Sunday, October 30, 2011

hujan ^.^,

video

SubhanAllah, this week KL was blessed with plenty of rain. When the clock stroked asar, I could see the clouds gather around and accumulated at one place. And within a few minutes, drops of rain started to make its move towards the previously hot and dry land. Within minutes, the rain became heavy and heavy, as if there were a jug of water being poured down, or like a huge balloon that was filled with water, and being popped by a needle. It was a blessing. SubhanAllah.

Since I was located in the higher level of the building, the view was spectacular. There's nothing like it. At one side of the window, you could see the grey clouds and the pouring rain, with a touch of lighting and thunder to make the event more happening! ^.^,

To be honest, when I was little, when it was raining, it was a very painful and scary experience for me. I guess, I've never really know the sweetness and the beautiful creation behind it that Allah swt has given to us. Every time it was raining, especially when back from school, I will end up having a huge headache that I thought I would just hit my head to the wall really hard. But I couldn't cause I know it will just make it worst. So, Ummi would advise me always to take a shower quick and rinse the rain off, before it could lead to fever and cold. And when there was a thunder, and lighting, I was really scared that I closed all of the door, windows, TV, and anything that could invite the lighting in, and just sit at the sofa while closing my eye and ears. Sometimes, I end up under the sheet (selimut), or sitting close to my sister, ummi, ayah or anyone that's around.

However, as I got older, many things started to make sense. Raining isn't always about bad things. Raining is not a cry from anyone up there, like most of the drama said in TVs. Raining is not a curse that can cause something bad to happen. Raining is a blessing. Raining is a sign of happiness. Raining is an opportunity for the little plants (and big too!) to gain enough water and nutrients for them to grow healthy and strong. Raining will cause the river to be filled up and supply us with healthy water.

And Allah swt has said in the Quran:

Dialah yang telah menurunkan hujan dari langit lalu mengalir di lembah-lembah mengikut kadar yang ditentukanNya, kemudian banjir membawa buih-buih yang kembang, dan dari logam-logam yang mereka leburkannya di dalam api untuk membuat perhiasan dan perkakas-perkakas itu juga terdapat buih-buih yang sama dengannya. Demikianlah Allah membuat perbandingan di antara kebenaran dan kebatilan. Adapun buih, maka ia akan hilang lenyap terbuang, dan adapun yang bermanfaat kepada manusia, maka ia akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perbandingan-perbandingan” (Ar-Ra’du 13:17)

And, He also said:


Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya) dan diturunkanNya air hujan dari langit, lalu dikeluarkanNya dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa).  (Al-Baqarah:22)

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan (pada) pertukaran malam dan siang dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Dia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran.  (Al-Baqarah: 164)

And Raining is also a duration of time that Allah swt has given to us to raise our hand and make doa to Him. What doa? Any doa will do. Anything that you want to achieve in the akhirat, and anything that you want in this dunia (as long it is parallel with the syariah ok~). But specifically, some of the doa that has been thought to us includes these two:


So, what's more could you ask for? Everything that Allah swt has created in this world will have its reason for its existence. And that's also includes us. Who am I? and what am I here for?
We are the slaves of Allah swt, an 'abid and His khalifah... please see surah az-zariyat:56.

as for the story behind thunder and lightning, I've found this wonderful article about it, from here:
Seif Jamalullail

The article reads:


Udara yang turun naik di dalam awan ribut petir mengakibatkan pemisahan cas positif dan cas negatif. Kilat adalah nyahcas yang terhasil apabila perbezaan cas elektrik di antara permukaan bumi dan atmosfera cukup besar untuk mengatasi kesan penebatan udara. Kilat boleh terjadi samada di dalam awan, dari awan ke awan, atau antara awan dengan permukaan bumi. Kilat kerap menyambar di luar kawasan hujan lebat dan boleh berlaku sejauh 10 batu dari kawasan hujan tersebut.

