Showing posts with label SH. Show all posts
Showing posts with label SH. Show all posts

Thursday, March 22, 2012

the flies and the bees

Alhamdulillah, looking at the last post, I haven't been able to write more for this month. For the last few month, I have been very inconsistent in writing up sharing material with all of you readers. I will do better insyAllah in the future. In hoping that the sharing of materials can bring you reader closer towards Allah swt, not further away from Him, insyAllah ^.^,

Talking about sharing of material, last week there has been some sharing session by one of the elderly in a program (actually he was there to officiate the program, but he also gave some intro/opening speech that left me awed ^.^,).  In his sharing session, he was making comparison between a fly and a bee. Both insect have wings given by Allah swt in order to seek for food and live their life according to their fitrah (sunnatullah/mother nature). However, differences can be seen in terms of the type of food that both seek for, and the kind of consequences that it can bring to us human being. Let us look at the characteristic of both animal one by one.

-The Fly-
In common situation, people usually hate flies! At most homes, there usually fly repellent tools that looks like a big "sudip", used for crushing this annoying animal. Even at some restaurant or food court there usually a (many) patch(es) of glued sheet that attract the flies and left them badly attached until they die. Why? Because it is believed that flies can cause great harm to us human being. They feed on trashes and waste, dead bodies, good food turn bad, and many other source that is rather disgusting to be discussed here. Adding to their dinner plate, is our dinner plate. They will take the chance to feed on our food and left little souvenirs in  form of eggs in exchange ^.^, If we did not realize this and continue to eat that delicious dinner of ours, we have a great chance of getting sick the next day.

not forgetting, they also love raw food
[credit]


Additional notes on flies, Allah swt has made a comparison in the al-quran and challenge the kafirun/musyrikun of creating this amazing (but we found them annoying) animal.
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarbenarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Surah Al-Hajj, 22: 73-74)
So, are we eligible enough to think of this animal as annoying? Isn't what they did was only a form of obedience towards Allah swt? ^.^,

-The Bees-

Look at those beautiful stripes and amazing work on extracting the nectar [credit]


Different from bees, they feed on beautiful flowers that contain delicious nectar. Everyday they will go around the neighbourhood in search for more beautiful flowers in effort of producing more delicious honey. This also the honey that Winnie The Pooh loves to get his hands on ^.^, and that is no different from us. The honey produced by the bees is harvested by us human beings because of the nutrients that it can provide for our good health.

To add some notes on bees, while you readers are reading this, take the al-quran, and try to read Surah An-Nahl:68-69. Such an amazing explanation and description by Allah swt regarding bees:
"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.  Kemudian, makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dipermudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu, keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir".

One of the things that struct me was that, Allah swt has already said in the Al-Quran that us human beings, will actually create a place for the bees to harvest their honey in (the place is commonly known as bee hives). And this has been pointed out more than 1400 years ago! And the reason why the bees do make their honey at that particular place, is because it is a form of obedient towards Allah swt. SubhanAllah~
even at the mustard field, human constructed bee hives for the buzzzy bees ^.^,

while this one is a beautifully constructed bee hives that resides at a pool of gold flowers
[credit]

-the significance of these two animals-
Both animal is seen to bring either benefit or harm to us. However, regardless of our feelings towards them, always remember that both are still the creation of Allah swt. Creations that are being created for its own purpose that some of us may understand, while some of us ignore. Agree? Let us compare.

As you can see, life of the flies looks like the life of us human being. Some of us live our life ignorantly and acquire bad knowledge and skills. Which in return, we tend to bring harm to other people around us, in the loci that is reachable for us.

If we to our life to the bees, in seeking to produce/share great honey for the benefit of human beings, we will find useful knowledge, skills and understanding. All of which can be contributed back towards the other human being that we can reach/interacted with. Whether they are our family, acquaintance, or even strangers.

