Wednesday, December 28, 2011

6 years ago =.="

Bismillahirrahmanirrahim,
walhamdulillah,
wa astaghfirullah,

sebenarnya, blog ini bukanlah yang pertama pernah dicipta. Malahan, ini mungkin blog yang ke-3, selepas beberapa ups and downs, dan trial and error dalam blog-blog yang sebelum ini. Blog-blog yang lama, masih lagi wujud, tetapi ia hanyalah sebagai kenangan~ ^.^, Ketika melihat kembali entri-entri di blog lama, I came across this post, which I would like to share with all readers. May Allah swt always guide us all in His path, insyAllah.

This entry was written on 22nd November 2006 - 6 years ago =.="

Selepas seminggu tidak menjejakkan kaki ke sekolah, rindu juga. Suasananya yang riuh rendah, kerenah rakan-rakan, sahabat, junior dan senior termasuk juga Muallim dan Muallimah. Tidak ku sangka bahawa sekolah, ini dapat memberi seribu satu impak di dalam hidup ku.

Sekarang sudah tepat pukul 11.20 malam, hari rabu. Sebenarnya tangan ini tidak sabar untuk menulis di kerana baru saja membaca satu buku yang di tulis oleh Hisyam Soqr. Sudah masuk bab ke 4, dan bab ini telah memberi satu "tamparan" buat ku, dan dengan izin Allah, ku sedar akan kelemahan diri ini. Ini yang ingin dikongsi:

"Penuntut ilmu juga semestinya Iklas dan berniat baik dalam menuntut ilmu. Kalau tidak, segala usahanya tidak bermakna bagaikan debu yang berterbangan. Imam Ghazali telah berkata ketika menasihati anak muridnya; "Wahai anak-anakku, berapa banyak malam yang kamu hidupkan dengan mengulangkaji ilmu dan membaca buku. Kamu menghalang dirimu daripada tidur. Aku tidak tahu apakah dorongan yang menyebabkan kemu bertindak demikian? Sekiranya untuk tujuan duniawi, mencari saki bakinya, mendapatkan habuan dunia dan berbangga-bangga terhadap kawan dan taulan, maka celakalah kamu, celakalah kamu. Sekiranya kerana kamu bertujuan untuk menghidupkan syariat Nabi (s.a.w), memperelokkan akhlak kamu, mendidik nafsu yang sentiasa menyuruh kepada kejahatan, maka beruntunglah kamu, beruntunglah kamu. Benarlah penyair berkata;

Mata yang berjaga kerana selain daripadaMu adalah sia-sia,

Tangisan mereka bukan kerana kehilanganmu tidak bermakna.

[late nite study? why?! For whom?]

Dari sini ku mengimbas kembali apakah niat sebenar ketika belajar siang malam sehinggakan kadang kala hanya sempat tidur selama satu jam sahaja dalam sehari. Adakah di sebabkan duniawi dan ingin mencari kebanggaan daripada kawan-kawan?, ataupun diri ini menghidupkan syariat nabi, memperelokkan akhlak dan mendidik nafsu ?? MasyAllah..hanya Allah swt sahaja yang tahu apa perasaan ini sewaktu membaca perenggan ini.

Ya muqallibal qulb,  thabbit qalbi a'la deenik thoatik..


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, December 27, 2011

pengumuman

Bismillahirrahmanirrahim

[kredit]


Kuliah semalam (27-12-2011) dan mungkin hari ini, tidak dapat di upload lagi disebabkan pertukaran laptop yang tidak dapat dielakkan. InsyAllah, hari jumaat ini, atau minggu depan akan di-upload. Sabar ye ^.^,

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Monday, December 26, 2011

approach yang berhikmah

bismillahirrahmanirrahim
wa alhamdulillah
wa astaghfirullah... ^.^,

Asif kathiran, sudah lama blog ini tidak di-update. Sesungguhnya waktu itu milik yang Maha Pencipta... semoga diberi waktu untuk kita semua lebih hampir kepada Allah swt, insyAllah...

Sebenarnya terlalu banyak yang ingin dikongsikan namun, ku masih mempunyai tanggungjawab yang masih belum selesai... prioritize! prioritize! prioritize! ^.^. InsyAllah selepas selesai, akan ku kongsikan a short story yang ummi ingin ku tulis di sini. tunggu ya~ sabar itu kan sifat seorang mukmin ^.^, mohon doanya~

Namun, dalam kesebukan ini, ingin ku kongsikan beberapa video yang sungguh mengagumkan bagiku. Video-video, yang sungguh kretif pembikinannya. Pada pendapat ku, mungkin penghasilan video-video ini adalah disebabkan situasi yang melanda anak-anak muda masa kini, dalam kemelut K-Pop, Korea (Drama, Idol, Running Man etc) Lagu-lagu cinta dsbg (erk..sebenarnya, pernah nampak yang tua pun melayan juga ^.^, peace~). hmmm... betapa banyaknya tanggungjawab kita yang masih tidak ditunaikan? Terlalu banyak madu'-madu' yang harus disantuni, dengan approach-approach yang berbeza-beza. Mungkin ini adalah salah satunya. Mari kita saksikan ^.^,

Di-adaptasi dari lagu Mr. Taxi oleh SNSD

p/s penulis dapat agak, bagi yang tidak pernah dengar akan lagu ini, akan mula search dekat youtube (atau yang pernah dengar dan ingin dengar sekali lagi~). Penulis WARNING awal-awal, betulkan niat sebelum search dekat youtube, kerana penyanyi sebenar ini SANGAT seksi! Jadi, semua (laki atau perempuan, ikhwah atau akhawat), kalau tengok, free-free dapat dosa, sebab tengok aurat derang, dan dosa-dosa lain yang sama waktu dengannya. Penulis cakap straight forward sahaja ni, sebab penulis tak nak dapat saham dosa juga~ ^.^, peace~

Di-adaptasi dari lagu Cinta Muka Buku oleh Najwa Latif

haa...bagaimana? unik kan approach mereka?

"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orangyang sesat dari jalanNya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayah pertunjuk." (An-Nahl: 125)

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Saturday, December 17, 2011

In fear with mesmerizing view



Having to watch this causes goosebumps to appear, and creating much fear. Will I (and we) be able to answer that one simple but can be terrifying question?
"What have you done for Islam?"

While many are still in daze or unaware of what Islam is, it shows how much our responsibilities still lies unattended...unfulfilled... while in the end, the question(s) will hunt us and prevent us from entering the heaven.  Many (non muslim) will claim their right about Islam, from the muslims that they have encountered in their life.

"Why this person, my neighbor never tell me anything about Islam?"
"Why this person, my friend, never tell me anything about Allah swt to me?"
"Why this person, my housemate, never tell me anything about the heaven or hell?"
"Why this person, my team mate, never tell me anything about Rasulullah saw?"

During the judgement day, when we were being called one by one to be arbitrated, being shot like a machine gun with these questions would be really horrible to bear. Isn't it?

Isn't it better to see this view instead? Its mesmerizing~ (take note during 4.46, and what do you see?)




untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, December 15, 2011

Jalan Dakwah itu, Seryes Panjang!



untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, December 13, 2011

baby steps

- one more day to go, and still making baby steps =.=" -


p/s having to listen to the reality, can be really encouraging in seeing what you have done wrong, and how to improve in the future. Hari ini dan semalam. hwaiting!!!!

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

in the making


- in the making - 



untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, December 8, 2011

Bersahabat seperti kisah Tomato

Movie pendek yang dihasilkan oleh pelajar luar negara ini (tidak ku tahu dari mana), menyebabkan air mata  beruraian tanpa henti pada pagi yang indah hari ini. Kenapa? Sebab ini:


Filem pendek ini, membuatkan hati sangat terharu, kerana, mungkin di luar sana masih ada lagi sahabat seperti itu. Yang menasihati sahabatnya yang lain untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Untuk menjadikan sahabatnya dan dirinya lebih beriman kepada Allah swt dan lebih bertaqwa kepada Allah swt. SubhanAllah... apabila si lan itu, melantunkan ayat al-quran dari surah Ali Imran ayat 133-135 (hehe..ditambah satu ayat lagi, sebab merasakan ayat tersebut sangat2 best apabila dirujuk balik pada tafsir quran ^.^, ).