Udara berhampiran kawasan yang dipanah kilat menjadi panas dan mencapai suhu melebihi 27,000°C - iaitu lebih panas daripada permukaan matahari. Pemanasan dan penyejukan cepat udara berhampiran kawasan yang terkena kilat menghasilkan rencatan gelombang yang mengejut lalu menghasilkan guruh.

Pemanasan dan penyejukan cepat udara berhampiran kawasan yang terkena kilat menghasilkan rencatan gelombang yang mengejut lalu menghasilkan guruh. Akibatnya, udara tersebut terbias melebihi kelajuan suara (bunyi) walaupun rencatan gelombang kembali ke gelombang suara normal dalam jarak beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikut udara atmosfera dan bentuk permukaan selepasnya.

Itulah penjelasan proses kejadian petir dan guruh terjadi susul menyusul menurut pemerhatian sains. Namun Islam ada huraian yang berbeza.

Petir atau Kilat

Kilat merupakan panahan terhadap syaitan dan jin yang cuba untuk mencuri dengar takdir Allah SWT.

Dikisahkan bahawa, sebelum kerasulan Nabi SAW, syaitan bebas mencuri dengar segala berita di langit, namun semuanya terhalang setelah Nabi diangkat menjadi Rasul. Lantas Iblis mengarahkan tenteranya mencari sebab kenapa mereka terhalang. Akhirnya mereka mendapati puncanya adalah kerana Rasul akhir zaman telah dibangkitkan.

Jika dahulu mereka bebas mencuri maklumat di langit, sekarang ini mereka pasti berdepan dengan lontaran panahan api yang sentiasa mengekori. Panahan itulah yang kita lihat sebagai kilat.

Semuanya ini dapat kita maklumi menerusi firman Allah dalam surah al-Jinn.

Guruh

Nabi SAW bersabda :



الرعد ملك من الملائكة موكل بالسحاب بيده أو في يده مخراق من نار يزجر به السحاب والصوت الذي يسمع منه زجره السحاب إذا زجره حتى ينتهي إلى حيث أمره



Maksudnya : Guruh itu merupakan golongan malaikat yang diwakilkan untuk mengawal awan, ditangannya ada penukul dari api yang digunakan untuk mengarah/mengekang awan. Suara yang didengari itu merupakan arahannya sehinggalah awan berada ditempat yang diarahkan.

Imam al-Qurtubi pula menukilkan dalam kitab beliau al-Jami' li Ahkamil Quran, ketika beliau membicarakan tentang tafsir surah Saba ayat 23:

"Apabila Allah SWT memutuskan sesuatu maka para malaikat tunduk hormat kegerunan sambil melebarkan sayapnya, suara yang didengari merupakan geseran antara sayap-sayap malaikat" .

Ia bertepatan dengan sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (hadis no. 4800) dan Tirmizi (hadis no.3233) dalam sunan beliau.

Begitulah huraian dan penjelasan menurut perspektif Islam, sama ada kita menerima atau menidakkannya, itu terpulang kepada keimanan masing-masing.
------


p/s I've recorded some of the footage while I was in level 65 of a building, while I'm home, and on my way back to Jeram. And I've made it into a video, but hehe... for a beginner, please forgive me for the poor editing work~



untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Wednesday, October 26, 2011

It means, you are being tested


The poor are being tested with poverty and hunger but the rich are being tested with wealth & power. Both are test to our iman. Being rich doesnt mean Allah love you more and being poor doesnt mean that Allah has forsaken you. Is merely a test of your iman either you will still turn to Allah just like the way you turn to Allah when you are in a time of need... Only those who are strong and put their trust in Allah will be rewarded..

