Showing posts with label KELUARGA ke-2. Show all posts
Showing posts with label KELUARGA ke-2. Show all posts

Thursday, August 30, 2012

not even for a blink of an eye

Yesterday was the last meeting with the little ones for this semester...
while some of us will be on four months vacation,
the others is left to resume at the battlefield. ^.^,

Just a few months left...

bismillahirrahmanirrahim


Ya Allah, please guide us all the way,
Ya Allah, please guide us all the way,
Ya Allah, please guide us all the way,
to Your jannah...

Ya Allah, please do not leave us for even a blink of an eye, and make good of my affairs, all of them...


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, February 23, 2012

jika berkesempatan membuat dosa...

"...seperti gunung yang putih, lalu Allah swt menjadikannya seperti kapas berterbangan..."


Tsauban ra berkata, Nabi Saw bersabda,
"Aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari Kiamat nanti,
 ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung di Tihamah yang putih,
 lalu Allah menjadikannya seperti kapas berterbangan,

Tsauban bertanya, 'Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu
 agar kami tidak seperti mereka sementara kami tidak mengetahui!,'
Beliau bersabda, 'Mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian,  mereka juga bangun malam seperti kalian, akan tetapi apabila mendapat kesempatan untuk berbuat dosa, mereka melakukannya”

 (HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Al-Bany dalam silsilatul Ahaadits Shahihah No,505)


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Wednesday, February 22, 2012

Parents rarely let go...

One fine day that Allah swt has given to many of us...
A pool of words can make so much sense when it is being used to describe so many occurrence of our life or the others before us...
However, this one, left me speechless. SubhanAllah...



Do we? Do we move on? Do we move away? Do we let go of our parents? T.T,

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku pada waktu kecil

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, November 15, 2011

I want to say it... I need to say it rite?

[warning] this post is super long... please be patient and take your time to read it ^.^, May Allah bless us all ^.^,





عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Yang bermaksud: Dari Tamim ad-dari bahwa Nabi SAW bersabda:” ad-Din adalah nasihat”. Kami berkata untuk siapa? Rasul menjawab:” Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, untuk pemimpin Islam dan umatnya” (HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)

Hadith ini terdapat dalam himpunan 4- hadith Imam An-Nawawi. Maka, ia adalah hadith dari pokok-pokok Islam yang penting.
Beberapa ulama' berkata:
Al-Hafizh Abu Nu'aim: "Hadith ini merangkumi masalah yang besar"
Muhammad bin Aslam Ath-Thusi: "Hadith ini merupakan satu per empat bahagian dari agama"
Ibnu Rajab: "Fiqih berputar pada lima hadith... diantaranya hadith nasihat ini"
Mujhidin bin Al-Arabi: "Tidak ada kesempurnaan akhlak yang lebih terliti, dan agung melebihi nasihat"

Allah swt juga berfirman:

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(Surah At-Taubah 91)

Rasulullah saw bersabda:
”Sesungguhnya ridha untukmu tiga hal, dan juga benci bagimu tiga hal: Ridha untukmu jika menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berselisih, dan saling nasihat menasihati terhadap orang yang Allah beri kedudukan memerintah urusanmu. Dan Allah membenci, ungkapan katanya, banyak tanya dan menyia-nyiakan harta”
(HR Muslim).

Dari Jarir berkata:” saya membai’at Rasulullah SAW untuk menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasihat pada setiap muslim.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Malahan, memberi nasihat merupakan amalan para Nabi.

Nabi Nuh:

"Nuh menjawab: “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”. “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui”
(Surah Al-A’raaf 61-62).

Nabi Hud pula:
 “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu”
(Surah Al-A’raaf 67- 68).

Nabi Salleh pula bagaimana?:
Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat”
(Surah Al-A’raaf 79).

Tidak kurang juga Nabi Syu'aib:
Maka Syu`aib meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?”
(Surah Al-A’raaf 93).

Jadi, apa significant nya kepada kita?

Begini, kita lihat dengan lebih mendalam lagi perihal ini.

Nasihat, uish, perkataan yang sering kali difahami sebagai perbuatan yang selalu dibuat oleh orang-orang yang baik jeee... tut tut tut (baca sambil menggelengkan kepala, tutup mata dan mulut muncung ke hadapan).

Nasihat ini, datangnya dari perkataan "nash" (bukan penyanyi tu, tapi bunyi lebih kurang ^.^), yang bererti halus, bersih dan murni. Yang antonimnya adalah: curah atau kotor. Jadi, jika dikatakan nasihat, ia bererti, ucapan yang dikeluarkan itu, harus jauh dari kecurangan atau pembohongan dan juga motivasi kotor. Dalam kata panjangnya, nasihat merupakan ungkapan-ungkapan kehendak untuk melakukan kebaikan kepada objek atau orang yang diberi nasihat itu.

Ibnu Shalah berkata: "Nasihat adalah kata-kata yang merangkumi perbuatan seseorang yang memberi nasihat kepada orang yang diberi nasihat dalam bentuk iradah dan perbuatan"

Ia juga disamakan seperti "al-rijalu nashaha tsaub"... (mak aih, arab lagi ^.^), yang bermaksud seorang lelaki yang menjahit bajunya/kainnya. Maka, orang yang memberi nasihat ini, adalah seolah-olah seperti orang-orang yang menjahid lubang-lubang yang terdapat pada bajunya yang koyak atau lopong. Kiranya, dia melakukan sesuatu yang baik pada kainnya, dan supaya dia juga bisa memakainya dengan baik dan sempurna.

Dalam hadith ini, terdapat beberapa bahagian nasihat ini diberi dan ditujukan.

1) Nasihat kepada Allah
Ini tidak bermakna nasihat tersebut diberikan kepada Allah swt, tetapi, ia beerti:

  • Mentauhidkan Allah dengan sifat Kamal dan Jalal
  • Menyucikan Allah swt dari segala kemusyrikan
  • Iklas kepada Allah swt dalam beramal
  • Menjauhi kemaksiatan 
  • Mentaati dan mencitaiNya
  • berjihad terhadap orang-orang yang mengingkariNya


2) Nasihat kepada Rasulullah saw
Seperti nasihat kepada Allah, dalam hal nasihat kepada Rasul, ialah:

  • Mengimani Rasulullah saw dan semua yang disampaikannya
  • Mencintai, menghormati dan menghidupkan sunnahnya
  • menyebarkan ilmunya
  • mencintai orang yang mencintainya
  • membenci dan memerangi orang yang membenci dan memeranginya
  • mencontohi akhlaqnya
  • mengikuti adabnya
  • mencintai keluarga dan sahabatnya


3) Nasihat kepada pemimpin umat islam
Bermakna:

  • membantunya dalam kebenaran dan mentaatinya
  • mengingatkan dan menyadarkan jika lalai dan salah dengan penuh kelembutan dan penghormatan
  • mendoakan untuk kebaikan pemimpin-pemimpin umat islam


4) Nasihat kepada umat islam adalah dengan:

  • mengaharkan mereka kepada islam dan membimbingnya
  • menututpu aib umat islam
  • mencintai mereka sebagaimana mencintai dirinya
  • membenci bagi mereka apa yang dibenci bagi dirinya dari keburukan 
  • mendoakan untuk mereka di dunia dan akhirat
  • menyingkarkan sesuatu yang membahayakan umat islam
  • mengutamakan yang fakir
  • mengajari yang belum mengetahui tentang islam
  • menyedarkan kesalahannya dengan penuh kelembutan
  • menolong mereka dalam kebaikan dan takwa