Bisakah lagi kita menemukan dengan sahabat seperti itu? 
Yang menasihati sahabatnya dan dirinya sendiri?
Atau bisakah kita menjadi seperti sahabat itu?
Yang menasihati sahabat2 kita dan menasihati diri kita sendiri?
hmmm... insyAllah, mohon doanya. 

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Monday, December 5, 2011

quiet


[credit]

Quiet,
Really quiet today,
That silence took over again,
since the moment the eyes open.

Walking round the mall,
Looking through the items on the shelves,
The finger tips running through those expensive items,
When there's a realization,
that there's no joy to it,
there's no peace in it,
there's nothing on it,
It is just an item.

There used to be a desire to buy them,
there used to be an amazement to it,
there used to be an excitement that filled the heart.
But no,
there's only quiet moment,
a realization that its only an item.
That one day will aged,
that one day will vanished,
that one day will be thrown to the dustbin,
that one day will be forgotten,
because they are just an item,
and we are just a human.

"Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad), maka, jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami" (Surah al-anbiya': 34-35)


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Friday, December 2, 2011

Kulit yang disiat-siat

Bismillahirrahmanirrahim...

[kredit]
There was a little boy, with genius brain and creative mind. A common item that we see lying can be made into something interesting to him. Everyday, he learn new things. Every day, he discover new things. And every day, he experiment new things. And that's where something bad happen.

He was being very creative with the aerosol can. Only to learn that there's a label at the back of the can, with a picture of fire and a small writing of "Flammable". His eyes was sparkling and his mind is working fast like an Intel i7 processor. He took those lighter from mom's kitchen and went to the back garden. ALONE. He put the can down, bathed it with some flammable oil and lit the can up into a fire. He stand a few feet backward. He was pretty disappointed at first, since there was only a normal fire surrounding the can.

And then...

KABOOOOOOOMM!!!!!!!

ARGGHHHHHHH!!!!!

PANASNYAAA!!!!!!!

HOT! HOT! HOT!

The can erupted and created a huge explosion and some of those chemical and fire hit that little boy. His leg was in fire. His arms too, and not forgetting his face!

That little boy was rushed to the hospital, and receive serious treatment for a straight 2 weeks. The next day after the explosion, all of the injured areas of his body and face was swelling and under those skin, there was a pool of water, where as if it could be popped. Sadly, that's what happen. Every day, he needs to bear an extremely excruciating pain of getting the swelled area popped and the skin to be stripped off by a nurse. Since during that time, there's not much of a pain killer used, he end up bearing all those pain by screaming his heart out under his pillow.

By the time he was discharged out of the hospital, those skin area which was oftenly being stripped off was white, while the normal one was brown / his normal skin color. The color was just like an army's clothes.

But that teaches him a lesson, that this is what it feels like - being able to feel his skin stripped off with excruciating, after being burnt badly, as Allah has said in the quran:


Allah SWT berfirman di dalam al-Qur’an, yang bermaksud:
“Sesungguhnya orang-orang yang KUFUR INGKAR kepada ayat-ayat keterangan Kami, Kami akan MEMBAKAR MEREKA DI DALAM API NERAKA. Tiap-tiap kali KULIT mereka MASAK HANGUS, Kami gantikan untuk mereka KULIT yang lain supaya mereka dapat MERASA AZAB SENGSARA itu dan (ingatlah) sesungguhnya ALLAH adalah MAHA KUASA, lagi MAHA BIJAKSANA.”
(Surah an-Nisa; 56)


Why is it the skin? Why not our organ or meat? Why not the eyes or the skeleton?

Its because of the pain and the emotional distress, that it can cause.

The skin is the biggest organ of our body and contribute 16% of our total weight. And with that huge organ, it is being equipped with receptors and sensors that is very sensitive and can make us be able to feel pains.

For more explanation, I really suggests that you can read it HERE

SubhanAllah, even in the dunia we weren't be able to hold to those pain, how is it possible for us to bear those pain in the akhirat? that is much greater and much more painful that it is in the dunia. Nauzubillah, may Allah swt protect us from the hell fire, that we cannot bear to handle...

p/s here's an example of someone playing around with aerosol >> FIRE & AEROSOL = DISASTER


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, November 29, 2011

the little boy's dream

There was a little boy. A country boy, who lives far from the hectic city life. It was just the usual school day.

[kredit]

He waited by the side road, waiting for the old man with his trishaw (beca) to come. He was just an ordinary man, but the boy looked up to him and very impressed by the way this old man lead his life. Every time this old man picked him up he will always come with a big heart, smiling and humming his random songs along the way to school.

In this little boy heart, he dreamed of becoming a man like this old man. Enjoying his every minute of his life for the sake of Allah swt. So free, so light hearted, so generous with his smile...

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Monday, November 21, 2011

who's being unfair to whom?

[kredit]

 [By the time all of us were at our place, we couldn't stop frowning and make us more confuse]



Song of the day: Better Days [D-Clique]

I just feel like getting this out of my chest.


Before getting to the real story, let me tell you the background. Since I am currently involved with the project that's located at the tallest building in the country, as a muslim, we still need to perform our daily 5 times prayer. Besides the musolla located at level 13, our floor level is also being equipped with a very small musolla that could fit alhamdulillah 4-5 people at one time. Throughout these 6 months, I only been to the 13th floor, once with unnie shaqifah. Not that I don't fancy going there, but it would be better to pray together with the other team member of the same floor.

So, the 6 months continue to roll on and it has been a very pleasant experience to pray zuhur and asar together, and each of us will take turns to lead the prayer. Sometimes, the other member from the other team joined us as well and expand the crowd, but the space is still very limited. Alhamdulillah, by the time it is 1.30 pm or 4.30 pm, people will start to queue up to perform their prayer.

But today, that pleasantness turn into a heart stabbing incident. There was only 4 of us in the musolla, and as usual, we did pray together. During our pray, we realized that the door opened and closed very frequently. And with that we understand that the queue outside is rather long. Thus, after dua and salam, I headed straight for the door and leave the musolla, only to be told off by the other member from the other team to get our ourselves to the other musolla if we wanted to pray jamaah!

In silence, inside, I was --> "pppfffttt..?!"

But, I refrain myself, as even Rasulullah saw never teach us to do that.


"Why? (kenape?)" I said, with very innocent face and voice tone.
"Yeah, all of u need to go to the other surau, not this one", she replied
"But why?", still making those innocent face and voice even though I feel like gulping on a grenade.
"yeah, because you are being unfair to us!"
"why? why unfair?"
and the conversation just stop there, as she went inside the musolla, and my other team member follow me suit behind me, out from the musolla (sambil kerut2 dahi, dan terpinga2 and frowning).

I thought I was the only one, but all four of us were dumbstruck on how that feeling, way of thinking or way of talking from a muslim to another muslim was like a bulldozer of rudeness. I understand that she may need to queue up in order to perform her prayer, but with the situation of having small area to share on, couldn't you be more understanding and more patience? Is there a need to get everyone out and get the place to yourself only? Is it wrong to take turns and perform our responsibility in the best possible way with the limited resources available. Even then, is it wrong to perform our prayer together, because we wanted to get those 27x of rewards? What is the different with the situation of performing solat alone when there are another 3 people who also performing their prayers individually, and performing the prayer together in unity (all four together)? Yes! You will receive more chance of getting more reward from Allah swt! It only take around 10 - 15 mins the most, and after doa, we will get out of the musolla with discipline. None of us (the three of us) would do make up there, or taking time on wearing our hijab. We are not that kind of people ok! So, what's the need to throw those tantrum to us? =.="

May Allah swt one day open all of our hearts and become a kind person to the others. Because one day Allah swt will take our soul, and it will be questioned. I didn't say that we are any better from the others because we perform our prayer together (since I'm not dead yet, and don't even know if I have the chance to enter the jannah), but, I think it would be nice if you treat the others just like what you want the others to treat you. If they did something wrong or munkar, there's always a nice method on how to "tegur", isn't it? ^.^, may Allah swt bless us all and give us the peace that we always need every time we want to seek Allah's pleasure in our life. insyAllah...

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
- daie_soleh & hanifmarwa -

Friday, November 18, 2011

We are Sorry because We are Your Parent




 Everyday, we are being chocked with shocking news that are pasted on the headline. News like baby dumping, human trafficking, prostitution, homosexuality, merempit, drugs, smoking, robbery, thieves, pick pocket, and many other social problem that occur in the country, which involves various type of people at various age.