"And certainly, We shall test you with something of fear, hunger, loss of wealth, lives and fruits but give glad tidings to As-Sabirun (the patient)
[2:155]
"Only those who are patient shall receive their reward in full, without reckoning"
[39:10]
"And verily, whosoever shows patience and forgives, that would truly be from the things recommended by Allah"
[42:43]
"And surely, We shall try you till We test those who strive hard (for the Cause of Allah) and As-Sabirun (the patient)"
[47:31]
Abu Sa'id Al Khudri reported that:
Certain people of the Ansar asked the Messenger of Allah (pbuh) and he gave them; then they again asked him until all what he possessed was exhausted. The the Prophet (pbuh) said;
"Whatever wealth I have, I will not withhold from you. Whosoever would be chaste and modest; Allah will keep him chaste and modest and whosoever would seek self sufficiency, Allah will make him self sufficient, and whosoever would be patient, Allah will give him patient and no one is granted a gift better and more comprehensive than patience"
[Sahih Bukhari & Muslim]

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Tuesday, October 25, 2011

C for Cairo, Mesir ^.^

Alright, while waiting for my brother, I'm taking this opportunity to continue my "M for Mesir?" story. This time, I think I'm going to do the story telling in English. When reading the previous post, I think my BM is going down the drain (not that it would make things any better if I wrote this in English =.=").

So, moving on from where I stopped.

When the clock stroked 4am we took off from KLIA and headed to Kuwait, since we were flying with Kuwait Airline, there's no choice but to transit in Kuwait for a few hours before arriving to Cairo. Alhamdulillah, the journey was comfortable and quiet. Of course, since the flight was in the dead of night, many of the passengers snoozed off by the time we are off the land, and that includes me. Tired.

To be honest, I have a very faint memory on board. The only thing that I could remember was eating my supper, breakfast, and lunch. In between those meals, all of us prayed Subuh while seating, and we use the meal table attached to the front seat as our sujud area.

When we arrived at Kuwait, we took the time to wonder around the airport. The airport was really small, compared to ours in KLIA. There was merely any shop in it, and we don't dare to wonder around outside the airport, just in case we missed our flight. So, we wait patiently (^.^) at Kuwait Airport for a few hours, and we received free snack which consist of sandwiches and drinks. Then, we headed straight to the musolla. Inside, the temperature was very cold in deed, but very comfortable. The toilet next to it, was really clean. We've got the chance to wash up and pray zohor and asar. If it wasn't for our flight, we might as well doze off for a while, before continuing our journey.



The view from above is spectacular, during the flight from Kuwait to Cairo. We flew directly above the blue and green sea, endless oasis of desert, and cottons and cottons of clouds. It was as if we were being welcomed warmly by the nature. SubhanAllah...Allah swt allow us to see His beautiful creations. The view was truly speechless. By the time we touched down, my neck was sore, and I was in pain. That was because I was sitting next to the window all along, and I kept my head turn towards the window with a camera on my neck, snapping countless number of pictures.

It was around 2.30pm at Cairo when we arrived. Alhamdulillah... once we retrieved our luggage, we were welcomed by our two brothers, who Ive never met in our life before (my dad does, but only when he was a baby). The first one was my father's friend's son, while the other one was an indonesian ustaz who lived there, and own an avanza (to be exact, he owned three cars. All of which he -and the other indonesian ustaz- rent it out and help the indonesian and malaysian who needs a ride). They were really kind and welcoming to us.

Once we were out of the airport (after passing through a huge mass of taxi drivers), the first thing that my mom and I did was crouching down and touch the ground. Alhamdulillah... this is real! and I'm here in Cairo, Egypt! Shall I describe the view and the feelings? ^.^,

 It was autumn I can say, and the breeze was so soft and warm with a touch of coldness in it. Very comforting. Of course, what is Eqypt without its desert? I could see there were many sand (pasir) and dust, especially visible on every car exist at those open car park in front of the airport. I think the cars there were painted with dust and sand rather than paints ^.^,

(Cairo's autumn sky. It was a very beautiful morning ^.^, )