So, which one do you prefer? A life that bring great destruction and harm to others? Or the life that bring great help and goodness to others? You decide ^.^,



untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Saturday, February 25, 2012

jangan tanyakan aku tentang hidupku




jangan tanyakan aku tentang hidupku
ia adalah sebuah rahsia kehidupan
ia adalah anugerah.. ia adalah ujian
ia adalah dunia yang penuh dengan cita-cita
aku telah menjualkannya kepada Allah
kemudian aku berjalan dalam barisan para pembawa petunjuk

dan jalan hidupku adalah
al-Qur’an, pedang, dan ujian..
Allah telah memberkatinya dan para nabi terdahulu telah melaluinya
para syuhada’ telah menyirami jalan ini dengan darah mereka
maka jadilah ia taman indah yang dikelilingi cahaya

sedangkan penghujung perjalananku adalah
apa yang meredhakan Allah dan apa yang diinginkanNya
keuntungan dengan kemenangan nyata
atau kesyahidan dan keabadian
jika engkau telah berada di muka bumi
dan engkau tahu umurmu terbatas
maka jadilah pahlawan dan pembawa petunjuk
jika tidak alangkah buruknya kewujudanmu

author: unknown


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, March 24, 2011

Aku bersaksi

artis: Firdaus, Noh-Hujan, Sheila Abdull

[Noh]
Aku melihat dunia pada mengenalMu
Namun tak hentikanku untuk terus mencariMu
Sampaiku rasa ada suatu yang berbeza
Kehampaan di jiwa terjawab sempurna

[Firdaus]
Di sini ku temu kan kedamaian
Tiada yang lain kan menggoyahkan
Ku ikrarkan sungguh sepenuh hatiku
Sepenuh hatiku..

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
Penguasa Alam semesta
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusanNya
Bagi seluruh manusia di dunia

Keyakinan hati ini membuatku memilih jalan ini
Selamanya akan aku pasrahkan
Hidup dan mati kepada Mu Tuhan

Aku bersaksi bahawa tiada tuhan selain Allah
Penguasa Alam semesta
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusanNya
Bagi seluruh manusia di dunia

Ku bersaksi bahawa tiada tuhan selain Allah
Penguasa Alam semesta
Dan Nabi Muhammad utusanNya
Bagi seluruh manusia di dunia

Tiada tuhan selain Allah
Nabi Muhammad utusanNya [2x]


Thursday, February 24, 2011

andaikata...




jom kita check-up iman.

sekiranya kita tidak ingat apa-apa dalam ceramah / usrah melainkan kelakar dan keletihan, mari kita periksa diri masing-masing.
Adakah aku telah benar-benar beriman sebagaimana orang yang beriman telah benar-benar beriman? Kita belum belum beriman seperti orang yang telah beriman. Kita Islam hanya pada nama, mengakui cinta kita pada Rasulullah saw, tetapi cita-cita tiada dalamm cita-cita untuk diamalkan.

Apakah sunnah yang terbesar?
Ini lah dia:

andai kata setiap langkah yang Rasulullah saw berjalan akan tumbuh rumput, maka seluruh Mekkah dan Madinah akan dipenuhi rumput. Kerana Rasulullah saw selalu berDAKWAH dari lorong ke lorong, pintu ke pintu, kabilah ke kabilah dan hati ke hati.




"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-Mu Dia-lah yang lebih Mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk" (Al-Nahl: 125)

Thursday, February 10, 2011

선생님과 학생


did you know what is the sweetest thing in the world?
it is not when we are eating sweets,
neither when our boyfriend/girlfriend give us presents/surprise,
but it is when you feel the sweetness of iman that you wanted to share with the one that you love, and to share with the one that you wanted to be with in the heaven. insyAllah.

so, I have a story to share with all of you. Allow me to speak in Malay:

Diceritakan pada suatu hari seorang yang soleh bernama Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada seorang muridnya, Hatim Al Asamm :

"Berapa lamakah kamu duduk belajar bersamaku?"

"33 tahun," jawab Hatim.