Jika melihat makna dan ruang lingkut nasihat maka semua orang amat memerlukan nasihat, baik menerima nasihat atu memberi nasihat. Kerana nasihat adalah perbuatan penyedaran atas kelalaian manusa dan penyempurnaat terhadap kekurangan-kekurangannya. Dan orang yang menolak nasihat dan marah apabila dinasihati, mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan, tidak ingin maju, tertipu dan sombong. Dan salah satu bentuk nasihat yang harus diutamakan adalah memberi nasihat kepada orang yang memintanya.
Rasulullah saw bersabda:
" Jika salah seorang saudaramu meminta nasihat, maka, berilah nasihat dan mudahkanlah dalam memberi" (Hadith Riwayat Bukhari)

Nasihat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat islam, kerana kehidupan umat ini dibangunkan di atas dasar ukhuwwah islamiyyah dan tolong menolong antara satu sama lain. Maka nasihat adalah bentuk yang konkrit yang terhasil dari ukhuwwah dan sifat tolong menolong. Walaupun begitu, nasihat harus dilakukkan dengan penuh ikhlas, sesuai dengan makna nasihat tu. Malahan jika inginkan nasihat tersebut sampai kepada sasaran, ia harus disampaikan dengan cara yang terbaik, iaitu harus ada kelembutan dan kecintaan. Jika nasihat tersebut melibatkan keaiban diri yang akan menerima, maka penyampaiannya harus secara rahsia.

why? why? and why?!

bukan mudah ingin memberi nasihat. malah majoriti dari kita merasakan ianya sesuatu yang ingin dielakkan! "kalau aku duduk bawah tempurung lagi bagus", atau "a..la.. bia lah. dia mesti dah tau apa hukumnya, dan apa yang terbaik untuk dirinya. takkan lah tak tau. pfft" atau "ish..nk ckp ke tak eh.. ish.. nnt kalau dia terasa cam ne? ish...tp nnt kalau akau ditanya dengan Allah, aku nk jawab ape? ish..ish..ish..." adalah beberapa dilemma dan pemikiran yang sering bermain di minda kita betul tak?

Sebenarnya, nasihat merupakan aktiviti para nabi, seperti yang telah dinyatakan di ayat di-atas. Tidaklah perbuatan yang dilakukan oleh para Nabi kecuali, ia adalah perbuatan yang utama. Nasihat juga merupakan tiang Islam yang paling pokok sekali.
Abu Bakar Al-Muzani berkata: " Kelebihan Abu Bakar RA atas sahabat yang lain bukan pada saum dan solatnya, tetapi pada sesuatu yang ada pada hatinya, iaitu mencintai kerana Allah, dan memberi nasihat kepada makhluknya."
Ibnu Mubarak pernah ditanya:
"Amal apakah yang paling utama?"
Beliau menjawab: "Memberi nasihat kerana Allah"
Nah...betulkan?! Nasihat itu suatu perkara yang penting dalam pandangan Islam sehingga saling nasihat menasihati harus saling dibudayakan oleh umat Islam. Hal ini kerana, tiada seorang pun yang sempurna sehingga ketika kita melihat saudara kita lalai, maka kita wajib memberi nasihat padanya. Begitu juga yang sebaliknya.

Seperti yang dikatakan tadi, nasihat bukan sahaja untuk umat Islam, malahan pemimpin yang memimpin umat Islam juga termasuk dalam list penerima nasihat. Dalam sejarah, bisa kita lihat antara pemimpim-pemimpin umat yang menerima nasihat dengan baik. Malahan, mereka megucapkan terima kasih kepada mereka yang memberi nasihat.

Umar Al-Khattab mengatakan: "Semoga Allah merahmati seseorang yang memberitahukan aibku".

Suatu hari, seseorang berkata kepada Umar: "Bertaqwalah engkau!"
Maka, mendengar ungkapa tersebut, yang lain yang berada di situ, mengherdik dan mengatakan: " Engkau mengatakan kepada Amirul Mukminin, bertaqwalah!"
Tetapi, Umar Al-Khattab mencegah dan berkata: "Tidak ada kebaikan padamu jika engkau tidak mengatakan ungkapan tersebut, dan tidak ada kebaikan bagi kami jika tidak mendengarkannya."

Hal yang sama berlaku di saat Umar ingin mengikut berperang melawan Persia, sebahagian sahabat melarang kerana penyertaannya dalam sesuatu peperangan akan memberi kesan yang buruk dan merbahaya terhadap umat Islam. Maka, Umar menerima nasihat tersebut.

Maka, terlihat bahawa nasihat merupakan prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam kerana kehidupan kita dibangun atas dasar ukhuwwah Islamiyyah dan sikap saling tolong menolong. Maka nasihat adalah bentuk yang konkrit dari ukhuwah dan tolong menolong tersebut. Namun, dalam usaha memberi nasihat, ia haruslah dilakukan dengan niat yang iklas kerana Allah swt, tidak mencari populariti, kemahsyuran dan motivasi rendah yang lainnya. Ini adalah kerana nasihat adalah agama, dan dalam melaksanakan agama, hati kita harus ikhlas kerana Allah swt.


Dalam memberi nasihat juga, ia harus dilakukan dengan baik dan bijaksana. Nasihat bukanlah bertujuan membuka aib sesorang di hadapan umum, kerana nasihat adalah perbaikan tetapi membuka aib adalah satu kerosakan. Kerana itu, dalam memberi nasihat, ia harus dijauhkan dari perbuatan yang kasar dan keras. Semakin lembut nasihat tersebut diber, semakin mudah ia diterima ia diterima oleh hati. Sepertimana yang telah disebut dalam firman Allah swt:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”
(Surah Ali-Imran 159).

Diceritakan di masa kekuasaan Bani Abasiah, ada seorang lelaki yang memberi nasihat kepada al-Makmun, kemudian ia masuk istana dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, tetapi dengan cara yang kasar. Maka berkata al-Ma’mun: ”Wahai saudaraku, sesungguhnya Allah telah mengutus orang yang lebih baik darimu kepada orang yang lebih jelek dariku. Allah mengutus Musa dan Harun as kepada Fir’aun dan Allah berfirman, artinya: ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”
(Surah Thaaha 44).

Begitulah nasihat yang seharusnya diberi dengan kata-kata yang baik sehingga ianya mudah untuk diterima dan dilaksanakan. Sedangkan ungkapan yang kasar akan menyakitkan dan menyebabkan permusuhan. Sifat orang yang beriman adalah memberi nasihat dan menutup aib sahabatnya, manakala sifat orang yang fasik akan membiarkan kesalahan temannya dan membuka aibnya.

Seseorang yang hari ini memberi nasihat, mungkin sahaja di hari esok akan mendapat nasihat, kerana nasihat tidak pernah terikat pada orang-orang tertentu dan pekerjaan tertentu. Dan nasihat diperlukan kerana manusia pada lazimnya memiliki karakterisktik yang sering melakukan kesalahan dan lupa. Sehingga ketika dia pada hari ini lupa atau salah, maka yang lain haru s mengingatkan. Begitu juga orang yang hari ini memberi nasihat, mungkin juga di hari esok, dia akan lupa atau salah sehingga harus dinasihati dan diingatkan.

Betapa pentingnya nasihat ini, sampai imam Asy-Syafi'ie berkata mengenai surah al-'Asr: "Jika saja Allah swt hanya menurunkan surah Al-'Asr, maka, sudah cukuplah suran ini sebagai pedoman untuk manusia."




Ketika Umar Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, beliau menulis surat kepada imam Hassan Al-Basri, agar memberi nasihat dan menceritakan sifat-sifat pemimpin yang adil. Maka, Imam Hassan Al-Basri membalas suratnya yang berbunyi:
"Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah swt menjadikan pemimpin untuk:

  • meluruskan orang yang menyimpang
  • mengembalikan arah bagi yang berdosa
  • memperbaiki yang rosak
  • memberi kekuatan kepada yang lemah
  • menegakkan keadilan bagi yang zalim
  • menyedarkan yang lalai


Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin, seperti penggembala yang penuh kasih sayang atas gembalaannya, yang mengiringnya ke tempat penggembalaan yang baik, menjauhkan dari bahaya yang mengancamnya, memeliharanya dari bintang yang buas, dan menjaganya dari panas terik dan hujan"

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti ayah yang bertanggungjawab. Lembut terhadap anaknya. BEkerja untuk anak-anaknya saat masih kecil, mengajarkan mereka dan mengurus keperluan hidupnya dan menabung untuk mereka setelah matinya.