The Indonesian ustaz drive us to the condominium that we are staying for the night. The journey was rather long since we need to go through some crazy traffic and climb the hills (by car of course). The journey took us around 20 - 30 minutes, but we somehow got lost, since the ustaz was not very familiar with the area. After asking around and make countless call to the hotel owner, we arrived at safely to our destination. We stayed at Monte Cairo Condominium Hotel, located at Mokattam Street, Mokattam. It was a very interesting journey, although we got lost, along the way, we saw so many interesting places and cultures of the people there. Especially on how they live, what they eat, how they travel, the way they wear their clothes and so on. That was enough for me... ^.^,
(The view from the balcony. I'll attach a better pics after I get my hands on the other camera's memory ^.^,)


At the cost of $43, we rent a condominium with one bedroom, two toilets, a complete kitchen (where you can really cook!), living room (with very comfortable sofas), TV and free WiFi connection. Our room was located on the 1st floor, with a view overlooking out to a beautiful swimming pool. What more could you ask for? We were so happy and comfortable on spending the night there. Since we have quite a number of heavy luggage and boxes, our back will break if we bring them up by ourselves. So, there were two man who worked there that helped us with the bags. They were so strong, that I thought for a moment that they were not human, but steel! They could bring two heavy luggage and a box by themselves in one go! Walking 500m and up the stairs. SubhanAllah, Allah swt gave them the strength, and they use it well, while we are not as strong as they are. That's the power of Allah swt, in giving the things that we need only, not the things that we wanted.
After performing our prayers and eat our dinner (masak sendiri ^.^), we headed straight for those warm bed, at 8pm. Tired. But happy ^.^, Alhamdulillah

(Our condo is the one on the very right of the pics. 1st floor)

(These minute grapes were delicious! As if there were small bombs of grape juice popping excitedly in our mouth ^.^)



to be continued (again)

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Sunday, October 23, 2011

M for Mesir?


Nak pergi mesir?

Tidak pernah terlintas di dalam benak fikiran ini, untuk menjejakkan kaki di bumi anbiya yang penuh bersejarah ini. Apatah lagi bila perlu ambil cuti selama seminggu dari bos, untuk ke sana. Kalau ke australia ke, korea ke, jepun ke, china ke mahupun indonesia, ada juga terfikir untuk bercuti ke sana. Tetapi, mesir? Memang tidak ku sangka. Kali terakhir mendengar tentang mesir adalah bila ada sahabat yang sambung belajar ke sana. Ramai juga sahabat yang berada di sana (cuma tak pernah / jarang contact je ^.^,), derang ambil syariah, usuluddin, hadith, tafsir, qiraat, ulum islami, medik dan lain-lain lagi. Dan mereka memang hebat-hebat belaka. Tabik spring lah ^.^

Tapi, pada mulanya, memang bukan dalam agenda pun ingin ke mesir. Umi dan ayah memang sudah beli tiket, untuk mengiringi adik, malah sudah siap-siap packing lagi. Tetapi Allah izin, bos yang duduk di sebelah sarankan untuk mengambil cuti, dan pergi ke sana (sebab bos kenal ayah, dan ayah bercerita hajatnya untuk ke sana). Katanya, bila lagi mahu pergi, kalau tidak waktu ini? Nanti bila dah mula belajar balik, mesti tiada masa dah. Maka, setelah hantar email ke bos besar, dan mendapat approval, terus telefon ayah. Ayah, umi dan adik semua terkejut. hehehe... (sebab tak pernah show interest untuk pergi pun selama ni.).

Dan selepas 3 minggu begitu, berdirilah kami di KLIA bersama bagasi yang beratnya tidak kurang dari 120kg (lebih sikit). 90% dari barang tersebut adalah barang keperluan adik, manakala kami hanya membawa baju dalam sebuah beg kecil yang juga sesuai untuk jadikan hand luggage.^.^, Sepatutnya, adik seorang sahaja yang boleh bawa 40kg, kami hanya 27kg. Namun, tawakkal sahaja. Jika boleh masuk, alhamdulillah, jika tidak, sebahagian darinya akan dibawa pulang oleh abang.