"Dan apakah yang kamu telah pelajari daripadaku selama masa itu?"

"Lapan perkara," kata Hatim.

Syaqiq berseru, "Kita adalah dari Allah dan kita akan kembali kepadaNya!"

"Kamu telah pergunakan seluruh kehidupan kamu denganku dan hanya belajar lapan perkara!!!!

Apakah perkara-perkara itu?

PERTAMA :

Jawab Hatim :

"Pertama sekali, saya melihat kepada manusia dan saya dapati setiap mereka mencintai sesuatu dan meneruskan usaha untuk mendapatkan apa yang dicintai itu. Apabila dia sampai ke kubur, apa yang dicintai selama ini meninggalkannya.

Oleh itu saya membuat bekalan amal kebaikan sebagai perkara yang saya cintai kerana apabila saya memasuki kubur, amal-amal kebaikan ini akan masuk bersama saya."

Syaqiq berkata, "Kamu telah lakukan yang terbaik. Apakah perkara yang kedua?"

KEDUA :

"Perkara yang kedua ialah apabila saya memikirkan ayat-ayat Allah Yang Maha Agung.”

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, syurgalah tempat tinggalnya.” (QS An Naazi’aat : 40 – 41)

Mengetahui bahwa ayat-ayat Allah ini benar, saya berusaha bersungguh-sungguh terhadap diri saya untuk menahan keinginan-keinginan saya sekuat-kuatnya sehingga saya bergantung sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Agung.

KETIGA :

Perkara ketiga ialah apabila saya melihat kepada manusia dan saya mendapati setiap mereka mempunyai sesuatu yang berharga yang membuatkan mereka menghargai dan menjaganya dengan baik.

Kemudian saya meneliti ayat-ayat Allah Yang Maha Agung :

“Apa yang ada disisimu akan lenyap dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal.” (QS An Nahl : 96)

Oleh itu apabila sesuatu yang berharga datang kepadaku, saya akan serahkannya kepada Allah Yang Maha Agung supaya ianya akan disimpan oleh Allah untukku.

KEEMPAT :

Perkara keempat ialah apabila saya melihat kepada makhluk-makhluk Allah dan saya dapati kesemua mereka meletakkan nilaian yang tinggi terhadap :

Harta.
Harga diri.
Maruah.
Keturunan.
Maka saya memerhatikan perkara-perkara tersebut dan mendapati tiada apa-apa yang bererti padanya.

Kemudian saya meneliti ayat-ayat Allah Yang Maha Agung :

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS Al Hujuraat : 13)

Oleh itu saya meletakkan ketakutan saya kepada Allah sepenuhnya supaya saya akan dipandang tinggi pada kacamata Allah swt.

KELIMA :

Perkara yang kelima ialah apabila saya melihat kepada manusia dan saya dapati sebahagian mereka menyerang peribadi sebahagian lain dan sebahagiannya pula mengutuk sebahagian yang lain dan saya sedar bahwa sebab utama yang berlaku demikian ialah kerana dengki.

Kemudian saya meneliti ayat-ayat Allah Yang Maha Agung :

“Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS Az Zukhruf : 32)

Oleh itu saya meninggalkan sifat dengki dan permusuhan terhadap makhluk-makhluk dengan kesedaran bahwa apa-apa yang telah ditetapkan untuk saya adalah mutlak dan akan sampai kepada saya.

KEENAM :

Perkara yang keenam ialah apabila saya melihat manusia berlawan dan bermusuh sesama mereka. Saya mencari-cari dan akhirnya mendapati bahwa musuh sebenar saya adalah syaithan dan benarlah Allah Yang Maha Agung berfirman :

“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.” (QS Faathir : 6)

Oleh itu saya menjadikannya sebagai musuhku dan menyayangi yang selain darinya.