 And it is so common that every time these things happen, we (the observer) tend to only blame it on how she/he was being raised up and by who. And that would bring us to their parents. The blame will always be towards them isn't it?

 "Anak siapa lah nie? Perangai buruk betul!"

 "Kurang ajar punya budak. Ni mesti mak bapak tak reti ajar"

 dan macam-macam lagi cemuhan yang kita mungkin penah lontar. And then, today, I saw in my fb newsfeed something that really hit the mind hard and touches the heart...


[kredit]
Kelas fardu Ain semalam memberi satu impak yg kuat. Ustazah berpesan kpd kami, seandainya kalian mempunyai ibubapa, kasihanilah mereka. Bila mereka sakit tunjukkan keprihatinan yg tinggi.

Semasa kalian kecil dan sakit mereka sangat mengasihani dan sgt prihatin akan kalian. Seandainya ibubapa kalian dalam keaadaan nazak bisikkan ditelinga mereka bahawa kalian memaafkan mereka.

Mereka mungkin telah tidak membesarkan kalian mengikut syariat yg di tentukan Allah swt. Maka itu satu beban berat yg terpaksa mereka jawab dihadapan Allah swt. Kata ustazah lagi, mungkin byk dosa2 yg terpaksa mereka lakukan dalam membesarkan kalian. Mereka mungkin telah meninggalkan sembahyang fardu kerana mencari nafkah membesarkan kalian. Mungkin mereka mencari nafkah yg haram hanya utk mencukupkan keperluan kalian.

Mereka mungkin tidak sempat belajar Fardu Ain semata2 kerana memenuhi tuntutan keperluan kalian. Jika tak sempat bersua kerana tinggal jauh dari mereka, pastikan anda memaafkannya melalui telefon. Biar meraka dengar pengakuan kalian bhw kalian sebagai anak2nya telah memafkan mereka. Mudah2an apabila kalian memaafkan mereka tatkala nazaknya, Allah akan permudahkan bg roh mereka untuk keluar.

Allahuakbar!
Full Credit to: Mak Cik Roslina Razaly ^.^, May Allah grant you and your family a jannah insyAllah...

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Open Thread #1





untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, November 15, 2011

I want to say it... I need to say it rite?

[warning] this post is super long... please be patient and take your time to read it ^.^, May Allah bless us all ^.^,





عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Yang bermaksud: Dari Tamim ad-dari bahwa Nabi SAW bersabda:” ad-Din adalah nasihat”. Kami berkata untuk siapa? Rasul menjawab:” Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, untuk pemimpin Islam dan umatnya” (HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)

Hadith ini terdapat dalam himpunan 4- hadith Imam An-Nawawi. Maka, ia adalah hadith dari pokok-pokok Islam yang penting.
Beberapa ulama' berkata:
Al-Hafizh Abu Nu'aim: "Hadith ini merangkumi masalah yang besar"
Muhammad bin Aslam Ath-Thusi: "Hadith ini merupakan satu per empat bahagian dari agama"
Ibnu Rajab: "Fiqih berputar pada lima hadith... diantaranya hadith nasihat ini"
Mujhidin bin Al-Arabi: "Tidak ada kesempurnaan akhlak yang lebih terliti, dan agung melebihi nasihat"

Allah swt juga berfirman:

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(Surah At-Taubah 91)

Rasulullah saw bersabda:
”Sesungguhnya ridha untukmu tiga hal, dan juga benci bagimu tiga hal: Ridha untukmu jika menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berselisih, dan saling nasihat menasihati terhadap orang yang Allah beri kedudukan memerintah urusanmu. Dan Allah membenci, ungkapan katanya, banyak tanya dan menyia-nyiakan harta”
(HR Muslim).

Dari Jarir berkata:” saya membai’at Rasulullah SAW untuk menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasihat pada setiap muslim.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Malahan, memberi nasihat merupakan amalan para Nabi.

Nabi Nuh:

"Nuh menjawab: “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”. “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui”
(Surah Al-A’raaf 61-62).

Nabi Hud pula:
 “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu”
(Surah Al-A’raaf 67- 68).

Nabi Salleh pula bagaimana?:
Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat”
(Surah Al-A’raaf 79).

Tidak kurang juga Nabi Syu'aib:
Maka Syu`aib meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?”
(Surah Al-A’raaf 93).

Jadi, apa significant nya kepada kita?

Begini, kita lihat dengan lebih mendalam lagi perihal ini.

Nasihat, uish, perkataan yang sering kali difahami sebagai perbuatan yang selalu dibuat oleh orang-orang yang baik jeee... tut tut tut (baca sambil menggelengkan kepala, tutup mata dan mulut muncung ke hadapan).

Nasihat ini, datangnya dari perkataan "nash" (bukan penyanyi tu, tapi bunyi lebih kurang ^.^), yang bererti halus, bersih dan murni. Yang antonimnya adalah: curah atau kotor. Jadi, jika dikatakan nasihat, ia bererti, ucapan yang dikeluarkan itu, harus jauh dari kecurangan atau pembohongan dan juga motivasi kotor. Dalam kata panjangnya, nasihat merupakan ungkapan-ungkapan kehendak untuk melakukan kebaikan kepada objek atau orang yang diberi nasihat itu.

Ibnu Shalah berkata: "Nasihat adalah kata-kata yang merangkumi perbuatan seseorang yang memberi nasihat kepada orang yang diberi nasihat dalam bentuk iradah dan perbuatan"

Ia juga disamakan seperti "al-rijalu nashaha tsaub"... (mak aih, arab lagi ^.^), yang bermaksud seorang lelaki yang menjahit bajunya/kainnya. Maka, orang yang memberi nasihat ini, adalah seolah-olah seperti orang-orang yang menjahid lubang-lubang yang terdapat pada bajunya yang koyak atau lopong. Kiranya, dia melakukan sesuatu yang baik pada kainnya, dan supaya dia juga bisa memakainya dengan baik dan sempurna.

Dalam hadith ini, terdapat beberapa bahagian nasihat ini diberi dan ditujukan.

1) Nasihat kepada Allah
Ini tidak bermakna nasihat tersebut diberikan kepada Allah swt, tetapi, ia beerti:

  • Mentauhidkan Allah dengan sifat Kamal dan Jalal
  • Menyucikan Allah swt dari segala kemusyrikan
  • Iklas kepada Allah swt dalam beramal
  • Menjauhi kemaksiatan 
  • Mentaati dan mencitaiNya
  • berjihad terhadap orang-orang yang mengingkariNya


2) Nasihat kepada Rasulullah saw
Seperti nasihat kepada Allah, dalam hal nasihat kepada Rasul, ialah:

  • Mengimani Rasulullah saw dan semua yang disampaikannya
  • Mencintai, menghormati dan menghidupkan sunnahnya
  • menyebarkan ilmunya
  • mencintai orang yang mencintainya
  • membenci dan memerangi orang yang membenci dan memeranginya
  • mencontohi akhlaqnya
  • mengikuti adabnya
  • mencintai keluarga dan sahabatnya


3) Nasihat kepada pemimpin umat islam
Bermakna:

  • membantunya dalam kebenaran dan mentaatinya
  • mengingatkan dan menyadarkan jika lalai dan salah dengan penuh kelembutan dan penghormatan
  • mendoakan untuk kebaikan pemimpin-pemimpin umat islam


4) Nasihat kepada umat islam adalah dengan:

  • mengaharkan mereka kepada islam dan membimbingnya
  • menututpu aib umat islam
  • mencintai mereka sebagaimana mencintai dirinya
  • membenci bagi mereka apa yang dibenci bagi dirinya dari keburukan 
  • mendoakan untuk mereka di dunia dan akhirat
  • menyingkarkan sesuatu yang membahayakan umat islam
  • mengutamakan yang fakir
  • mengajari yang belum mengetahui tentang islam
  • menyedarkan kesalahannya dengan penuh kelembutan
  • menolong mereka dalam kebaikan dan takwa