Setibanya di kaunter check-in, jam menunjukkan pukul 12 malam, kami disambut mesra oleh seorang pekerja wanita yang bertudung cantik. Umurnya, dalam lingkungan 30-an. Apabila ditanya, berapa jumlah beg, kami menunjukkan 4 beg, dan berat kesemuanya lebih kurang 60kg. Masih ada 20kg++ kami letak di tepi, mungkin tidak lepas, (adik sudah check in dengan agensinya, dengan bagasi yang beratnya lebih kurang 40kg). Apabila sudah di check-in keempat-empat beg, pekerja tersebut masih lagi bertanyakan jika kami masih ada lagi beg yang mahu di-check in. Dan apabila ditanya, sebenarnya, berapa berat yang kami boleh masukkan ke bawah? 30kg++. Alhamdulillah, maka, kami dengan gembiranya, meletakkan kesemua beg yang kami ada ke muatan bawah, dan kami hanya berlenggang ke dalam kapal terbang dengan membawa bag laptop dan kamera. Apabila selesai proses check-in, ayah berterus terang. "Sebenarnya, apabila pergi ke kaunter check in, ayah baca doa. allahumma yassir wa la tu'assir, ayat kursi dan doa-doa yang ayah tahu"
Kami hanya tersenyum ^.^, alhamdulillah.

kami menaiki pesawat Kuwait Airline untuk ke mesir. Kami bertolok pukul 3 pagi dari Malaysia
gambar ini diambil sewaktu transit di Kuwait (sbb waktu tu tgh siang) 

Maka, bermulalah perjalanan kami menuju bumi anbiya'. Sebenarnya, secara tulusnya, di dalam hati, tiada rasa untuk menziarahi piramid atau tempat-tempat pelancongan yang sering dilewati pelancong-pelancong biasa. (Dan memang betul kami tak pergi pun piramid ke, kedai krystal ke, naik cruise di sungai nile ke etc). Namun, bagi kami, ini adalah satu perjalanan akan menjadi sebahagian dari pengalaman hidup kami. Dan yang penting, kami ingin melihat bumi Allah swt dimana, di situ lahirnya para pembawa risalah, yang berjuang demi menyampaikan perintah Allah swt kepada umatnya. Di situ juga terdapat sejarah-sejarah yang sering kali disebut-sebut di dalam Al-Quran. Nabi Yusuf, Nabi Musa dan Nabi Ibrahim adalah antaranya. Dan yang paling penting, kami inginkan perjalanan ini, dilindungi dan diredhai Allah swt.

akan bersambung... ^.^


untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^,
 - daie_soleh & hanifmarwa -

Wednesday, October 19, 2011

besok kita berjuang lagi...


" Hidup ini adalah perjuangan yang tidak kenal penat lelah dan berterusan terus menerus. Kesabaran dan ketabahan adalah senjata paling utama di dalam pertarungan yang tiada noktah ini. Kemenangan di medan pertarungan ini hanya milik orang yang gagah berani dan tidak kenal takut, tidak mudah menyerah kalah kepada rintangan yang mereka hadapi dalam apa keadaan sekalipun. Tidak peduli, berapa kali mereka sering tersungkur dan jatuh, mereka segera bangkit kembali dan meneruskan usaha mereka dengan semangat baru yang lebih berkobar dan akal baru yang penuh kebijaksanaan dan pertimbangan yang matang. " (Habiburrahman El-Shirazy)


Esok kita akan berjuang lagi! insyAllah...

Friday, October 14, 2011

Bakso Cinta ^.^,


A: Terus terang, saya sudah lelah menemukan jodoh pak kiayi. Saya fikir, wanita tersebut adalah jodoh saya. tp ternyata... (berhenti tanpa meneruskan ayatnya). Saya titipkan cincin ini pada pak kiayi, kalau pak kiayi merasakan ada yang pantas dan cocok memakainya, silakan pak kiayi memakaikan pada jarinya. InsyAllah, saya samikna wa 'athokna, pak kiayi.