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin, seperti ubu yang lembut terhadap anaknya, mengandung dan melahirkannya dengan susah payah, mengasuhnya ketika kecil, ikut berjaga ketika anaknya bangun malam, dan ikut tenang ketika anaknya tenang. Suatu saat menyusuinya, pada saat yang lain melepaskannya. Merasa senang dengan kesihatannya dan rasa berduka dengan sakitnya.

Pemimpin wahai Amirul Mukminin, seperti hati dengan anggota badan.Anggota badan akan baik jika hatinya baik dan anggota badan akan rosak jika hatinya rosak.

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin adalah orang yang berdiri di antara Allah dan hambaNya, mendengar firman Allah dan memperdengarkannya, mengenal Allah dan memperkenalkannya, dipimpin Allah dan memimpin mereka. Jangan sampai engkau wahai Amirul Mukminin, seperti hamba yang diberi amanah Allah ibarat budak yang diberi amanah oleh majuikannya tentang harta dan keluarga, kemudian menyia-nyiakan harta dan menghancurkan keluarga, membuat miskin anggota keluarga dan membuang harta benda.

Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya, Allah menurunkan hudud (hukuman) agar menyadarkan orang dari perbuatan kotor dan keji. Bagaimana jika hal itu dilakukan oleh orang yang mesti menegakkannya? Dan Allah menurunkan qisas sebagai jaminan kehidupan bagi hambaNya, bagaimana jika yang memimpin melakukan pembunuhan yang mesti menegakkan qisas kepada mereka?

Ingatlah wahai Amirul Mukminin akan kematian dan sesudahnya, sedikitnya temanmu dan pembelamu di sana. Maka engkau hendaklah mempersiapkan bekal untuk kematian dan kehidupan sesudahnya, iaitu di hari yang besar"

Sumber: dakwatuna(dot)com

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Monday, August 8, 2011

Jangan jadi ayam! Jika Hidup bukan untuk Berdakwah

By. Agus Sujarwo

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah
Terus engkau mau ngapain?

Ente pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang

Lupakah engkau
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara kamu
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat cobalah engkau renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu letih

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman
Dinikmati, menghilang dari pandangan
Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan
Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan
Jangan jadikan dakwah sebagai ajang gaul sesama teman
Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang
Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang
Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahanam
Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan

Sahabat
Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia
Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia
Jadikan bahwa tanpa dakwah kalian begitu menderita

Sahabat
Jalan dakwah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya Itu
artinya engkau pun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu bakal dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah
Trus ente mo ngapain?

Mau jadi ayam?
Yang pergi pagi pulang petang
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia rutin bangun sebelum azan
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu
Rutin subuh setengah delapan
Apalagi kalo akhir pekan
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan
Tapi kamu
Elo embat semua yang ada di hadapan
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam
Sementara kamu dikaruniai pikiran

Jika engkau hidup hanya untuk itu semuanya
Maka harga dirimu
Nilainya sama dengan apa yang kamu makan
Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang kamu makan
Karena jasadmu tak ubahnya perekat
Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang
Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan
Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan

Tapi sahabat
Jika engkau hidup untuk dakwah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah dakwah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Sunday, July 31, 2011

with capital I



ramadhan mubarak!

alhamdulillah, Allah swt masih lagi memberi peluang untuk kita bertemu dengan tetamu yang kita nanti-nantikan. Persiapan yang selama ini dilakukan (erk.. ade ke? hehe...insyAllah ade) dibuat khas untuk tetamu istemewa ini (cheewah..hehe). Yup, inilah bulan yang dinanti-nantikan, sejak sekian lama, kerana ia merupakan bulan yang membawa berguni-guni pahala yang kita bisa peroleh sebagai pertukaran untuk amalan-amalan kita yang dilakukan ikhlas kerana Allah swt =). Yang penting, mesti IKHLAS! HWaiting! Gambate! mesti IKHLAS! Yup, kerana dengan Ikhlas, akan datanglah istiqamah.

Sebelum puasa, ade dengar IKIM.fm. Di situ seorang ustaz ade mengatakan, amalan kita ini, seperti exercise. Kalau kita berada di padang, dan akan berlumba lari, mesti kita mesti melakukan warm-up dahulu. Kalau tidak, sudah pasti kita akan kejang di tengah-tengah perlarian, dan akan menyebabkan kesakitan yang teramat sangat! dan membawa keburukan yang bermacam-macam lagi selepas itu. Begitulah juga amalan kita. Sekiranya kita tidak membuat persiapan sebelum ramadhan / tidak warm-up dahulu, pasti kita akan kejang di pertengahan jalan. Pasti kita tidak mampu untuk meneruskan amalan kita dengan baik, malahan ada juga yag tersungkur di tengah bulan. Namun, ini tidak bermakna ia akan mematahkan semangat kita untuk terus beramal di bulan yang mulia ini, disebabkan tiada persiapan/warm-up pada sebelumnya. Tetapi, kita berusaha untuk sentiasa memperbaharui amalan kita dan sentiasa istiqamah. Seperti kita berjalan kaki... slow and steady... kalau boleh fast and steady pun boleh juga, asalkan istiqamah =). Kerana bulan ini merupakan bulan tarbiyyah. Bulan yang mendididik hati, jiwa, mental dan fizikal kita, untuk mengabdikan diri kepada Allah swt dengan istiqamah. Amalan yang kita lakukan pada bulan ini, akan berterusan untuk 11 bulan yang akan datang. InsyAllah, pasti boleh! =) HWaiting! Gambate! (hehe)

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu diwahikan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang Satu maka hendaklah kamu tetap teguh di atas jalan yang betul lurus (yang membawa kepada mencapai keredhaanNya) serta pohonlah kepadaNya mengampuni (dosa-dosa kamu yang telah lalu). Dan (ingatlah), kecelakaan besar bagi orang-orang yang mempersekutukanNya (dengan sesuatu yang lain),.." (Surah Fussilat: 6)

Selamat beramal semua! dan Selamat beristiqamah =)!

p/s sy akan berusaha untuk beristiqamah meng-update blog ini... sekurang2nya, sebulan sekali =), insyAllah... doakan sy =)

Saturday, June 25, 2011

Hanya Dia yg tahu

Apabila berbicara perihal rahsia, pasti ia adalah sesuatu yang hanya diketahui oleh diri sendiri, atau orang-orang yg kita percayai. Bukan sesuatu yang berdosa untuk berahsia, tetapi, ia akan menjadi dosa, sekiranya dalam usaha menutup rahsia tersebut, kita berbohong dan berdusta. Namun, bukan itu yang ingin saya kongsikan pada post kali ini, tetapi perihal jiwa dan rahsia. Jika anda menonton cerita-cerita yang berkaitan manusia -manusia, yang mempunyai super power, mesti ada antara mereka yang mempunyai power mendengar isi pemikiran orang lain. Ini adalah seperti suatu kebiasaan bagi manusia yang ingin mengetahui apa yang sedang difikirkan oleh orang lain. Apa perasaan mereka dan adakah mereka ini mempunyai hati yang bersih, atau yang sebaliknya. Wahh... Pasti menakjubkan jika mempunyai orang yang sebegitu. Namu, pasti juga ada hikmahnya mengapa Allah swt menjadikan itu sebagai rahsia antara hambaNya dan PenciptaNya.