Jika melihat makna dan ruang lingkut nasihat maka semua orang amat memerlukan nasihat, baik menerima nasihat atu memberi nasihat. Kerana nasihat adalah perbuatan penyedaran atas kelalaian manusa dan penyempurnaat terhadap kekurangan-kekurangannya. Dan orang yang menolak nasihat dan marah apabila dinasihati, mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan, tidak ingin maju, tertipu dan sombong. Dan salah satu bentuk nasihat yang harus diutamakan adalah memberi nasihat kepada orang yang memintanya.
Rasulullah saw bersabda:
" Jika salah seorang saudaramu meminta nasihat, maka, berilah nasihat dan mudahkanlah dalam memberi" (Hadith Riwayat Bukhari)

Nasihat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat islam, kerana kehidupan umat ini dibangunkan di atas dasar ukhuwwah islamiyyah dan tolong menolong antara satu sama lain. Maka nasihat adalah bentuk yang konkrit yang terhasil dari ukhuwwah dan sifat tolong menolong. Walaupun begitu, nasihat harus dilakukkan dengan penuh ikhlas, sesuai dengan makna nasihat tu. Malahan jika inginkan nasihat tersebut sampai kepada sasaran, ia harus disampaikan dengan cara yang terbaik, iaitu harus ada kelembutan dan kecintaan. Jika nasihat tersebut melibatkan keaiban diri yang akan menerima, maka penyampaiannya harus secara rahsia.

why? why? and why?!

bukan mudah ingin memberi nasihat. malah majoriti dari kita merasakan ianya sesuatu yang ingin dielakkan! "kalau aku duduk bawah tempurung lagi bagus", atau "a..la.. bia lah. dia mesti dah tau apa hukumnya, dan apa yang terbaik untuk dirinya. takkan lah tak tau. pfft" atau "ish..nk ckp ke tak eh.. ish.. nnt kalau dia terasa cam ne? ish...tp nnt kalau akau ditanya dengan Allah, aku nk jawab ape? ish..ish..ish..." adalah beberapa dilemma dan pemikiran yang sering bermain di minda kita betul tak?

Sebenarnya, nasihat merupakan aktiviti para nabi, seperti yang telah dinyatakan di ayat di-atas. Tidaklah perbuatan yang dilakukan oleh para Nabi kecuali, ia adalah perbuatan yang utama. Nasihat juga merupakan tiang Islam yang paling pokok sekali.
Abu Bakar Al-Muzani berkata: " Kelebihan Abu Bakar RA atas sahabat yang lain bukan pada saum dan solatnya, tetapi pada sesuatu yang ada pada hatinya, iaitu mencintai kerana Allah, dan memberi nasihat kepada makhluknya."
Ibnu Mubarak pernah ditanya:
"Amal apakah yang paling utama?"
Beliau menjawab: "Memberi nasihat kerana Allah"
Nah...betulkan?! Nasihat itu suatu perkara yang penting dalam pandangan Islam sehingga saling nasihat menasihati harus saling dibudayakan oleh umat Islam. Hal ini kerana, tiada seorang pun yang sempurna sehingga ketika kita melihat saudara kita lalai, maka kita wajib memberi nasihat padanya. Begitu juga yang sebaliknya.

Seperti yang dikatakan tadi, nasihat bukan sahaja untuk umat Islam, malahan pemimpin yang memimpin umat Islam juga termasuk dalam list penerima nasihat. Dalam sejarah, bisa kita lihat antara pemimpim-pemimpin umat yang menerima nasihat dengan baik. Malahan, mereka megucapkan terima kasih kepada mereka yang memberi nasihat.

Umar Al-Khattab mengatakan: "Semoga Allah merahmati seseorang yang memberitahukan aibku".

Suatu hari, seseorang berkata kepada Umar: "Bertaqwalah engkau!"
Maka, mendengar ungkapa tersebut, yang lain yang berada di situ, mengherdik dan mengatakan: " Engkau mengatakan kepada Amirul Mukminin, bertaqwalah!"
Tetapi, Umar Al-Khattab mencegah dan berkata: "Tidak ada kebaikan padamu jika engkau tidak mengatakan ungkapan tersebut, dan tidak ada kebaikan bagi kami jika tidak mendengarkannya."

Hal yang sama berlaku di saat Umar ingin mengikut berperang melawan Persia, sebahagian sahabat melarang kerana penyertaannya dalam sesuatu peperangan akan memberi kesan yang buruk dan merbahaya terhadap umat Islam. Maka, Umar menerima nasihat tersebut.

Maka, terlihat bahawa nasihat merupakan prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam kerana kehidupan kita dibangun atas dasar ukhuwwah Islamiyyah dan sikap saling tolong menolong. Maka nasihat adalah bentuk yang konkrit dari ukhuwah dan tolong menolong tersebut. Namun, dalam usaha memberi nasihat, ia haruslah dilakukan dengan niat yang iklas kerana Allah swt, tidak mencari populariti, kemahsyuran dan motivasi rendah yang lainnya. Ini adalah kerana nasihat adalah agama, dan dalam melaksanakan agama, hati kita harus ikhlas kerana Allah swt.


Dalam memberi nasihat juga, ia harus dilakukan dengan baik dan bijaksana. Nasihat bukanlah bertujuan membuka aib sesorang di hadapan umum, kerana nasihat adalah perbaikan tetapi membuka aib adalah satu kerosakan. Kerana itu, dalam memberi nasihat, ia harus dijauhkan dari perbuatan yang kasar dan keras. Semakin lembut nasihat tersebut diber, semakin mudah ia diterima ia diterima oleh hati. Sepertimana yang telah disebut dalam firman Allah swt:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”
(Surah Ali-Imran 159).

Diceritakan di masa kekuasaan Bani Abasiah, ada seorang lelaki yang memberi nasihat kepada al-Makmun, kemudian ia masuk istana dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, tetapi dengan cara yang kasar. Maka berkata al-Ma’mun: ”Wahai saudaraku, sesungguhnya Allah telah mengutus orang yang lebih baik darimu kepada orang yang lebih jelek dariku. Allah mengutus Musa dan Harun as kepada Fir’aun dan Allah berfirman, artinya: ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”
(Surah Thaaha 44).

Begitulah nasihat yang seharusnya diberi dengan kata-kata yang baik sehingga ianya mudah untuk diterima dan dilaksanakan. Sedangkan ungkapan yang kasar akan menyakitkan dan menyebabkan permusuhan. Sifat orang yang beriman adalah memberi nasihat dan menutup aib sahabatnya, manakala sifat orang yang fasik akan membiarkan kesalahan temannya dan membuka aibnya.

Seseorang yang hari ini memberi nasihat, mungkin sahaja di hari esok akan mendapat nasihat, kerana nasihat tidak pernah terikat pada orang-orang tertentu dan pekerjaan tertentu. Dan nasihat diperlukan kerana manusia pada lazimnya memiliki karakterisktik yang sering melakukan kesalahan dan lupa. Sehingga ketika dia pada hari ini lupa atau salah, maka yang lain haru s mengingatkan. Begitu juga orang yang hari ini memberi nasihat, mungkin juga di hari esok, dia akan lupa atau salah sehingga harus dinasihati dan diingatkan.

Betapa pentingnya nasihat ini, sampai imam Asy-Syafi'ie berkata mengenai surah al-'Asr: "Jika saja Allah swt hanya menurunkan surah Al-'Asr, maka, sudah cukuplah suran ini sebagai pedoman untuk manusia."




Ketika Umar Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, beliau menulis surat kepada imam Hassan Al-Basri, agar memberi nasihat dan menceritakan sifat-sifat pemimpin yang adil. Maka, Imam Hassan Al-Basri membalas suratnya yang berbunyi:
"Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah swt menjadikan pemimpin untuk:

  • meluruskan orang yang menyimpang
  • mengembalikan arah bagi yang berdosa
  • memperbaiki yang rosak
  • memberi kekuatan kepada yang lemah
  • menegakkan keadilan bagi yang zalim
  • menyedarkan yang lalai


Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin, seperti penggembala yang penuh kasih sayang atas gembalaannya, yang mengiringnya ke tempat penggembalaan yang baik, menjauhkan dari bahaya yang mengancamnya, memeliharanya dari bintang yang buas, dan menjaganya dari panas terik dan hujan"

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti ayah yang bertanggungjawab. Lembut terhadap anaknya. BEkerja untuk anak-anaknya saat masih kecil, mengajarkan mereka dan mengurus keperluan hidupnya dan menabung untuk mereka setelah matinya.