Pak Kiayi mengambil cincin dari tangan Abdullah, dan membukanya. Tidak lama kemudian, dia menutupnya kembali, sambil melepaskan hembusan nafasnya. Terasa berat.

K: A, aku mahu cerita, ini kisah nyata. mahu kamu mendengarkan?

A: Dengan senang hati pak kiayi.

K: Ada seorang gadis yang halus hatinya. Patuh dan bakti pada orang tuanya. Patuh, sangat patuh. gadis yang solehah. InsyAllah. Sangat patuh pada Tuhannya, cinta pada Nabinya, dan bangga pada agama yang dipeluknya. Suatu hari, gadis itu dilamar dan dinikahi oleh seorang pemuda yang dianggapnya bisa memberikannya kebahagiaan. Orang tuanya merestuinya. Bulan bergantu bulan. Orang tuanya beranggapan  puterinya itu sudah mendapatkan kebahagiaan. Tapi ternyata, berbeda dengan kenyataannya. 6 bulan pernikahan. Pemuda itu tidak melaksanakan tugas sebagai suami, gadis itu masih suci. Pemuda itu lalu menceraikannya.
Sekarang, pertanyaanku, mahu kamu menikah dengan gadis itu?

A: Kalau pak kiayi menjamin, InsyAllah saya mahu.

K: Kamu tidak ragu?

A: Apa menurut pak kiayi, dia pantas untuk saya, dan saya pantas untuknya?

K: InsyAllah.

A: Saya tidak ragu sekali pak kiayi.

K: Kalau begitu, kamu solat maghrib di sini. Ba'da (selepas) solat maghrib, aku nikahkan kamu dengan gadis itu. Saksinya masyarakat, jamaah dan para pelajar. Maharnya, cincin emas ini.

A: Kalau boleh tahu, gadis itu, asalnya dari mana dan siapa namanya?

K: Dia asalnya disekitar sini, dia, anakku, Anna

A: Anna? Anna pak kiayi?

K: Ya

A: Allahu akbar! (Abdullah, bersyukur dengan penuh pengabdian, dan pada masa yang sama, anna yang mendengar di balik almari, sujud syukur atas segala yang
telah Allah swt aturkan untuknya.)

------------------------------

Baiklah, sebenarnya, dialog di atas adalah petikan dari cerita film Ketika Cinta Bertasbih part 2. Walaupun film ini sudah lama ditayangkan, namun baru sekarang saya punya peluang untuk menontoninya. SubhanAllah, subhanAllah, subhanAllah. Sungguh indah aturan film tersebut dan bagaimana ia disampaikan pada para penonton. Bukan hanya heppi ending yang saya maksudkan, namun keseluruhan perjalanan cerita tersebut, dicoretkan dengan sangat santai tetapi sangat mendalam message yang cuba ia sampaikan.

Terdapat beberapa pengajaran yang sangat bermakna ketika setiap detik masa film ini ditayangkan:

1) Yang pertama, saya belajar bahawa, walaupun setinggi mana kita menimba ilmu, lebih tinggi ilmu kita, seharusnya, kita menjadi lebih "humble". Kerana setiap dari ilmu yang kita terima, menandakan tahap keimanan yang perlu kita tingkatkan kepada Allah swt, tahap keabdian kita dan juga tahap keikhlasan kita. Dan apabila ilmu tersebut disampaikan kepada orang lain pula, kita juga akan dipertanggungjawabkan. Dalam surah as-saff: "kabura maktan 'indAllahi antaqulu ma la taf'alun"

2) Jangan pernah menyerah. Kerana setiap kepayahan dan cubaan yang telah Allah swt kurniakan kepada kita, adalah sebagai tanda kasih sayangNya dan cintaNya kepada hambaNya. Kerana, di hujung kesusahan tersebut, sekiranya kita berjaya tempuhi, insyAllah, terdapat sesuatu yang tersangat indah, Allah swt kurniakan kepada hambaNya... sehinggakan bisa membuat kita menangis dan sujud kesyukuran di atas peraturan Allah swt yang sungguh indah sekali buat hambaNya...