Pagi tadi, dengan bersama-sama seorang sahabat, kami duduk sebentar untuk berkongsi-kongsi pengisian, dan kami membincangkan mengenai surah at-tariq.. SubhanAllah, sungguh menakjubkan! Pada awalnya, sekiranya kita hanya membaca terjemahan surah tersebut, sedikit susah untuk kita memahami makna disebalik penyumpaham Allah swt terhadap alam, bintang yang sinarnya menembusi angkasa, sumpahan terhadap penciptaan manusia, hujan yang turun dan juga tumbuh-tumbuhan yang tumbuh... Namun, hakikat surah tersebut dengan jelasnya menyatakan bahawasanya, setiap jiwa yang Allah swt cipta, pasti ada pengawalnya dan pengawasnya. Sepertimana bintang yang cahayanya menembusi angkasa raya,di mana tiada perkara lain lagi yang mampu menembusi kecuali sinaran cahaya bintang tersebut, begitulah jua, Allah swt yang dapat menembusi dan mengetahui isi pemikiran dan jiwa manusia. Lihat ayat 1-4 surah at-tariq.

Perbahasan berpanjangan lagi apabila Allah swt menceritakan perihal kejadian manusia yang datangnya daripada air mani yang memancut. Bagi lelaki, air mani ini dihasilkan dari tulang sulbi yang berdekatan dengan tulang belakang dan area2 berdekatan dengan punggung (betulkan saya jika salah) manakala, air mani yang dihasilkan oleh wanita adalah terletaknya di bahagian tulang dada. Ilmu ini hanya dapat diperoleh dan dicatat oleh sain moden sesudah Al-Quran telah lama diturunkan. Menakjubkan bukan? Dan daripada air mani yang tidak mempunyai apa-apa kuasa dan kekuatan ini, dengan izin dan juga arahan daripada Allah swt, akan melekat di rahim dan proses mitosis akan berlaku. Dimana, kelompok-kelompok sel akan terjadi dan setiap dari kelompok tersebut akan menjadikan kelompok-kelompok sel yang lain dan setiap dari kelompok-kelompok sel tersebut, akan berfungsi untuk menyempurnakan kejadian anggota-anggota badan kita, untuk menjadi seorang manusia yang sempurna. Bagaimana sel-sel itu mengetahui apa yang dia akan buat? Dan macam mana dia mengetahui bahawasanya dia adalah salah satu daripada kelompok sel yang akan menyempurnakan anggota tangan, atau kaki, atau mata? Haaa... Inilah satu perkara yang aneh yang ingin Allah swt tunjukkan kepada kita semua. Bahawasanya, itu semua hanya akan berlaku dibawah perintah, peraturan dan perancangan dari Allah swt. SubhanAllah. Sungguh menkjubkan bukan? Dan kejadian manusia sebelum hidup/lahir, adalah lebih aneh daripada jangka masa manusia yang hidup sehingga mati.

Oleh kerana itu, ayat yang seterusnya, menceritakan kepada kita bahwasanya, sekiranya kejadian yang aneh itu terjadi pada manusia, bukankah ia lebih aneh sekiranya, manusia ini tidak dipertanggungjawabkan? Dan tidakkah ia lebih aneh jika manusia tersebut tidak diuji... Sungguh aneh! Itulah sebabnya, apabila manusia diciptakan oleh Allah swt, setiap jiwa tersebut pasti ada pengawalnya, dan pasti ada yang mengawasinya, kerana jiwa tersebut akan dipertanggungjawabkan perihal apa yang dikerjakannya sewaktu di dunia, dan amalan-amalan mereka akan dibalas dengan setimpalnya. Dan hari tersebut, lebih dikenali sebagai hari pembalasan atau hari pengadilan. Hari tersebut juga merupakan hari dimana jiwa yang dahulunya penuh dengan rahsia -samada yang baik atau yang buruk-akan dibuka! Beruntunglah kita jika yang terlihat itu adalah hal-hal kebaikan, dan yang terlihat itu adalah dalam kalangan jiwa yang bersih. Manakala, rugilah jiwa-jiwa yang kotor, dan penuh dengan tipu daya!

Ini adalah sebahagian dari perkongsian yang kami bincangkan bersama (untuk selanjutnya, korang semua kena baca tafsir fi zilal ye. Tulisan syed qutb =) ), dan sungguh, menggetarkan hati bagaimana Allah swt menceritakan mengenai setiap jiwa yang mempunyai pengawal dan pengawas masing-masing. Allah swt tidak akan pernah meninggalkan hambaNya, yang sudah susah payah diciptakan dengan proses yang aneh, dan peraturan dan perencanaan yang menakjubkan dengan sia-sia. Setiap dari satu jiwa itu akan dibuka rahsianya satu persatu, dan akan diadili. Ingatkah kita, bahawasanya, perihal ikhlas juga terdapat di dalam hati manusia? Dan ya! Ia juga akan diperlihatkan di kalayak ramai. Maka, mari, kita sama-sama, menjaga hati kita. Mencorak jiwa kita, dengan amalan yang hanya akan mentauhidkan Allah swt, amalan-amalan yang hanya akan dilakukan, ikhlas kerana Allah swt. Dan juga amalan -amalan yang hanya mengenal erti cinta kepada Allah swt...insyAllah... Kita sama-sama doakan supaya kita akan berlari lebih laju lagi dalam usaha meraih mardhatillah, dan menjadi antara muttaqin yang dicintai oleh Allah swt dan seluruh penduduk langit dan bumi... Amin =)

Friday, June 17, 2011

Berlari dan terus berlari

Alhamdulillah...alhamdulillah...alhadmulillah...

Setelah sekian lama menghilang, alhamdulillah, diberi lagi oleh Allah swt untuk kita semua meneruskan kehidupan dan perjuangan sebagai abid Allah swt di muka bumiNya ini. Bersyukurlah kerana masih lagi diberi oleh Allah swt masa utk terus bertaubat dan beramal. Keresahan orang yang mati pada hari semalam, adalah kerana tidak dapat berjumpa dengan hari ini. Kerana masa untuknya untuk terus beramal telah berlalu... Manakala keresahan orang yg mati pada hari ini, adalah kerana tidak bisa bertemu dengan hari esok.

Pernahkah kita terfikir, mengapa kita ditempatkan dan dihantar oleh Allah swt ke tempat-tempat yang tidak pernah terlintas di fikiran kita? Apa yang lebih mencabar ialah, di tepat yang baru dan cukup asing itu, kita perlu berusaha untuk menyeuaikan diri dengan keadaan sekeliling. Orang yang baru, jalan yang baru, tempat yang baru dan aktiviti-aktiviti dan tugasan-Tugasan yang baru. Hmm...bagi saya, ia amat mencabar... namun, umi ada berpesan, mungkin kehadiran kita di sesebuah tempat itu, adalah kerana Allah swt ingin kita mengubah sesuatu, ke arah yg lebih baik... dan mungkin Allah swt menghantar kita di situ, untuk mendidik diri kita, dan menguji kita, dalam persiapan kita menjadi seorang abid Allah swt yang lebih baik. Allah swt ingin menguji bahawa apa yg selama ini kita dididik dengan teori, dimnfaatkan untuk bahgian praktikal pula. Ia dilaksanakan dengan menggunakan semua ilmu dan keimanan yang ada untuk menunaikan kesemua hak-hak yang perlu ditunaikan...itulah kehidupan...itu lah tarbiyyah...sekuat mana kita akan terus berjuang, selama mana kita akan terus istiqamah.

Kadang kala terasa seperti kehidupan ini adalah satu perlarian.