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin, seperti ubu yang lembut terhadap anaknya, mengandung dan melahirkannya dengan susah payah, mengasuhnya ketika kecil, ikut berjaga ketika anaknya bangun malam, dan ikut tenang ketika anaknya tenang. Suatu saat menyusuinya, pada saat yang lain melepaskannya. Merasa senang dengan kesihatannya dan rasa berduka dengan sakitnya.

Pemimpin wahai Amirul Mukminin, seperti hati dengan anggota badan.Anggota badan akan baik jika hatinya baik dan anggota badan akan rosak jika hatinya rosak.

Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin adalah orang yang berdiri di antara Allah dan hambaNya, mendengar firman Allah dan memperdengarkannya, mengenal Allah dan memperkenalkannya, dipimpin Allah dan memimpin mereka. Jangan sampai engkau wahai Amirul Mukminin, seperti hamba yang diberi amanah Allah ibarat budak yang diberi amanah oleh majuikannya tentang harta dan keluarga, kemudian menyia-nyiakan harta dan menghancurkan keluarga, membuat miskin anggota keluarga dan membuang harta benda.

Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya, Allah menurunkan hudud (hukuman) agar menyadarkan orang dari perbuatan kotor dan keji. Bagaimana jika hal itu dilakukan oleh orang yang mesti menegakkannya? Dan Allah menurunkan qisas sebagai jaminan kehidupan bagi hambaNya, bagaimana jika yang memimpin melakukan pembunuhan yang mesti menegakkan qisas kepada mereka?

Ingatlah wahai Amirul Mukminin akan kematian dan sesudahnya, sedikitnya temanmu dan pembelamu di sana. Maka engkau hendaklah mempersiapkan bekal untuk kematian dan kehidupan sesudahnya, iaitu di hari yang besar"

Sumber: dakwatuna(dot)com

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Wednesday, November 9, 2011

Kambing Coklat Mega Super





Ada sebuah cerita yang cukup menarik mengenai kambing qurban yang mudah-mudahan dapat meningkatkan semangat bekorban kita pada tahun ini. Mari kita mendengar ceritanya:

Ku hentikan kereta di hujung kandang, tempat haiwan-haiwan qurban dijual. Saat pintu kereta aku dibuka, bau yang tidak enak memenuhi rongga hidungku, dan dengan spontan, aku menutupnya dengan sapu tangan. Suasana di tempat itu, sangat ramai, dan dari para penjual terlihat mereka-mereka yang hanya berkain pelekat, sehingga ibu-ibu yang bertudung seperti baru habis majlis ilmu, tidak terkecuali juga anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat haiwan yang akan diqurbankan pada Aidul Adha nanti. Ini merupakan sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak dalam menjiwai pengorbanan Nabi Allah Ibrahim dan Nabi Ismail.

Aku masuk ke dalam kerumunan orang-orang yang sedang asyik bermuamalah memilih haiwan yang akan disembelih di saat Qurban nnati. Mata ku tertuju kepada seekor kambing coklat, yang bertanduk panjang dan saiz badannya lebih besar dari kambing-kambing di sekitarnya.

"Berapa harga kabing itu bang?" ujarku menunjuk pada kambing coklat tersebut.

"Yang coklat itu yang terbesar bang. Kambing Mega Super dua juta rupiah, tidak kurang" kata si pedagang sambil mempromosikan kammbingnya, dan tetap melaiyani calon pembeli yang lain.

"Tak boleh murah lagi ke bang?" kataku, cuba membuat rundingan/tawaran.

"Tidak kurang, tidak lebih. Sekarang harga barang-barang serba mahal", kata si pedagang,bertahan.

"Satu juta lima ratus ribu ya?", aku melakukan penawaran pertama.

"Maaf bang, terlalu murah", ujarnya selamba.

Aku berkira-kira, apakah akan terus melakukan penawaran terendah dengan harapan si pedagang akan beruban pendiriannya dengan menurunkan harga.

"Ok bang, bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku.

"Masih terlalu murah pak", ujarnya, tetap juga dengan pendiriannya.

"Yang sedang mahalkan harga minyak bang. Kenapa kambing juga ikut naik?", ujarku berdalih mencuba melakukan penawaran termurah.

"Memanglah bang, walaupun kambing tak minum minya, tapi dia tidak mampu datang ke sini sendiri. Masih perlu untuk diangkut dengan lori bang. dan Lori bahan bakarnya bukan rumput." terang si pedagang panjang lebar.

Dalam hati aku berkata: "tegar juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah dikemukakannya dari awal tadi".
Pandangan aku beralik ke kambing yang lain yang lebih kecil dari si coklat tadi. Kalau harga yang lainnya cuma beza 500 ribu rupiah, bagus juga. Kebetulan selepas ke tempat penjual kambing ini, aku ingin ke bengkel kereta. Untuk mengganti tayar belakang yang sudah semakin nipis bunganya. Dengan duit lebihan membeli kambing ini, boleh juga aku gunakan untuk menambah duit yang akan dibayar bila mengganti tayar nanti. Harga tayar pun sudah mahal sekarang.

"Kalau yang belang hitam putih itu, berapa bang?" kataku kemudian.

"Kalau yang itu, Super biasa. Seekor satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah", katanya.

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang atuk yang menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian yang dia pakai sudah lusuh, tetapi, wajahnya masik kelihatan segar.

"Gagah sungguh kambing tu. Berapa harganya cik?" katanya kagum.

"Dua juta tidak kurang tidak lebih tok", kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan atuk ini.

"Mahal sungguh harganya", kata atuk tadi. "Boleh ditawar kan?", lanjutnya, juga mencuba untuk menawar.

"Cari kambing yang lain sajalah tuk", si pedagang terlihat semakin malas untuk melayan.

"Owh tidak encik. Saya inginkan qurban yang terbaik tahun ini. Duitku insyAllah cukup untuk membayarnya." katanya, tetap bersemangat dan seraya mengeluarkan sebuah bungkusan dari saku seluarnya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya. Enam belas lembar wang seratus ribuan dan sembilan lembar wang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

"Ini dua juta rupiah cik. Kambingnya dihantar ke rumah kan cik?", jawabnya mantap tetapi tetap juga bersahaja.

Si pedagang kambing terkejut, dan tidak terkecuali juga aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya, si pedagang meneruma wang yang diberikan si atuk tadi, dan kemudian dihitungnya perlahan selembar demi selembar wang tersebut.

"Tuk, duitnya lebih lima puluh ribu rupiah", si pedangang menghulurkan selembar lima puluh ribuan kepada atuk tadi.

"Eh, kos penghantarannya tiada ya?", si atuk seakan-akan sudah tahu wang yang diberikannya itu sememangnya lebih.

"Dua juta sudah termasuk kos kiriman", si pedagang yang cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke atuk tadi. "Mahu dihantar ke mana pak cik?" (tiba-tiba panggilan atuk berubah menjadi pak cik)

"Alhamdulillah, lebih lima puluh ribu ini, boleh ditabung lagi" kata si atuk sambil menerimanya. "Tolong hantar ke desa dekat itu ya. Sesampainya di belakang Masjid Baiturrahman, tanya saja rumahnya Pak Cik Sutrimo yang sudah pencen dari pegawai Pemda Pasir Mukti. InsyAllah, anak-anak di sana sudah kenal"

Setelah selesai bermuamalah, dan membayar apa yang telah disepakatinya, si atuk berjalan ke arah sebuah basikal tua yang disandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari kereta milikku. Perlahan ia diangkat dari sandaran, kemudian dengan kuat dikayuhnya dengan semangat. Entah persaan apa lagi yang dapat kurasakan saat iut, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Atuk tua yang sudah pencen dari pegawai Pemda yang hanya berkenderaan sebuah basikal buruk, sanggum membeli haiwan qurban yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak tahu berapa jumlah wang pencen yang diterimanya setiap bulan. Tetapi, yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman, tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah. Rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pegawai pencen yang bertahap rendah.

Yang pasti secara harta, sangatlah jauh jika dibandingkan dengan apa yang aku bisa peroleh. Yang dengannya, aku mampu membeli rumah di kawasan yang cukup mewah. Yang mampu membeli kenderaan roda empat yang harga tayarnya cukup membeli kambing Mega Super, yang mampu mempunyai hobi menunggang kereta besar dan memilikinya. Yang mampu mengumpul "raket-raket" yang hanya digunakan untuk bersukan sebanyak seminggu sekali. Yang mampu membeli haiwan Qurban dua ekor lembu sekaligus. Tapi apa yang aku fikirkan? Aku hanya ingin membeli haiwan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku, yang harganya tidak lebih dari servis rutin keretaku. Kenderaanku di dunia fana.

