. Belum termasuk yang ditewaskannya dalam perang berkecamuk.

Sesungguhnya dia pemberani yang pantang mundur. Khalifah umar bin Khattab pernah menulis surat kepada para panglima, supaya tidak mengangkat Al-Barra’ bin Malik menjadi komandan pasukan, karena dikhawatirkan dengan keberaniannya yang luar biasa itu akan membahayakan bagi tentara muslimin.

Al-Barra’ bin Malik adalah saudara kandung Anas bin Malik, khadam Rasulullah. Seandainya diceritakan kisah kepahlawanan Al-Barra’ semuanya, sudah tentu akan menghabiskan halaman yang banyak. Karena itu kita cukupkan sebuah kisah saja, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kisah kepahlawanannya.

Kisah ini terjadi tidak berapa lama sesudah Rasulullah wafat, yaitu ketika beberapa kabilah Arab murtad dari agama Islam secara beramai-ramai, sebagaimana tadinya mereka masuk Islam beramai-ramai. Akhirnya tinggal dalam Islam hanyalah para penduduk Makkah, Madinah, Thaif, dan beberapa kelompok yang terpencar-pencar di sana sini. Mereka orang-orang yang teguh dan mantap imannya.

Khalifah Abu Bakar menghendaki agar ancaman terhadap eksistensi Islam ditanggulangi sampai tuntas. Maka dibentuknya sebelas pasukan tentara, terdiri dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Lalu dikirimnya ke seluruh jazirah Arab, untuk mengembalikan orang-orang yang murtad dan atau memerangi siapa yang membangkang.

Kelompok orang-orang murtad yang paling jahat dan besar ialah kelompok Banu Hanifah yang dipimpin Musailamah Al-Kadzdzab. Jumlah mereka tak kurang dari empat puluh ribu orang, terdiri dari prajurit-prajurit tangguh dan berpengalaman perang. Kebanyakan mereka murtad dan mengakui Musailamah karena fanatik kesukuan, bukan karena percaya kepadan kenabian Musailamah.
Sebagian mereka berkata, “Saya tahu Musailamah itu bohong dan Muhammadlah Nabi yang benar. Tetapi kebohongan Bani Rabi’ah (Musailamah) lebih saya sukai daripada kebenaran Bani Mudhar (Muhammad).”

Tentara muslimin yang pertama-tama datang menyerang Musailamah dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Pasukan Ikrimah dapat dikalahkan tentara Musailamah, sehingga lari kucar-kacir dan Ikrimah sendiri tewas sebagai syahid.

Sesudah itu dikirim oleh Khalifah Abu Bakar pasukan kedua di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Dalam pasukan Khalid ini terdapat pahlawan-pahlawan Anshar dan Muhajirin. Di antara mereka terdapat Al-Barra’ bin Malik Al-Anshary, dan beberapa pendekar muslim lainnya.
Pasukan Khalid bertemu dengan pasukan Musailamah di Yamamah. Pertempuran segera terjadi tak dapat dihindari. Belum lama kedua pasukan itu bertempur, ternyata pasukan Musailamah lebih unggul. Mereka dapat mendesak mundur pasukan Khalid dari posisinya, hingga pasukan Musailamah berhasil menyerbu sampai ke perkemahan Khalid bin Walid dan menghancurkan perkemahan itu. Bahkan istri Khalid nyaris terbunuh ketika itu, seandainya tidak sempat diselamatkan pengawal.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Khalid melompat ke tengah-tengah pasukannya dan mengubah susunan pasukan. Kaum Muhajirin, kaum Ansar dan prajurit yang terdiri dari anak-anak desa dipisah-pisahkannya menurut kelompok masing-masing. Tiap kelompok dikepalai salah seorang dari kelompoknya sendiri. Dengan begitu Khalid dapat mengetahui kesanggupan masing-masing kelompok, serta mengontrol di mana letak kelemahan tentara muslimin.

Kini kedua pasukan baku-hantam dan baku tebas dengan sengit dan mengerikan. Kaum muslimin memperlihatkan kemampuan yang belum diperlihatkan sebelumnya. Tentara Musailamah bertahan di medan tempur bagaikan gunung, kokoh dan kuat. Mereka tidak peduli walaupun kurban banyak jatuh di pihak mereka. Kaum muslimin memperlihatkan keberanian luar biasa, yang kalau dihitung-hitung sesungguhnya merupakan peristiwa yang sangat mengerikan.