3) Patuh dan taat kepada kedua ibu bapa kita yang tercinta. Sungguh, tiada apa pun dapat menggantikan kasih sayang dan cintanya mereka terhadap darah dagingnya sendiri. Semenjak kita lahir sehinggalah kita meningkat dewasa, kasih sayang dan cintanya mereka kepada kita tiada belah bahagi. Semua yang mereka lakukan hanyalah untuk kebaikan kita semata dan hanyalah untuk memberi kebahagiaan kepada anak-anaknya. Jika mengenai jodoh, pasti mereka akan mencarikan yang terbaik, jika mengenai akhlak, pasti mereka akan mendidik kita untuk patuhi Allah swt dan mencintai Rasulullah saw, jika mengenai ilmu, pasti mereka akan mengajar kita segala ilmu yang mereka punya, baik ilmu tentang kehidupan, akademik dan lain-lain.

4) Berbicaralah dengan telus, tanpa pernah terlintas untuk berbohong. Tiada yang harus diselindungi, dan berkata benarlah, walaupun ia terasa terlalu pahit untuk kita terima.

5) Jaga kehormatan diri, kesucian akhlak dan tatacara. Walaupun kita jatuh cinta pada seseorang hamba itu, selagi dia bukan yang halal bagi kita, teruslah bermujahadah untuk menahan hawa nafsu dan bisikan syaitan yang sentiasa membisikkan kata-kata was-was yang bisa menarik kita terlalu jauh dari keredhaan Allah swt. Mungkin dia jodoh kita, tetapi dia juga mungkin bukan jodoh kita. Mungkin saat itu kita merasakan dia adalah yang terbaik untuk kita, dan sangat cocok, namun Allah swt mengaturkan yang terbaik buat kita. Maka, mungkin juga dia bukan yang terbaik untuk kita. Maka, perbanyakkan istighfar atas dosa-dosa yang kita lakukan, dan istikharah dan solat taubat lah, dalam hal ini. Kerana segala-galanya di tangan Allah swt. Walaupun sudah bertunang sekalipun, ikatan itu, bisa terputus, dengan cara yang Allah swt redhai. Malah, jika kita meredhai, Allah swt pasti akan menggantikan yang lebih baik buat kita. ^.^, insyAllah...

6) Sentiasa bersyukur. Pada setiap saat dan pada setiap ketentuan yang telah Allah swt susun buat kita. Pasti ada hikmahnya. Pasti!


Sampai sini dahulu untuk kali ini. Jika ingin menyenaraikan semua pengajaran, saya jamin, satu jam saja pasti tidak cukup. Maka, saya meminta ampun dari pembaca semua sekiranya tersilap kata-kata, dan doakanlah semoga penulis juga sentiasa ikhlas dalam setiap ayat yang dibicarakan di sepanjang penulisan di blog ini. Semua ini akan dipertanggungjawabkan. Maka doakan supaya niat saya sentiasa tetap, hanya untuk mendapat keredhaan Allah swt... dan begitu juga dengan para pembaca. semoga kita semuanya ikhlas... dalam menunaikan amanah Allah swt sebagai 'abid dan juga khalifahNya di muka bumi ini..insyAllah.






Wednesday, October 12, 2011

아마도



When the world around you suddenly stop.
while the sound seeps through the ear,
breaking the heart,
and flooding the eye.

When yesterday I only heard the teory.
and today I am hit by the reality.

"I havent prayed zohor yet.
Owh, nevermind, its  already asar,
lets do a qada' istead"

A faint smile spread across her face,
while knowing this is not a small case.

Looking through her while throwing my ego,
I know she is my senior but I cant let this one go.