Sementara untuk kenderaanku di akhirat kelak, aku berfikir seribu kali saat membelinya. Ya Allah, Engkau Maha Membolak-balikkan hati manusia. Balikkan hati hambaMu yang tidak pernah bersyukur ini ke arah orang yang sentiasa mensyukuri nikmatMu.

di-edit & di-translate dari: www.griyamelati.net dan darulquran.sch.id




untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, November 3, 2011

its not about money...money...money...

Some may feels really insecure when the figure in their bank started to depreciate, some may not even own a bank. (Tangan dkt dagu, rambut berserabut, muka masam macam cuka). Some doesn't feel anything when they bought 4-6 figure items and yet doesn't even know where to spend their money on (dagu naik tinggi-tinggi, kaki kanan atas kaki kiri, jari tapping dekat atas meja). Some are very calm, when there's people in need, they will give some money, when, they are in need, they will do their best to work for it, and ask Allah swt, who gave the rezeki to them. So, which one are we?

Today, I was very touched by the tazkirah jumaat posted on Aqsa Syarif's fb status, which wrote:




Sesungguhnya, setiap sumbangan / sedekah yang kita salurkan kepada yang memerlukan , tak kira besar atau kecil kuantitinya, akan dipandang dan dinilai oleh Allah...

Ada yang menyumbang RM1, RM 5, RM 50, bahkan ada yang menyumbang RM 1000 khas untuk qurban di Palestin.. Allahu akbar...

Merujuk pada ayat dalam gambar yang dilampirkan, manusia tidak akan mendapat hakikat kebajikan selagi tidak mengeluarkan apa yang ia sayangi...
Manusia sayangkan hartanya, tetapi jika ia infaq harta itu di jalan Allah, insya allah itulah kebajikan sebenar...

Ingat kisah dua anak Nabi Adam a.s. , yang mana seorang daripada mereka mempersembah qurban yang paling baik daripada hartanya untuk Allah, dan seorang lagi hanya ala kadar sahaja... akhirnya Allah menerima qurban yang baik itu sahaja....

Dalam ayat yang lain surah Al-Hajj, ayat 37 , maksudnya :
(Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan taqwa dari kamu. Demikianlah Ia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya)

Nah.... lihatlah... memang benar jika semakin banyak harta kita sumbangkan, semakin besar pahalanya... tetapi ingat, sumbangan walaupun sedikit, namun kerana keikhlasan hati menyumbang sesuatu yang disayangi, amalan itulah yang akan sampai pada Allah....

Akhir kata, jangan persoalkan apa Allah beri pada kita.. sebaliknya, kita persoal diri sendiri, apa yang kita telah beri demi Allah......
Wallahu a'lam... Wallahu waliyyut taufiiq...

TERUSKAN MENYUMBANG UNTUK PALESTIN MELALUI AQSA SYARIF BERHAD
----------------------------------

p/s jadi, apa tunggu lagi, jom-jom sama-sama kita invest untuk akhirat ^.^, 


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

B for Bait Hasanah




Day 2 in Cairo, we woke up around 3-4 am in the morning. Unable to tell whether it is subuh or not, we search the internet (as the WiFi connection there was free ^.^). There were still a few minutes left before subuh, thus we decided to have a wash and get ready for our prayer together. It was a very quiet morning. In fact it was so quiet that not until midday we heard noises of cars and people chattering.

Since we only rent the condominium for a night, we decided to change our taste and tryout different environment at different part of the city. My dad did warned us, that the next destination won't be as quiet as Mukhattam. It would be very noisy, full of people, non-stop screaming of car horns and guess what? We were so lucky that we also came across a riot. There were people along the road and another riding a bus shouting at each other and pulling each others' head, clothes and other things that they can get their hands on. It was a good thing that we only booked the hotel without paying a single cents. When we see the riot, the first thing that came across our mind, is to get ourselves out of there. It wont be very pleasant to stay in a place where we can't have peace for our mind. So, we drove passed the hotel area with an intention of staying somewhere else (and the search took the whole day, until we were so worn out). Our driver for that day was Ustaz Jet, who has 14 years of experience around Cairo and its neighborhood. He brought us to a number of rumah negeri (which has its own history. It was said that the Eqypt's government gave the land for free to Malaysia because of the deed and the help that they receive from Malaysian student while Eqypt was on war or something). But, to our surprise, all of the rumah negeri was fully booked or full. So, the only choice that we have was to stay at Bait Hasanah. Initally it was very hard for us to make the decision, because the homestay was located on the third floor of the building, and we have a lot of heavy bags to bring of our own. And as I said in the previous post, this could cause serious back injury if we force to bring them on our own. With not much choice that we have, we decided to take it anyway, and alhamdulillah, it was a very pleasant stay. The room was beautiful and equipped with a toilet. Me and my dad carried our bags together, slowly and steadily. One of the reason that we chose Bait Hasanah was because of its background, who stayed in there and for what intention. Let me tell you a little bit about Bait Hasanah, and its history.

Bait Hasanah was build upon a good deed of a Malaysian Ustaz who organized an orphanage in Malaysia. However, instead of focusing on Malaysia only, he was thinking that maybe he could open an orphanage in Eqypt too, where he would bring some of the orphans from Malaysia to Eqypt, gave them education (how lucky are they to learn Arabic at such a young age), and give them shelther where they will be thought on how to cook and run a cafe/business. Initially, Bait Hasanah was located somewhere else before, but recently got re-located. The newly located Bait Hasanah consist of 4 storey high (i think or maybe 5, hehe.. not really sure) building, where the place rental cost was around 15,000 geneh (around RM 7,000). At the ground level/1st level, located the cafe' where Malaysian cuisine and delicacies were being cooked deliciously. You can even get Roti Canai or Roti Telur there ^.^, yummy~ The 2nd level is the girl's dormatory, and the 4th level for the guy's. And that left us with the third level that's reserved for the homestay. There are 5 rooms, each with different interior design, a shared kitchen, a toilet and a living room. Only our room have a toilet in it.

Alhamdulillah, among all the places, Allah swt located us to a place where we could help those people in need. Getting to know them was like a jewel that could never be replaced by anything else. And looking at their journey in life, they taught us to always be thankful for what we are and what we have. And during our journey on a plane to cairo a few days ago, we meet a group of girls and boys, who's age around 9-15 years old, and Allah swt has fated us to meet again in Bait Hasanah. And only then that I knew, that they were an orphan.

p/s during our journey to bait hasanah, we stop by Masjid Imam As-Syafie, and inside there, located a Tomb where the body lays. It was a quiet area, however, there were a few mothers who were so poor and sick. Her hands was a little crocked ( I suspect it was athritis), and her back was hunched badly. It was a norm to give them some money, usually 1 geneh or 2 (which equivalent to 50 cent to RM 1). May Allah swt blessed them with good health and iman.

to be continued...

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Sunday, October 30, 2011

hujan ^.^,


SubhanAllah, this week KL was blessed with plenty of rain. When the clock stroked asar, I could see the clouds gather around and accumulated at one place. And within a few minutes, drops of rain started to make its move towards the previously hot and dry land. Within minutes, the rain became heavy and heavy, as if there were a jug of water being poured down, or like a huge balloon that was filled with water, and being popped by a needle. It was a blessing. SubhanAllah.

Since I was located in the higher level of the building, the view was spectacular. There's nothing like it. At one side of the window, you could see the grey clouds and the pouring rain, with a touch of lighting and thunder to make the event more happening! ^.^,

To be honest, when I was little, when it was raining, it was a very painful and scary experience for me. I guess, I've never really know the sweetness and the beautiful creation behind it that Allah swt has given to us. Every time it was raining, especially when back from school, I will end up having a huge headache that I thought I would just hit my head to the wall really hard. But I couldn't cause I know it will just make it worst. So, Ummi would advise me always to take a shower quick and rinse the rain off, before it could lead to fever and cold. And when there was a thunder, and lighting, I was really scared that I closed all of the door, windows, TV, and anything that could invite the lighting in, and just sit at the sofa while closing my eye and ears. Sometimes, I end up under the sheet (selimut), or sitting close to my sister, ummi, ayah or anyone that's around.