Lihatlah Tsabit bin Qais yang memanggul bendera Anshar. Dia melilit tubuhnya dengan kain kafan, kemudian digalinya lobang setinggi betis. Lalu dia turun ke dalam lobang itu. Dia bertahan di lubang itu mengibarkan bendera kaumnya sampai tewas sebagai syuhada.

Zaid bin Khattab, saudara Umar bin Khattab, memanggil kaum muslimin, “Wahai kaum muslimin, bertempurlah dengan gigih! Tewaskan musuh-musuh kalian dan terus maju! Wahai manusia! Demi Allah! Saya tidak akan berbicara lagi sesudah ini sampai Musailamah dihancurkan, atau saya syahid menemui Allah. Saya akan diperlihatkan kepada Allah bukti bahwa saya betul-betul syahid.” Kemudian dia maju menyerang musuh, bertempur sampai tewas sebagai syuhada.

Lain pula dengan Salim, maula Abu Hudzaifah, pembawa bendera kaum Muhajirin. Kaumnya khawatir dia lemah atau takut. Kata mereka kepada Salim, “Kami sangsi dengan keberanian Anda menghadapi musuh.”

Jawab Salim, “Jika kalian sangsi terhadap saya, percuma saya menjadi pembawa bendera Al-Qur’an” Kemudian dia menyerbu musuh-musuh Allah dengan berani sehingga ia tewas pula sebagai syuhada.

Tetapi kepahlawanan mereka belum seberapa dibandingkan dengan kepahlawanan Al-Barra’ bin Malik. Ketika Khalid melihat api pertempuran semakin berkobar, dia berpaling kepada Al-Barra’. Kata Khalid memerintah, “Kerahkan mereka, hai pemuda Anshar!”
Al-Barra’ berteriak memanggil kaum Anshar, “Hai kaum Anshar! Jangan kalian berpikir-pikir hendak kembali ke Madinah. Tidak ada lag! Madinah sesudah hari ini. Ingatlah kepada Allah semata-mata kemudian ingat surga”. Sesudah begitu, dia maju mendesak kaum musyrikin, diikuti prajurit Anshar. Pedangnya menari lincah menebas kuduk musuh-musuh Allah.

Melihat prajuritnya banyak berguguran, Musailamah dan kawan-kawan menjadi gentar. Karena itu mereka lari berlindung dalam sebuah perkebunan. Kebun itu kemudian terkenal dalam sejarah dengan nama “kebun maut”, karena banyaknya manusia yang terbunuh dalam kebun itu.

Kebun maut itu adalah tempat lari terakhir bagi Musailamah dan tentaranya. Pagarnya tinggi dan kokoh. Musailamah dan puluhan ribu tentaranya mengunci pintu rapat-rapat dari dalam. Mereka bertahan dalam kebun itu seolah-olah dalam benteng. Dari puncak pagar mereka menghujani kaum muslimin yang berusaha masuk kebun dengan panah.
Kata Al-Barra’, “Angkat saya dengan gala dan lindungi saya dengan perisai dari panah-panah musuh. Sesudah itu lemparkan saya ke dalam kebun di dekat pintu. Biarlah saya syahid untuk membukakan pintu bagi kalian.”

Dalam sekejap Al-Barra’ sudah berada di atas sebatang gala. Tubuhnya enteng, karena awaknya kurus kecil. Sepuluh orang pemanah melemparkannya ke dalam kebun maut. Al-Barra’ meluncur di atas ribuan tentara Musailamah. Kehadirannya menyebabkan mereka ngeri bagaikan disambar petir di siang bolong. Sementara itu Al-Barra’ sudah berhasil memukul tewas sepuluh orang penjaga pintu. Al-Barra’ segera membukakan pintu bagi kaum muslimin. Namun begitu, Al-Barra’ tak luput dari sentuhan pedang dan goresan panah yang menyebabkan sembilan buah luka menganga di tubuhnya.

Kaum muslimin tumpah ruah menyerbu ke dalam kebun maut. Pedang mereka berkelebat di kuduk orang-orang murtad. Lebih kurang dua puluh ribu orang korban yang tewas di pihak mereka. Termasuk pemimpin mereka, Musailamah Al-Kadzdzab.
Al-Barra’ segera dinaikkan kawan-kawannya ke atas kendaraan untuk diobati. Sebulan lamanya Khalid merawat dan mengobati Al-Barra’ sampai Allah menyembuhkan luka-lukanya. Dia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi kemenangan bagi kaum muslimin.