Di mana kita perlu berlari ribuan kilometer dalam jangka masa yang singkat... Tercungap-cungap, keseksakan nafas. Letih.. Tetapi, tidak bisa berhenti. Kerana pelarian ini, masih perlu dihabiskan hingga ke garisan penamat...berlari dan terus berlari... Kadang kala larian itu menyebabkan kita jatuh, tersungkur. Jatuh berdarah. Dan di tengah-tengah jalan itu juga kita terpaksa mendaki, terpaksa melompat dan mengelak dari halangan-halangan yang sentiasa datang tanpa jangkaan. Tetapi, kadang kala juga kita terlupa, bahawasanya, halangan-halangan tersebut mengajar kita untuk lebih sabar, lebih kuat, dan yang paling penting, lebih ikhlas... Kerana, setiap detik yang berlalu sepanjang pelarian kita di jalan kehidupan ini, tidak lain hanyalah utk mendapatkan keredhaan Allah swt. Kita perlu terus menikhlaskan diri..ikhlas..dan sentiasa ikhlas... Kerana keikhlasan itu akan menjadi kayu pengukur dalam perjalanan dan pelarian ini. Setiap dari halangan-halangan tersebut, semuanya adalah apa yang telah ditetapkan oleh Allah swt, atas keredhaanNya. Maka, bersyukurlah kerana kita diuji, kerana itu adalah tanda kasih sayangnya Allah swt pada hambaNya.

Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (sahaja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? (Al-Ankabut: 2)

namun, Allah swt juga mengatakan:

"Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al: Insyirah:5-6)

SubhanAllah, kasih sayang Allah swt pada hambaNya =)

Kerana itu, sedang asyik kita berlari, kita juga bertemu dengan sahabat-sahabat yang turut berlari bersama, ke destinasi yang sama. Di saat itu, baru tersedar, bahawa, kita tidak lagi berseorangan, dan kita tidak akan pernah berseorangan. Sakit kita juga bukan berseorangan, tetapi bersama. Mereka juga menuju ke arah dan destinasi yang sama, untuk mendapat keredhaan yang sama. Walaupun dicampak ke tempat baru, namun, perjalanan yang ditemani oleh sahabat-sahabat yang memahami dan sangat murah hati, yang sangat mengambil berat tentang kebajikan, yang memberikan semangat baru dan kekuatan untuk terus berlari dan berlari. Inilah ukhuwwah... sweet ukhuwwah, yang mengajar seorang hamba untuk terus berfikir untuk hamba-hamba Allah yang lain. Dan alhamdulillah, suatu perkara yang terasa kemanisannya sehingga kini, dan insyAllah sehingga akhir hayat adalah apabila yang mendidik kami untuk sentiasa berlari di atas jalan yang insyAllah penuh barakah ini adalah dalam kalangan ahli keluarga yang tercinta. Alhamdulillah... semoga setiap dari kita diberi kekuatan, ketabahan dan kesabaran untuk sentiasa istiqamah dalam perlarian menuju redha Allah swt =).

p/s untuk ahli-ahli rumah an-nur, jazakumullahukhairan kathira, kerana telah mengajar ana byk sgt perkara yang tidak pernah ana lalui sebelum ini.

Thursday, May 26, 2011

kerana tidak menjadi yg ke-tiga

Seorang pemuda datang membawa hajat setinggi gunung untuk menyunting anak dara sunti, puteri kepada seorang peladang yang berjaya. Peladang itu merenung pemuda mencari kepastian pada wajah anak muda yang bercita-cita menjadi menantunya itu. Dengan tenang dia berkata:

- Wahai anakku, kamu pergi ke ladang dan berdiri di sebelah kandang. Aku akan melepaskan tiga ekor lembu jantan satu demi satu. Sekiranya kamu dapat menangkap ekor salah seekor lembu-lembu itu, kamu dapat berkahwin dengan anakku.

Pemuda itu pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh peladang dan berdiri menunggu lembu jantan seperti yang diminta.

Peladang membuka pintu kandang, maka keluarlah seekor lembu jantan paling besar dan paling buas yang pernah dilihat dalam hidupnya. Hatinya berkata, lebih baik dia tunggu lembu jantan kedua yang mungkin lebih mudah untuk ditangkap ekornya daripada lembu besar yang ganas ini. Dia berundur beberapa tapak membiarkan lembu itu melintasinya dan berlalu pergi. Kemudian peladang membuka kandang sekali lagi. Pemuda tercengang. Dia nampak sesuatu yang hampir-hampir tidak boleh diterima akal! Di hadapannya seekor lembu jantan yang lebih besar dan lebih ganas daripada yang pertama tadi. Lembu jantan itu melompat-lompat sambil mengeboo dengan suara yang nyaring. Air liur meleleh dari mulutnya sedang matanya tepat merenung ke arah pemuda itu. Sekali lagi pemuda itu berundur. Dia berazam, apapun rupa dan keadaan lembu jantan ke tiga, hatta lebih teruk daripada yang ini dia pasti akan akan menangkap ekornya. Dan lembu jantan itupun berlalu.

Peladang membuka kandang buat kali ke tiga. Pemuda tersenyum ceria apabila terpandang lembu jantan yang kurus, lemah tak bermaya. Sesungguhnya inilah lembu jantan paling sesuai untuk ditangkap ekornya. Pemuda membetulkan keadaan, bersiap sedia untuk menangkap ekor lembu jantan yang sedang memulakan langkahnya untuk keluar dari kandang.
Namun, malang bagi si pemuda. Rupa-rupanya lembu jantan itu kudung, ekornya tidak ada!

Itulah. Kadang-kadang kita gagal bukan kerana tidak ada peluang, tapi kerana tidak merebut peluang. Hal ini pernah terjadi pada seorang sahabat yang bernama Asy’ath bin Qais.

Asy’ath bin Qais datang ke Mekah pada permulaan nubuwwah (Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul) untuk menjalankan perniagaa. Ketika sedang rancak berurusniaga dengan al-‘Abbas bin Abdul Muttalib, waktu itu matahari sudah condong ke barat, dia terpandang seorang lelaki berdiri di suatu tempat. Sebentar kemudian dia nampak seorang kanak-kanak datang dan berdiri di sebelah lelaki itu dan diikuti pula dengan seorang perempuan yang berdiri di belakang mereka berdua. Asy’ath bin Qais bertanya kepada al-‘Abbas:
- Siapa lelaki itu?
- Anak saudaraku, Muhammad.
- Siapa kanak-kanak itu?
- Anak suadaraku juga, Ali.
- Perempuan itu?
- Isteri Muhammad, Khadijah binti Khuwailid.
- Apa yang sedang mereka lakukan?
- Mereka mengerjakan solat. Anak saudaraku itu mendakwa dia seorang Nabi. Suatu hari nanti dia akan menguasai kerajaan Rum dan Parsi. Adakah kamu ingin berbicara dengannya?
- Tak mengapa. Mari kita teruskan urusan jual beli kita.

20 tahun kemudian, Asy’ath bin Qais memeluk Islam ketika Fathu-Makkah. Sambil menangis beliau mengucap dua kalimah syahadah di hadapan Nabi s.a.w.
Nabi berkata kepada Asy’ath bin Qais, “Tahukah engkau wahai Asy’ath, sesungguhnya Islam menghapuskan semua kejahatan yang lalu?” Asy’ath menjawab, “Aku menangis bukan kerana bimbangkan dosaku yang lalu, tapi aku menyesal kerana aku telah didatangi peluang untuk menjadi orang ketiga mengikutimu dulu, namun aku menolaknya. Aduhai, alangkah bertuahnya kalau aku datang kepadamu dan mendengar!”

Full credit to: ustazah maznah

Wednesday, May 25, 2011

Seperti ukhti ini...

Jadikan daku seperti dirinya Ya Allah! : Tribute to Allahyarhamah Ibunda Yoyoh Yusrah

Saat semangat hampir tiris mengenangkan kelelahan menguruskan keluarga, bergelumang dengan buku-buku dan jurnal akademik, bergulat dengan tugasan di sekolah dan program-program dakwah, teringat kehebatan seorang ukhtie ini..yang tidak pernah surut semangat dan penghayatannya...sayangnya, dia
sudah kembali mengadap Kekasihnya yang abadi...dijemput Allah pulang dalam perjalanan hendak menghadiri konvokesyen anaknya...dibandingkan dengan diriku yang kerdil, aku terlalu kecil Ya Allah...