However, as I got older, many things started to make sense. Raining isn't always about bad things. Raining is not a cry from anyone up there, like most of the drama said in TVs. Raining is not a curse that can cause something bad to happen. Raining is a blessing. Raining is a sign of happiness. Raining is an opportunity for the little plants (and big too!) to gain enough water and nutrients for them to grow healthy and strong. Raining will cause the river to be filled up and supply us with healthy water.

And Allah swt has said in the Quran:

Dialah yang telah menurunkan hujan dari langit lalu mengalir di lembah-lembah mengikut kadar yang ditentukanNya, kemudian banjir membawa buih-buih yang kembang, dan dari logam-logam yang mereka leburkannya di dalam api untuk membuat perhiasan dan perkakas-perkakas itu juga terdapat buih-buih yang sama dengannya. Demikianlah Allah membuat perbandingan di antara kebenaran dan kebatilan. Adapun buih, maka ia akan hilang lenyap terbuang, dan adapun yang bermanfaat kepada manusia, maka ia akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perbandingan-perbandingan” (Ar-Ra’du 13:17)

And, He also said:


Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya) dan diturunkanNya air hujan dari langit, lalu dikeluarkanNya dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa).  (Al-Baqarah:22)

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan (pada) pertukaran malam dan siang dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Dia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran.  (Al-Baqarah: 164)

And Raining is also a duration of time that Allah swt has given to us to raise our hand and make doa to Him. What doa? Any doa will do. Anything that you want to achieve in the akhirat, and anything that you want in this dunia (as long it is parallel with the syariah ok~). But specifically, some of the doa that has been thought to us includes these two:


So, what's more could you ask for? Everything that Allah swt has created in this world will have its reason for its existence. And that's also includes us. Who am I? and what am I here for?
We are the slaves of Allah swt, an 'abid and His khalifah... please see surah az-zariyat:56.

as for the story behind thunder and lightning, I've found this wonderful article about it, from here:
Seif Jamalullail

The article reads:


Udara yang turun naik di dalam awan ribut petir mengakibatkan pemisahan cas positif dan cas negatif. Kilat adalah nyahcas yang terhasil apabila perbezaan cas elektrik di antara permukaan bumi dan atmosfera cukup besar untuk mengatasi kesan penebatan udara. Kilat boleh terjadi samada di dalam awan, dari awan ke awan, atau antara awan dengan permukaan bumi. Kilat kerap menyambar di luar kawasan hujan lebat dan boleh berlaku sejauh 10 batu dari kawasan hujan tersebut.

Udara berhampiran kawasan yang dipanah kilat menjadi panas dan mencapai suhu melebihi 27,000°C - iaitu lebih panas daripada permukaan matahari. Pemanasan dan penyejukan cepat udara berhampiran kawasan yang terkena kilat menghasilkan rencatan gelombang yang mengejut lalu menghasilkan guruh.

Pemanasan dan penyejukan cepat udara berhampiran kawasan yang terkena kilat menghasilkan rencatan gelombang yang mengejut lalu menghasilkan guruh. Akibatnya, udara tersebut terbias melebihi kelajuan suara (bunyi) walaupun rencatan gelombang kembali ke gelombang suara normal dalam jarak beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikut udara atmosfera dan bentuk permukaan selepasnya.

Itulah penjelasan proses kejadian petir dan guruh terjadi susul menyusul menurut pemerhatian sains. Namun Islam ada huraian yang berbeza.

Petir atau Kilat

Kilat merupakan panahan terhadap syaitan dan jin yang cuba untuk mencuri dengar takdir Allah SWT.

Dikisahkan bahawa, sebelum kerasulan Nabi SAW, syaitan bebas mencuri dengar segala berita di langit, namun semuanya terhalang setelah Nabi diangkat menjadi Rasul. Lantas Iblis mengarahkan tenteranya mencari sebab kenapa mereka terhalang. Akhirnya mereka mendapati puncanya adalah kerana Rasul akhir zaman telah dibangkitkan.

Jika dahulu mereka bebas mencuri maklumat di langit, sekarang ini mereka pasti berdepan dengan lontaran panahan api yang sentiasa mengekori. Panahan itulah yang kita lihat sebagai kilat.

Semuanya ini dapat kita maklumi menerusi firman Allah dalam surah al-Jinn.

Guruh

Nabi SAW bersabda :



الرعد ملك من الملائكة موكل بالسحاب بيده أو في يده مخراق من نار يزجر به السحاب والصوت الذي يسمع منه زجره السحاب إذا زجره حتى ينتهي إلى حيث أمره



Maksudnya : Guruh itu merupakan golongan malaikat yang diwakilkan untuk mengawal awan, ditangannya ada penukul dari api yang digunakan untuk mengarah/mengekang awan. Suara yang didengari itu merupakan arahannya sehinggalah awan berada ditempat yang diarahkan.

Imam al-Qurtubi pula menukilkan dalam kitab beliau al-Jami' li Ahkamil Quran, ketika beliau membicarakan tentang tafsir surah Saba ayat 23:

"Apabila Allah SWT memutuskan sesuatu maka para malaikat tunduk hormat kegerunan sambil melebarkan sayapnya, suara yang didengari merupakan geseran antara sayap-sayap malaikat" .

Ia bertepatan dengan sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (hadis no. 4800) dan Tirmizi (hadis no.3233) dalam sunan beliau.

Begitulah huraian dan penjelasan menurut perspektif Islam, sama ada kita menerima atau menidakkannya, itu terpulang kepada keimanan masing-masing.
------


p/s I've recorded some of the footage while I was in level 65 of a building, while I'm home, and on my way back to Jeram. And I've made it into a video, but hehe... for a beginner, please forgive me for the poor editing work~



untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Wednesday, October 26, 2011

It means, you are being tested


The poor are being tested with poverty and hunger but the rich are being tested with wealth & power. Both are test to our iman. Being rich doesnt mean Allah love you more and being poor doesnt mean that Allah has forsaken you. Is merely a test of your iman either you will still turn to Allah just like the way you turn to Allah when you are in a time of need... Only those who are strong and put their trust in Allah will be rewarded..

"And certainly, We shall test you with something of fear, hunger, loss of wealth, lives and fruits but give glad tidings to As-Sabirun (the patient)
[2:155]
"Only those who are patient shall receive their reward in full, without reckoning"
[39:10]
"And verily, whosoever shows patience and forgives, that would truly be from the things recommended by Allah"
[42:43]
"And surely, We shall try you till We test those who strive hard (for the Cause of Allah) and As-Sabirun (the patient)"
[47:31]
Abu Sa'id Al Khudri reported that:
Certain people of the Ansar asked the Messenger of Allah (pbuh) and he gave them; then they again asked him until all what he possessed was exhausted. The the Prophet (pbuh) said;
"Whatever wealth I have, I will not withhold from you. Whosoever would be chaste and modest; Allah will keep him chaste and modest and whosoever would seek self sufficiency, Allah will make him self sufficient, and whosoever would be patient, Allah will give him patient and no one is granted a gift better and more comprehensive than patience"
[Sahih Bukhari & Muslim]

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, October 25, 2011

C for Cairo, Mesir ^.^

Alright, while waiting for my brother, I'm taking this opportunity to continue my "M for Mesir?" story. This time, I think I'm going to do the story telling in English. When reading the previous post, I think my BM is going down the drain (not that it would make things any better if I wrote this in English =.=").

So, moving on from where I stopped.

When the clock stroked 4am we took off from KLIA and headed to Kuwait, since we were flying with Kuwait Airline, there's no choice but to transit in Kuwait for a few hours before arriving to Cairo. Alhamdulillah, the journey was comfortable and quiet. Of course, since the flight was in the dead of night, many of the passengers snoozed off by the time we are off the land, and that includes me. Tired.

To be honest, I have a very faint memory on board. The only thing that I could remember was eating my supper, breakfast, and lunch. In between those meals, all of us prayed Subuh while seating, and we use the meal table attached to the front seat as our sujud area.

When we arrived at Kuwait, we took the time to wonder around the airport. The airport was really small, compared to ours in KLIA. There was merely any shop in it, and we don't dare to wonder around outside the airport, just in case we missed our flight. So, we wait patiently (^.^) at Kuwait Airport for a few hours, and we received free snack which consist of sandwiches and drinks. Then, we headed straight to the musolla. Inside, the temperature was very cold in deed, but very comfortable. The toilet next to it, was really clean. We've got the chance to wash up and pray zohor and asar. If it wasn't for our flight, we might as well doze off for a while, before continuing our journey.