KETUJUH :

Perkara yang ketujuh ialah apabila saya melihat kepada manusia dan mendapati mereka mencari kekayaan secara berlebihan dan menghinakan diri mereka kerananya. Saya meneliti ayat-ayat Allah Yang Maha Agung :

“Dan tidak ada satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS Hud : 6)

Saya sedar bahwa saya adalah salah seorang yang dikurniakan sesuatu oleh Allah justeru saya menyibukkan diri saya dengan Allah Yang Maha Agung dan meninggalkan segala sesuatu selain dariNya.

KELAPAN :

Perkara yang kelapan ialah apabila saya melihat kepada manusia dan mendapati mereka bergantung kepada berbagai perkara seperti :

Perniagaan mereka.
Jawatan mereka.
Kekayaan mereka.
Setiap makhluk bergantung kepada makhluk yang lain!!!!

Saya kemudian meneliti ayat-ayat Allah Yang Maha Agung :

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS At Thalaq : 3)

Oleh kerana itu saya meletakkan keyakinan saya sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Agung.

Akhirnya Syaqiq berkata :

"Hatim, sesungguhnya Allah telah mengurniakan kepada kamu keuntungan dan tidak ada kerugian bagi kamu sedikitpun. Dia memberi hikmah kepada siapa sahaja yang dikehendakiNya."

Demikianlah secebis kisah orang-orang yang soleh dan bagaimana mereka melihat kehidupan dunia ini dan cara-cara untuk berinteraksi dengannya secara yang benar sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah berdasarkan ayat-ayat Allah di dalam Al Qur'an yang mulia.

Akhir sekali marilah kita sentiasa meneliti dan mengambil i'tibar yang sewajarnya terhadap ayat-ayat Allah yang sebanyak 6,666 ayat yang terdapat di dalam Al Qur'an dan cuba untuk memahami dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga Al Qur'an itu benar-benar menjadi rujukan dan panduan hidup kita kerana kita tidak akan sesat selama-lamanya selagi kita mengambil dari sumber airnya yang bersih dan jernih yang dapat menghilangkan kehausan keyakinan dan ketenteraman hati sehingga hidup kita benar-benar akan terasa nikmat dan mendapat keridhaan Allah swt.

Ya Allah, jadikanlah Al Qur'an ini sebagai pembimbing kami sehingga ianya dapat menuntun kehidupan kami ke jalan yang benar dan lurus dan kami mohon kepadaMu supaya kami dapat beristiqamah di atas jalan ini sehingga kami menemuiMu di akhirat nanti.

Ameen Ya Rabbal Alameen

Saturday, August 28, 2010

Aku bersaksi... [part 1]

credit: http://thinkplanact.wordpress.com



“Aku bersaksi bahawasanya tiada tuhan yang disembah melainkan Allah. Dan Aku bersaksi bahawasanya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah“

Begitulah sebuah lafaz teragung satu makhluk yang bernama manusia. Sebuah ikrar yang terpancar dari lafaz mulut. Pancaran hasil dari keyakinan yang jitu terhadap apa yang dilafazkan. Namun apakah kandungan lafaz ini? Hanya sekadar lafaz? Atau ia sebenarnya mengandungi sesuatu makna yang begitu besar di sisi Sang Maha Pencipta. Jika benar, maka apakah makna yg besar itu? Apakah sudah diri ini menggapai makna besar tersebut? Sama-sama kita check kembali…insyaAllah.

Firman Allah SWT di dalam Surah Al Baqarah ayat 143,

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…“

Saudaraku, lafaz agung yang kita gelar ia sebagai Kalimah Syahadah itu membawa erti yg besar. Lihat perkataan syuhadaa’ yang Allah SWT gunakan pada ayat diatas. Bandingkan ia dengan perkataan ashhadu di dalam barisan Kalimah Syahadah. Kedua-duanya adalah dari kata akar yg sama, syahada yang terkandung di dalamnya maksud dia telah melihat dengan yakin akan apa yg dilihatnya itu adalah benar dan memahami erti sebenar apa yg dilihatnya. Itulah maksud syahada. Ashhadu adalah lafaz yg digunakan untuk diri kita mengakui yang kita menyaksikan sebuah kebenaran dan meyakininya. Manakala, syuhadaa’ adalah gelaran untuk mereka yang telah ashhadu tadi.