Anak-anakku cuma 3 orang, sedangkan ukhtie ini melahirkan 13 orang jundullah yang hebat...seorang ibu yang tidak pernah punyai pembantu, seorang isteri yang tabah dan sentiasa optimis dengan kerja dakwah..di medan masyarakat beliau adalah anggota dewan parlimen mewakili parti PKS..pernahkah beliau mengeluh? tak pernah sama sekali...malah ukhtie ini merasakan dirinya terlalu kerdil dibandingkan dengan wanita2 Palestine yang mampu melahirkan dan membesarkan lebih ramai anak2 pewaris perjuangan walaupun dalam keadaan negara sedang bergolak..ukhtie ini hafal sehingga 20 juzuk Quran, tetapi masih terasa diri jauh terkebelakang daripada wanita2 Palestin yang rata-ratanya adalah hafidzah 30 juzuk Quran...

Di saat diri kelelahan melayan keletah anak-anak
yang sedang membesar, diri disapa semangat ketika mengingatkan pesanan ukhtie ini bahawa kita sebenarnya sedang berhadapan dengan pewaris perjuangan dakwah...bersabarlah..bersabarlah...malah, tanggapan optimis ukhtie ini terhadap perkahwinan dalam dakwah membuatkan diri menepis tanggapan negatif yang menyalahkan perkahwinan pada awal usia...katanya,

"Berbicara mengenai visi pernikahan, visi pernikahan itu adalah visi da'wah. Sehingga apabila visi pernikahan telah menjadi visi da'wah, apapun masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga kita, masalah itu tidaklah terlalu besar bila dibandingkan dengan masalah umat. Maka keluarga itu tidak akan memperumit masalah-masalah kecil.”

“Bagaimana dengan menunda pernikahan?”

“Ternyata apabila menunda pernikahan, maka akan menunda kelahiran dan kebangkitan umat, menunda pernikahan akan menghambat pertumbuhan atau penambahan umat-umat yang berkualitas.
Bukankah Rasul senang dengan umat yang banyak dan berkualitas. Dan bukankah kita rindu dengan lahirnya kembali kepemimpinan Islam dan Islam menjadi soko guru seluruh alam ?”

UKhtie ini juga sering mengingatkan para wanita supaya menjaga pemakanan kerana katanya,

"Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib”

Siapa kata kelelahan menguruskan anak-anak kecil menghalang diri daripada bangun beribadah pada malam hari? Jika anak kecil sering menangis kerana takut ditinggalkan ibu yang bangun bertahajjud? Apa kata ukhtie ini?

“Insya Allah masih bisa ukhti…Yang namanya bayi, ya tugasnya memang nangis. Malah kita khawatir kalau dia tidak bisa menangis tapi anteng terus. Nah,
anti bisa siapkan bayi dulu dengan memmbersihkan dari najis, terus dipasang pampers, lalu menyempatkan diri wudhu sebentar. Saatnya sholat, gelarlah kasur kecil di samping sajadah kita dan taruh bayi di situ. Kalau dia menangis, jangan panik dulu, tetap teruskan sholat. Tapi kalau terlihat tanda-tanda nangisnya tak mau berhenti, gendonglah dia sambil sholat. Insya Allah dalam dekapan si ibu, dia akan tenang kembali. Sekaligus ini memberikan tarbiyah ruhaniyah padanya, sejak kecil sudah merasakan dan menyaksikan ibunya selalu bangun untuk sholat lail di sepertiga malam”. Masya Allah! Luar biasa sekali!

Aku berazam mencontohinya ya Allah..bangun bertahajjud untuk setiap anak-anakku..dan kurniakan dirinya pahala jariah ini...kerana dia menjadi sumber inspirasiku...

Beberapa hari sebelum dijemput pulang menghadap Ilahi, ukhtie ini mengirimkan sms berikut terhadap temannya:

“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al-Qubra yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena shawwamah (rajin puasa) dan qawwahmahnya (rajin sholat malam)? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shabirah (penyabar). Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman Firdaus-Mu”.

Sungguh dia sudah terasa ajalnya hampir tiba...

Mulianya dia ya Allah...ganjari dia dengan segala rahmat antara rahmat atas segala kebajikan yang pernah
disumbangkannya...hari ini kita kehilangan seorang Ukhtie bernama Yoyoh Yusrah...semoga pada masa akan datang, kita mampu lahirkan ribuan akhwat sepertinya sebagai penerus perjuangan dakwah...akan merindui setiap langkah perjalanannya...

Al-Fatihah (Ibunda Yoyoh kembali ke Rahmatullah pada 21 Mei 2011 yang lalu kerana terlibat dalam satu kemalangan)

Saturday, May 14, 2011

when we are thankful...

Bersyukur biasanya, kita akan kaitkannya dengan hal-hal yg positif, menyenangkan atau menggembirakan. Itulah ajaran umum yg sering kita dengar sejak kanak-kanak, kita amalkan dan kita ajarkan kembali. Bersyukur kerana mendapat makanan, bersyukur kerana bisa berjalan, besyukur kerana bisa bernafas, bersyukur kerana mendapat baju baru, bersyukur kerana mempunyai teman yang baik, bersyukur kerana mendapat keputusan yang baik.

Ketika menganjak usia dewasa pula, pola bersyukur pun tidak berubah. Bersyukur kerana naik pangkat, bersyukur kerana mempunyai keluarga yang bahagia, bersyukur kerana mempunyai rumah yang tersergam indah dan kereta yang bagus. Bersyukur kerana dapat makan makanan yang enak atas hasil usaha keras.



Bersyukur seperti di atas adalah ber-syukur dalam pengertian biasa. Yang tidak biasa adalah bersyukur untuk semua hal, juga untuk hal yang nampak negatif atau tidak menyenangkan. Bersyukur ketika menemui kegagalan, kerana makanan yang tidak enak, kerana harus bekerja, kerana harus study. Bersyukur kerana harapan yang tidak ter-wujud, bersyukur kerana diperlekehkan, kerana dikhianati dan sebagainya. Sentiasalah bersyukur.. Bersyukur kerana hal yang suda terjadi itu biasa, tetapi bersyukur kerana hal yang belum terjadi itu luar biasa.

"Dan Dialah yang menciptakan bagi kalian pendengaran untuk sesuatu yang didengar, penglihatan untuk sesuatu yang dilihat, dan hati untuk mengerti sesuatu dan bersama itu kalian akan bersyukur dengan kenikmatan ini, tetapi amat sedikitlah atas kalian yang bersyukur" - Al-Mukminun: 78

Sunday, May 1, 2011

Muliakah kita wahai manusia yang ditarbiyyah ?!

full credit to:
Nurul Shafiqah Awang

'Ana nak tanya antum. Apa hebatnya kita ini berbanding orang-orang yang tidak duduk di dalam halaqah ini?', bibir tua itu mengukir senyum. Tersirat.

'Ada sesiapa yang boleh jawab?'

Lalu seorang anak muda bangkit mahu menjawab. 'Ustaz. Pada pandangan ana, kita berbeza kerana kita ditarbiyyah'.

'Lalu, apa yang enta maksudkan dengan tarbiyyah itu?'

Terdiam sebentar anak muda itu. 'Ustaz, bagi ana, ana merasakan tarbiyyah itu seperti satu tembok yang memisahkan diri ana dengan orang-orang yang sedang sibuk bergelumang dengan duniawi'.

Semakin lebar senyum si guru tua itu. 'Jazakallah. Bagaimana dengan orang lain?'