The view from above is spectacular, during the flight from Kuwait to Cairo. We flew directly above the blue and green sea, endless oasis of desert, and cottons and cottons of clouds. It was as if we were being welcomed warmly by the nature. SubhanAllah...Allah swt allow us to see His beautiful creations. The view was truly speechless. By the time we touched down, my neck was sore, and I was in pain. That was because I was sitting next to the window all along, and I kept my head turn towards the window with a camera on my neck, snapping countless number of pictures.

It was around 2.30pm at Cairo when we arrived. Alhamdulillah... once we retrieved our luggage, we were welcomed by our two brothers, who Ive never met in our life before (my dad does, but only when he was a baby). The first one was my father's friend's son, while the other one was an indonesian ustaz who lived there, and own an avanza (to be exact, he owned three cars. All of which he -and the other indonesian ustaz- rent it out and help the indonesian and malaysian who needs a ride). They were really kind and welcoming to us.

Once we were out of the airport (after passing through a huge mass of taxi drivers), the first thing that my mom and I did was crouching down and touch the ground. Alhamdulillah... this is real! and I'm here in Cairo, Egypt! Shall I describe the view and the feelings? ^.^,

 It was autumn I can say, and the breeze was so soft and warm with a touch of coldness in it. Very comforting. Of course, what is Eqypt without its desert? I could see there were many sand (pasir) and dust, especially visible on every car exist at those open car park in front of the airport. I think the cars there were painted with dust and sand rather than paints ^.^,

(Cairo's autumn sky. It was a very beautiful morning ^.^, )

The Indonesian ustaz drive us to the condominium that we are staying for the night. The journey was rather long since we need to go through some crazy traffic and climb the hills (by car of course). The journey took us around 20 - 30 minutes, but we somehow got lost, since the ustaz was not very familiar with the area. After asking around and make countless call to the hotel owner, we arrived at safely to our destination. We stayed at Monte Cairo Condominium Hotel, located at Mokattam Street, Mokattam. It was a very interesting journey, although we got lost, along the way, we saw so many interesting places and cultures of the people there. Especially on how they live, what they eat, how they travel, the way they wear their clothes and so on. That was enough for me... ^.^,
(The view from the balcony. I'll attach a better pics after I get my hands on the other camera's memory ^.^,)


At the cost of $43, we rent a condominium with one bedroom, two toilets, a complete kitchen (where you can really cook!), living room (with very comfortable sofas), TV and free WiFi connection. Our room was located on the 1st floor, with a view overlooking out to a beautiful swimming pool. What more could you ask for? We were so happy and comfortable on spending the night there. Since we have quite a number of heavy luggage and boxes, our back will break if we bring them up by ourselves. So, there were two man who worked there that helped us with the bags. They were so strong, that I thought for a moment that they were not human, but steel! They could bring two heavy luggage and a box by themselves in one go! Walking 500m and up the stairs. SubhanAllah, Allah swt gave them the strength, and they use it well, while we are not as strong as they are. That's the power of Allah swt, in giving the things that we need only, not the things that we wanted.
After performing our prayers and eat our dinner (masak sendiri ^.^), we headed straight for those warm bed, at 8pm. Tired. But happy ^.^, Alhamdulillah

(Our condo is the one on the very right of the pics. 1st floor)

(These minute grapes were delicious! As if there were small bombs of grape juice popping excitedly in our mouth ^.^)



to be continued (again)

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Sunday, October 23, 2011

M for Mesir?


Nak pergi mesir?

Tidak pernah terlintas di dalam benak fikiran ini, untuk menjejakkan kaki di bumi anbiya yang penuh bersejarah ini. Apatah lagi bila perlu ambil cuti selama seminggu dari bos, untuk ke sana. Kalau ke australia ke, korea ke, jepun ke, china ke mahupun indonesia, ada juga terfikir untuk bercuti ke sana. Tetapi, mesir? Memang tidak ku sangka. Kali terakhir mendengar tentang mesir adalah bila ada sahabat yang sambung belajar ke sana. Ramai juga sahabat yang berada di sana (cuma tak pernah / jarang contact je ^.^,), derang ambil syariah, usuluddin, hadith, tafsir, qiraat, ulum islami, medik dan lain-lain lagi. Dan mereka memang hebat-hebat belaka. Tabik spring lah ^.^

Tapi, pada mulanya, memang bukan dalam agenda pun ingin ke mesir. Umi dan ayah memang sudah beli tiket, untuk mengiringi adik, malah sudah siap-siap packing lagi. Tetapi Allah izin, bos yang duduk di sebelah sarankan untuk mengambil cuti, dan pergi ke sana (sebab bos kenal ayah, dan ayah bercerita hajatnya untuk ke sana). Katanya, bila lagi mahu pergi, kalau tidak waktu ini? Nanti bila dah mula belajar balik, mesti tiada masa dah. Maka, setelah hantar email ke bos besar, dan mendapat approval, terus telefon ayah. Ayah, umi dan adik semua terkejut. hehehe... (sebab tak pernah show interest untuk pergi pun selama ni.).

Dan selepas 3 minggu begitu, berdirilah kami di KLIA bersama bagasi yang beratnya tidak kurang dari 120kg (lebih sikit). 90% dari barang tersebut adalah barang keperluan adik, manakala kami hanya membawa baju dalam sebuah beg kecil yang juga sesuai untuk jadikan hand luggage.^.^, Sepatutnya, adik seorang sahaja yang boleh bawa 40kg, kami hanya 27kg. Namun, tawakkal sahaja. Jika boleh masuk, alhamdulillah, jika tidak, sebahagian darinya akan dibawa pulang oleh abang.

Setibanya di kaunter check-in, jam menunjukkan pukul 12 malam, kami disambut mesra oleh seorang pekerja wanita yang bertudung cantik. Umurnya, dalam lingkungan 30-an. Apabila ditanya, berapa jumlah beg, kami menunjukkan 4 beg, dan berat kesemuanya lebih kurang 60kg. Masih ada 20kg++ kami letak di tepi, mungkin tidak lepas, (adik sudah check in dengan agensinya, dengan bagasi yang beratnya lebih kurang 40kg). Apabila sudah di check-in keempat-empat beg, pekerja tersebut masih lagi bertanyakan jika kami masih ada lagi beg yang mahu di-check in. Dan apabila ditanya, sebenarnya, berapa berat yang kami boleh masukkan ke bawah? 30kg++. Alhamdulillah, maka, kami dengan gembiranya, meletakkan kesemua beg yang kami ada ke muatan bawah, dan kami hanya berlenggang ke dalam kapal terbang dengan membawa bag laptop dan kamera. Apabila selesai proses check-in, ayah berterus terang. "Sebenarnya, apabila pergi ke kaunter check in, ayah baca doa. allahumma yassir wa la tu'assir, ayat kursi dan doa-doa yang ayah tahu"
Kami hanya tersenyum ^.^, alhamdulillah.

kami menaiki pesawat Kuwait Airline untuk ke mesir. Kami bertolok pukul 3 pagi dari Malaysia
gambar ini diambil sewaktu transit di Kuwait (sbb waktu tu tgh siang) 

Maka, bermulalah perjalanan kami menuju bumi anbiya'. Sebenarnya, secara tulusnya, di dalam hati, tiada rasa untuk menziarahi piramid atau tempat-tempat pelancongan yang sering dilewati pelancong-pelancong biasa. (Dan memang betul kami tak pergi pun piramid ke, kedai krystal ke, naik cruise di sungai nile ke etc). Namun, bagi kami, ini adalah satu perjalanan akan menjadi sebahagian dari pengalaman hidup kami. Dan yang penting, kami ingin melihat bumi Allah swt dimana, di situ lahirnya para pembawa risalah, yang berjuang demi menyampaikan perintah Allah swt kepada umatnya. Di situ juga terdapat sejarah-sejarah yang sering kali disebut-sebut di dalam Al-Quran. Nabi Yusuf, Nabi Musa dan Nabi Ibrahim adalah antaranya. Dan yang paling penting, kami inginkan perjalanan ini, dilindungi dan diredhai Allah swt.

akan bersambung... ^.^


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...