Al-Barra’ bin Malik Al-Anshari sangat merindukan kematian sebagai syahid. Dia kecewa karena gagal memperolehnya di kebun maut. Maka sejak itu dia selalu menceburkan diri dalam peperangan untuk mencapai cita-cita besarnya, dan karena rindu hendak segera bertemu dengan nabinya yang mulia.

Ketika perang penaklukan kota Tustar di Persia, tentara Persia berlindung dalam sebuah puri. Puri itu merupakan benteng yang kokoh bagi tentara Persia. Temboknya tinggi, besar, pintu-pintunya kuat dan kokoh. Kaum muslimin mengepung Puri dengan ketat. Setelah mereka terkepung begitu lama, akhirnya mereka mendapat kesulitan. Mereka mengurkan kait-kait besi yang panas membara dari puncak pilar untuk mengait tentara kaum muslimin. Tentara muslimin yang terkait mereka angkat ke atas, adakalanya langsung tewas atau pingsan.

Mujur bagi Anas bin Malik, dia terkait oleh pengait berapi itu. Kemudian Al-Barra’ saudaranya melompat ke dinding benteng dan melepaskan pengait dari tubuh saudaranya. Tangan Al-Barra’ terbakar dan melepuh memegang pengait yang panas membara. Tetapi dia tidak peduli asal saudaranya lepas dari pengait itu. Kemudian dia berhasil turun dengan jari-jari tangannya tanpa daging. Dalam perang Tustar ini dia mendoa kepada Allah semoga diberi rezeki sebagai syuhada. Allah memperkenankan doanya. Dia syahid menemui Allah dengan senyum bahagia.

Semoga Allah menjadikan wajahnya gemerlapan di surga, dan menyejukkan pandangannya menemani nabinya, Muhammad SAW dalam ridha-Nya. Amiin.

Sumber: Kepahlawanan Generasi Shahabat Rasulullah SAW terjemah Suwarun min Hayaatis Shahabat

Aku bersaksi... [part 1]

credit: http://thinkplanact.wordpress.com



“Aku bersaksi bahawasanya tiada tuhan yang disembah melainkan Allah. Dan Aku bersaksi bahawasanya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah“

Begitulah sebuah lafaz teragung satu makhluk yang bernama manusia. Sebuah ikrar yang terpancar dari lafaz mulut. Pancaran hasil dari keyakinan yang jitu terhadap apa yang dilafazkan. Namun apakah kandungan lafaz ini? Hanya sekadar lafaz? Atau ia sebenarnya mengandungi sesuatu makna yang begitu besar di sisi Sang Maha Pencipta. Jika benar, maka apakah makna yg besar itu? Apakah sudah diri ini menggapai makna besar tersebut? Sama-sama kita check kembali…insyaAllah.

Firman Allah SWT di dalam Surah Al Baqarah ayat 143,

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…“

Saudaraku, lafaz agung yang kita gelar ia sebagai Kalimah Syahadah itu membawa erti yg besar. Lihat perkataan syuhadaa’ yang Allah SWT gunakan pada ayat diatas. Bandingkan ia dengan perkataan ashhadu di dalam barisan Kalimah Syahadah. Kedua-duanya adalah dari kata akar yg sama, syahada yang terkandung di dalamnya maksud dia telah melihat dengan yakin akan apa yg dilihatnya itu adalah benar dan memahami erti sebenar apa yg dilihatnya. Itulah maksud syahada. Ashhadu adalah lafaz yg digunakan untuk diri kita mengakui yang kita menyaksikan sebuah kebenaran dan meyakininya. Manakala, syuhadaa’ adalah gelaran untuk mereka yang telah ashhadu tadi.

Maka fahamlah kita bahawa ayat 143 di atas adalah ayat yang Allah SWT tujukan kepada kita yang sudah bersyahadah ini, sepertimana ayat2 yang lain di dalam Al Quran.