'Ana, ustaz'. Seorang pemuda yang lain menggangkat tangan. 'Ana mahu beri pandangan. Ana rasa, kita mulia kerana kita melaksanakan dakwah kerana dakwah inilah jalan hidup para rasul dan orang-orang beriman'. Penuh semangat bicaranya. Semua mata yang berada di bilik kecil itu memandangnya dan mengangguk-angguk tanda setuju dengan bicara anak muda berkopiah coklat itu.

Guru tua itu menarik nafas, mahu menyambung bicara. Riak wajahnya masih tenang seperti tadi.

'Anak-anak ku. Apa mulianya kita ini? Antum kata kita ditarbiyyah. Antum kata kita berdakwah. Adakah ini kemuliaan yang sebanar?'

'Mengapa ustaz? Salahkah?', potong seorang pemuda.

'Yalah ustaz. Bukankah Rasulallah juga ditarbiyyah? Dan bukankah Rasulallah juga berdakwah?', lelaki yang lain pula menambah.

Guru tua itu senyum sahaja. Matanya memandang wajah bersih anak-anak muda yang berada di sekelilingnya.

'Anak-anakku. Tidak dinafikan, Rasulallah juga berdakwah dan Rasulallah juga ditarbiyyah. Tarbiyyah yang direct datang daripada Allah melalui perantaraan Jibril a.s . Rasulallah juga berdakwah, tanpa penat, jemu, lelah, dan putus asa'.

Keadaan sepi sebentar.

'Namun anak-anakku, adakah dakwah dan tarbiyyah yang kita lalui ini menjanjikan kemuliaan bagi kita disisi Allah? Tidak. Tidak. Lupakah antum akan apa yang Allah kata tentang kemuliaan? Allah sebut dalam surah al-Hujurat, bahawa sungguh! kemuliaan itu hanyalah bagi orang yang bertaqwa'.

Pemuda-pemuda di sekelilingnya mengaguk-angguk tanda faham. Antara mereka, ada yang mencatat sesuatu.

'Taqwa. Satu perkataan tapi ianya sangat besar maksudnya. Di dalam taqwa lah, wujud dakwah dan wujud juga tarbiyyah'

'Tadi, saudara kita ada berkata bahawa kita mulia kerana tarbiyyah dan dakwah. Ana terkejut juga sebenarnya. Apa kita layak mengatakan diri kita, satu produk tarbiyyah sedang kita hanya menjadi taqwa di dalam halaqah ini? Dan apa kita merasa kita layak mendapat kemuliaan dan taqwa sedang kita hanya berdakwah, dalam halaqah ini?'

Anak-anak muda itu senyap. Mereka ternanti-nanti bicara seterusnya dari guru yang sangat mereka kagumi itu.

'Anak-anakku. Apa itu taqwa sebenarnya? Taqwa itu ialah kehidupan kita, bukannya lakonan kita. Taqwa bukan sesuatu yang boleh dibuat-buat kerana kewujudannya sangat seni dan halus'.

'Ana memetik kata-kata Imam Ghazali tentang akhlak. Akhlak ialah apa yang keluar dari dalam diri kita secara automatik, tanpa perlu kita fikir. Tahukah antum semua, akhlak ini adalah lambang dan bukti wujudnya taqwa?'

Mereka menggangguk.

'Dan, islam juga bukan satu sandiwara. Ia juga bukan satu aktiviti. Ia adalah cara hidup. Apa yang berlaku sekarang, ana lihat dalam banyak keadaan kita berasa diri kita ini mulia kerana kita join usrah, atau mana-mana jemaah sedangkan dalam masa yang sama, ketaqwaan kita tidak ditonjolkan'.

'Antum faham tak maksud ana?'

"Kurang faham...", hampir serentak anak-anak muda itu menjawab.

'Beginilah. Antum perlu faham bahawa taqwa itu ialah apa yang perlu ada dalam diri kita setiap saat, bukannya hanya ketika dalam halaqah atau semasa berdakwah. Tidak! Sebaliknya taqwa wajib wujud dalam diri antum setiap saat, setiap masa'.

'Antum tahu apa tuntutan taqwa?'

'Senang nak faham, taqwa memerlukan kepada penghayatan. Dan siapakah qudwah atau model insan bertaqwa? Semestinya Rasulallah. Antum lihat sirah. Lihat bagaimana Rasulallah berdakwah. Dakwahnya bermacam-macam cara. Dari sekeras-keras mata pedang, hinggalah kepada selembut-lembut roti yang disuap ke mulut wanita tua dan buta yang mencaci Baginda, dakwah tetap bergerak'.

'Ustaz, boleh cerita tentang wanita Yahudi itu? Ana kurang faham'.

'Wanita Yahudi itu sangat tua dan buta. Tapi, tersangat kuat kebenciannya kepada Rasulallah. Setiap hari, Rasulallah akan datang kepadanya untuk memberinya makan. Setiap kali itulah, wanita itu akan mengata Baginda kerana dia tidak tahu bahawa yang memberinya makan itu ialah Baginda. Baginda s.a.w sendiri menghancurkan roti di mulutnya sebelum disuap ke mulut wanita itu kerana mahu memudahkan wanita itu makan'.

'Rasulallah datang dan melaksanakan perkara yang sama hari-hari. Memberi makan, dan menerima cacian. Tiap kali itu jugalah, Baginda akan tersenyum dan diam. Amalan Baginda berterusan hingga Baginda wafat. Lalu, Saidina Abu Bakar menggantikan Rasulallah memberi makan kepada wanita itu. Tapi malang, wanita itu tahu bahawa yang memberinya makan bukan orang yang sama, tapi orang yang lain kerana layanannya tidak selembut layanan Rasulallah. Lalu, wanita itu bertanya dimana manusia yang sangat baik yang memberinya makan sebelum ini. Lalu dijawab dalam tangis rindu Saidina Abu Bakar bahawa lelaki itu ialah Rasulallah. Wanita itu masuk islam akhirnya'.

Subhanallah.

'Anak-anakku, untuk kita menegakkan islam, kita harus terlebih dahulu meleburkan takbur kita. Kita merasa kita hebat kerana kita berilmu. Tidak dinafikan, memang kita alim, banyak ilmu. Tapi apa gunanya alim kita jika diselit takabbur?'

Semua orang tunduk. Bermuhasabah diri.

'Ana berpesan sungguh-sungguh kepada diri ana, jua kepada antum semua. Jangan kita merasa diri kita hebat hingga dengan mudah, kita label orang itu sebagai 'tertutup hati' dan seumpanya. Seperkara lagi, taqwa itu bukan hanya mesti dilahirkan semasa kita liqo' dan duduk dalam halaqah, sebaliknya ia harus dizahirkan dalam setiap inci perbuatan kita'.

'Ketahuilah juga bahawa bukan amal soleh kita yang memasukkan kita kedalam syurga, sebaliknya yang memasukkan kita kedalam syurga ialah keampunan dan rahmat Allah. Amal soleh hanyalah kerana perintah Allah. Maka,jangan sesekali kita berasa amal kita ini hebat. Belum tentu'.

'Belum tentu orang yang ditarbiyyah dan berdakwah ini baik. Tapi orang yang baik, tentu akan ditarbiyyah dan berdakwah. Inilah sebenarnya yang sedang kita cuba lakukan. Moga-moga Allah terima usaha kerdil kita ini'.

Guru tua itu menghabiskan bicaranya. Kelihatan, anak-anak muda disekelilingnya seperti sedang kesedihan, mungkin kerana 'terkesan'. Maka, guru tua itu membacakan firman Allah dalam surah Al-Qasas ayat 77: "Dan carilah pahala akhirat dengan apa-apa yang telah Allah kurniakan kepadamu..."
***
Semoga kita semua faham, bahawa agama itu bukannya sesuatu yang sifatnya 'sekejap ada-sekejap tiada'. Agama juga bukan sesuatu yang harus dipakai dalam situasi-situasi tertentu sahaja. Dan agama juga sesuatu yang boleh dijual-jual untuk mendapatkan kemahsyuran atau sanjungan. Sebaliknya agama ialah pakain. Maka, tutuplah keaiban diri kita dengan menjadi orang beragama.