Maka fahamlah kita bahawa ayat 143 di atas adalah ayat yang Allah SWT tujukan kepada kita yang sudah bersyahadah ini, sepertimana ayat2 yang lain di dalam Al Quran.



Penyaksian kita akan hakikat bahawa, tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menjadikan kita berada di dalam posisi di tengah-tengah antara Rasulullah SAW dan umat manusia. Ingatkah kita akan suasana hari Akhirat? Hakim Mutlak adalah Allah ‘Azza wa Jal. Dipanggil setiap rasulNya ke hadapan untuk ditanya akan tugas mereka sebagai utusan Allah. Apakah sudah berjaya disampaikan dan diamalkan oleh umatnya? Pada ketika itu, untuk kita, Rasulullah SAW akan bersaksi ke atas kita bahawa risalah Allah SWT telah Rasulullah SAW sampaikan kepada umat baginda dan sudah tentu risalah tersebut terus tersebar hasil usaha para sahabat, tabi’en dan org2 Islam yang lain dari zaman ke zaman, hingga bersyahadahnya kita pada hari ini sebagai Muslim sekalipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah SAW yg tercinta. Namun, ayat diatas terus menyebutkan bahawa, bagi mereka yg sudah bersyahadah ini, mereka bakal dipanggil oleh Allah SWT untuk menjadi saksi ke atas sekalian manusia yang hidup pada zaman kita, tentang apakah risalah Tauhid yg dibawa oleh Rasulullah SAW kepada kita dan kita mengimaninya, sudah kita sampaikan kepada manusia yang lain. Sedarlah…dan bayangkan…apa jawapan kita di hadapan Allah SWT nanti saat ditanya soalan ini?

Ingatlah Neraka menanti mereka yang ingkar dan lalai dalam hidupnya di dunia ini. Mereka2 yang lalai terhdap tanggungjawab yang dipikulkan ke atas pundak kita semua makhluk Allah yang diberi amanah sebagai ‘abid dan khalifah.

Itulah sebuah hakikat yang dilupakan oleh ramai orang yang mengaku beriman. Syukur kepada Allah SWT diberikan keimanan yang insyaAllah dengannya boleh mendapat SyurgaNya. Namun, dengan syarat sudah dilaksanakan amanah sebagai syuhadaa’ kepada sekalian manusia. Maka, tiada apa yang lebih jelas tentang wajibnya tugas menyampaikan Islam kepada orang lain itu.

“Aku seorang Muslim sebab aku dah bersyahadah!”.

Benar saudaraku, katamu benar. Maka bersaksilah bila kamu Muslim, bukanlah dengan engkau hanya mengetahui dan beramal dengan Rukun Islam yang 5 sahaja. Sedangkan Syahidah Pertama, Sumayyah, sendiri tidak mengetahuinya. Namun, srikandi Islam ini sudah pun syahid bertemu Allah SWT sebagai seorang yang berdakwah (da’ie). Bukankah dia juga syahid sebagai Muslim? Bukalah mata, bukalah hati…inilah erti terbesar menjadi seorang Muslim. Maaf kerana ini tidak diajar ketika kita di bangku sekolah. Mungkin musuh gentar luluh jikalau semua yang mengaku Muslim memahami akan hakikat ini. Namun, inilah hakikat sebanr seorang yang bersyahadah…maka benarkanlah penyaksian syahadahmu dengan berdakwah & menyampaikan Islam kepada orang lain.

Allah SWT berfirman kepada kita,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Al Quran 41:33)

Allah SWT berfirman lagi,

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. ” (Quran 61:10-11)

(Rujukan: Syahadatul Haq oleh Syeikh Al Maududi)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...