Penyaksian kita akan hakikat bahawa, tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menjadikan kita berada di dalam posisi di tengah-tengah antara Rasulullah SAW dan umat manusia. Ingatkah kita akan suasana hari Akhirat? Hakim Mutlak adalah Allah ‘Azza wa Jal. Dipanggil setiap rasulNya ke hadapan untuk ditanya akan tugas mereka sebagai utusan Allah. Apakah sudah berjaya disampaikan dan diamalkan oleh umatnya? Pada ketika itu, untuk kita, Rasulullah SAW akan bersaksi ke atas kita bahawa risalah Allah SWT telah Rasulullah SAW sampaikan kepada umat baginda dan sudah tentu risalah tersebut terus tersebar hasil usaha para sahabat, tabi’en dan org2 Islam yang lain dari zaman ke zaman, hingga bersyahadahnya kita pada hari ini sebagai Muslim sekalipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah SAW yg tercinta. Namun, ayat diatas terus menyebutkan bahawa, bagi mereka yg sudah bersyahadah ini, mereka bakal dipanggil oleh Allah SWT untuk menjadi saksi ke atas sekalian manusia yang hidup pada zaman kita, tentang apakah risalah Tauhid yg dibawa oleh Rasulullah SAW kepada kita dan kita mengimaninya, sudah kita sampaikan kepada manusia yang lain. Sedarlah…dan bayangkan…apa jawapan kita di hadapan Allah SWT nanti saat ditanya soalan ini?

Ingatlah Neraka menanti mereka yang ingkar dan lalai dalam hidupnya di dunia ini. Mereka2 yang lalai terhdap tanggungjawab yang dipikulkan ke atas pundak kita semua makhluk Allah yang diberi amanah sebagai ‘abid dan khalifah.

Itulah sebuah hakikat yang dilupakan oleh ramai orang yang mengaku beriman. Syukur kepada Allah SWT diberikan keimanan yang insyaAllah dengannya boleh mendapat SyurgaNya. Namun, dengan syarat sudah dilaksanakan amanah sebagai syuhadaa’ kepada sekalian manusia. Maka, tiada apa yang lebih jelas tentang wajibnya tugas menyampaikan Islam kepada orang lain itu.

“Aku seorang Muslim sebab aku dah bersyahadah!”.

Benar saudaraku, katamu benar. Maka bersaksilah bila kamu Muslim, bukanlah dengan engkau hanya mengetahui dan beramal dengan Rukun Islam yang 5 sahaja. Sedangkan Syahidah Pertama, Sumayyah, sendiri tidak mengetahuinya. Namun, srikandi Islam ini sudah pun syahid bertemu Allah SWT sebagai seorang yang berdakwah (da’ie). Bukankah dia juga syahid sebagai Muslim? Bukalah mata, bukalah hati…inilah erti terbesar menjadi seorang Muslim. Maaf kerana ini tidak diajar ketika kita di bangku sekolah. Mungkin musuh gentar luluh jikalau semua yang mengaku Muslim memahami akan hakikat ini. Namun, inilah hakikat sebanr seorang yang bersyahadah…maka benarkanlah penyaksian syahadahmu dengan berdakwah & menyampaikan Islam kepada orang lain.

Allah SWT berfirman kepada kita,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Al Quran 41:33)

Allah SWT berfirman lagi,

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. ” (Quran 61:10-11)

(Rujukan: Syahadatul Haq oleh Syeikh Al Maududi)

Day 16



RAMADHAN DAY 16 ♥

"Share gifts, spread love" (Abu Ya'la)

Giving gifts is special in Islam, and it doesn't only apply to certain occasions. Muslims are encouraged to give gifts to each other as that strengthens bond; all year round! ♥

Giving gifts might be a simple thing, but there are proper etiquettes to it.
“Whoever does you a favour, respond in kind, and if you cannot find the means of doing so, then keep praying for him until you think that you have responded in kind.” (Abu Daawood) From this hadith sahih, we Muslims should know that:

- Respond kindly to the gift-giver, just as he treated you
- If you're unable to treat him in return, make dua' and pray for him

The best dua' that was thought is to say "Jazakullahu Khair" which means "May Allah reward you with good" to gift-givers.

There are many selection of gifts you can give to your family, peers, neighbours and your halal partner, but giving Islamic gifts (hijab for the ladies, book of reminders, modest clothing, etc) is the best as you're also doing your job as a righteous Muslim, which is to encourage Islam to other people! :D

And the most important thing is that, give gifts with upmost sincere niat! :)

So give gifts, spread love and strengthen bonds.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...