Ingat, kita bukan Tuhan yang boleh menghukum orang yang tidak mahu tarbiyyah dan tak mahu menerima dakwah. Sebaliknya, kita lihat diri kita. Sejauh mana tarbiyyah itu berjaya membentuk kita menjadi hamba.

Sesungguhnya, kita hanyalah makhluk yang asalnya setitis mani...hina..dan akan terus hina tanpa redha-Nya.

untuk renungan dri ana sendiri dan sahabat2 skalian..

Thursday, April 7, 2011

to my dearest

"to my dearest"
happy birthday!
may Allah swt showers you with lots of blessing in this world and in the akhirah.
and all of hanifmarwas will always pray for you in granting you His jannah and lead you well in this world. May Allah swt guide you in this road, and make you a better muslim, mukmin and His abid, insyAllah :)

Friday, April 1, 2011

it hurts to see them go

it feels like being force to let them go, in the sea of all kinds of people. the hand that I keep holding on to and the hand that I tried really hard to pull to the right direction. it just so hard to let go. it feels like some part of me just gone. vanish. empty. it breaks me into pieces and it brought me tears.

but why must I be scared?
why must I be sad?
why must I even care?

because we are sisters. even though we are not related by blood, but we are related by iman and aqidah. you all are my little ones that are placed so close to me.

the desire to bring them to walk this road is so bad, to the extend where it becomes so scary and nerve wrecking if they make the wrong turn. because there is no way that I will always hold on to them. showing them the direction for them to choose. I wont be there at all time to tell them the right path to take. I wont be there to look and guide them. because I dont have those capability. I dont have the energy, and all of that I understand. Because, they are not in this road, and will never be istiqamah in choosing the same road, if it is not because of Allah swt.

and due to that, even though it hurts to see them go. to leave them to someone else, may Allah swt guide you always, and may Allah swt gives you His blessing at all time. And remember, if one day you are the one standing in front of the gate, please pull me with you. and if it is me, I want to pull every single one of my little ones, and every single one of my sister that stay so close to my heart. because there's nothing that we should do in this dunia, if it is not for the sake of Allah swt. and due to that, may Allah swt grant His blessing and always reward us with hearts that are clean and pure of any bad intention. Instead of bad hearts and bad intentions, may Allah swt exchange it with the heart of sincerity.

insyAllah...take care little ones, and dont forget to come back...

Sunday, March 27, 2011

sweet~

ever heard of the phrase halawatul iman? or Kemanisan Iman? or the sweetness of iman?

well, it is not a theory to be memorized, or a story to be told, neither it is a food to eat :p

of course many of us, muslim have heard of the word iman. An arabic word that if you search the dictionary, would tell its meaning as a belief or to hold as true. However, in Islamic terminology, iman consisting of three parts that cannot ever (ever..and again I emphasize, EVER!) be separated from each other:

1) profession with the tongue
2) conviction of the truth of this profession with the heart
3) and implementation and action on the requirements of this profession with the body and the heart!

so, in simple terms, when one say that he/she is a mukmin, who has iman in his/her hearts, they will say it from their mouth, believe in their heart, and from those believe, they will not just let it stay in the heart, but they will also execute it in the forms of amalan that is full of sincerity towards Allah swt.

amazing rite?

meaning, if you say that you have iman towards Allah swt and Rasulullah saw, you must believe and 'membenarkan' inside your heart. Then, you will also do everything in your power and will to do what has been told by Allah swt and Rasulullah saw, through Al-Quran and As-Sunnah.
So, You will pray five times a day, you will fast in the month of ramadhan, and if you are good mukmin, you will also do the sunnat part. Besides that, you will pay your zakat, you will also do your hajj and you will do everything in your power and strength to call upon all those people out there to fully submit themselves towards Allah swt - in other words, Dakwah ;)

And...And...And...

what's interesting is that, iman also have its own taste. and the greatest taste of all is called the halawatul iman...or the sweetness of iman...or kemanisan iman (one of the reason why I wanted to write so bad and share with all of you today).

halawatul iman, cannot be bought from the nearby store. it is a feeling inside a muslim's and a mukmin's heart when they fully and completely give the submission of their love, hates, social relations and every part of their lives to Allah swt.

From Anas bin Malik RA, Rasulullah saw said that:
"there's three things that if it exist inside a person, he/she will feel the halawatul iman/the sweetness of iman:
when Allah swt and His Messenger are more beloved to him than anything else,
that he love the others (muslims/people) only for the sake of Allah the Most High
and that he hate to return to kufur (disbelief) as he would hate to be thrown to into the hell fire"
(HR Muslim & Bukhari)

did you see that?
Rasulullah saw has told us on how to get those halawatul iman! and only you! yes you! yourself need to strive and work hard in order to achieve it. And just so you all know, when you did get your halawatul iman, there's nothing else in your life in this world that you would seek for, but just to seek for Allah's swt love and redaNya

wallahu 'alam

Thursday, March 24, 2011

Jerit! Jilid 1

these are ours.



Program Jerit! merupakan salah satu siri khas aktiviti amal Tronoh Theatre Shop (TTS), Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) yang diadakan untuk dapat memupuk rasa bertanggungjawab terhadap komuniti yang memerlukan tanpa mengira tempat, agama dan bangsa. Bertemakan ketuhanan dan kemanusiaan dalam setiap seni persembahan yang diadakan, Tronoh Theatre Shop juga akan bekerjasama dengan pihak badan bukan kerajaan (NGO) iaitu Aqsa Syarif dalam menyalurkan hasil keuntungan jualan tiket persembahan kepada rakyat Palestin.

more on event: http://www.facebook.com/event.php?eid=150172711711547

Apa lagi yang best?
ada written art competiton, photography competition, talk on palestine.
talk ni yang best ^_^




more here: http://www.facebook.com/pages/Jerit-Jilid-1-Untukmu-Palestin/193860197315063

a journey to become a rawahil~

I want to be a rawahil!
insyAllah =)

Thursday, March 17, 2011

kerana hati-hati ini...



Ya Allah Engkau mengetahui bahawa..
hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihi Mu
Bertemu untuk mematuhi perintah Mu
Bersatu memikul beban dakwah Mu
Hati-hati ini telah mengikat janji setia..
untuk mendaulat dan menyokong syariatMu



Maka eratkan lah ya Allah akan ikatannya
Kekalkan kemesraan antara hati-hati ini
Tunjukkanlah kepada hati-hati ini..
akan jalannya yang sebenar
Penuhkanlah piala hati ini..
dengan limpahan iman, keyakinan dan keindahan tawakkal kepada Mu
Hidup suburkanlah hati-hati ini..
dengan makrifat, pengetahuan sebenar tentangMu



Jika Engkau mentakdirkan mati
Maka matikanlah pemilik hati-hati ini..
sebagai para syuhada' dlm perjuangan agama Mu

Engkau lah sebaik-baik sandaran..
dan sebaik-baik penolong ya Allah
Perkenankanlah permintaan ini
Amin ya rabbal A'alamin..

its so near...



“Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan
amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga
hanya hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir
mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka,
lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang
dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak
antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi
(catatan) takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan
ahli surga, lantas ia memasukinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

the chain



if we cannot see the success today,
let our children see it.
because this road is so long and full of hardship.
every step of it requires sacrifices.
make the best of today,
because we may not see tomorrow.
if we become the initiator of the chain,
isn't it good enough?
let the chain continues,
binding many hearts towards Allah swt.
insyALlah...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...