"Why dont we pray first and meet him later?"

Maybe this will be the end of the friendship,
when the words leave my lips.
Maybe this will also be a turning point for her,
to change her life for a better.
"As you've promised to meet Allah earlier"
"Now that it is a bit late, better not do it later. ^.^"

Maybe and just maybe if she knows her priority,
and let go the the world that is not worthy.
"That's not possible, as I've promised to meet him now, both of us together"
"But you too cant easily break the promise to Allah swt and qada' your prayers ^.^"


Saturday, October 8, 2011

내 자매






Wahai saudari,
jangan terpedaya dengan hasutan syaitan,
sesunggunhya kewajuban hijab datangnya dari Tuhan kita Yang Maha Memberi,
Kita telah mendengar kata-kata yang ajaib dari saudari kita,
ungkapan mereka tidak menyenangkan tentang hijab,
mengatakan diantara pakaian yang hitam gelap,
bagaikan diikat khemah di atas tengkuk,
kononnya mereka mengajak untuk membebaskan para gadis,
lalu ditulis tentangnya di dalam buku,
mereka melakar cara berhias yang kononnya tidak akan merugikan para pemuda,

Wahai saudariku,
inilah pekakakan pembenci umpama serigala,
maka nerakalah seburuk-buruk tempat pembalasan bagi orang zalim,
Allah akan membentangkan segala kezaliman mereka di hari perhitungan,
Dan syurgalah sebaik-baik tempat kembali...

Thursday, October 6, 2011

172



 
[172]
Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”.

And when the promise has been made, there are no reason why we should break it... Not like the normal contract that we usually sign on paper, this contract stays with you eternally. And it is with you now and forever. Its in you, and it is in your heart, where those promise are being kept. As the verse has said, you have made this promise...and there should be no reason at all in the hereafter, saying that you forgotten all about it...
And like the other contract, there must be a timeline. A due date/end date, of which the contract ends. That date where our life ends. And where all the things that we borrowed from Allah swt, must be returned, and asked back, what have we done to the things that Allah swt has lend to us, in order to get closer to Him? 

Did we use it wrongly?
Did we use it to go against Allah's swt will?
Did we violate it? 
Did we take care of it like Allah swt has told us to?
Did we use it to get closer to Allah swt?
Did we use it to become a better 'abid?
Did we use it to call upon the others to be closer to Allah swt too?
Did we use it to do good deeds to our parents?
Did we use it to do good deeds to our siblings?
Did we use it to do good deeds to those in needs?
Did we use it to display to the others to be arrogant?
Did we use it to do anything we like and ignore whether it is right or wrong?


InsyAllah, when Allah swt give us His nikmat, it means, there are still many chances for us to take a step forward and make the right choice. To repent and to change - in becoming a better 'abid in front of Allah swt. Because its a PROMISE! and a mukmin will never break his/her promise! ^.^, --> "Bala syahidna"

p/s everyday, Allah swt has given us a tazkirah to cleanse our heart. Did you realize that? ^.^, if you didn't, then, stay still, close your eyes, and think about the things that you have gone through today... and from every events that you've been through today, look at how beautiful Allah swt has plan for us. If you look down, then you will only see the floor and its dirt, but if you look up and out the window, you will see the stars that shines so brightly... ^.^,


Wednesday, October 5, 2011

the tears that never stop

it took longer,
to realize,
there's one part that's missing.
there's an empty spot.
where it has always been there.
but the ignorance cause it to be abandoned,
to be lonely,
to be scared,
to be hurt,
to be ignored,
and has never been mend,
or forgiven,
or taken care of properly.
but when it is taken away,
it becomes empty.
nothing can ever filled it like she did.
because she is also part of me,
who has done nothing wrong,
and it hurt to see and hear that she used to be hurt by me.
the one that should protect her,
the one that should take care of her,
the one that should be a good example,
the one that should never have grudge against her,
but, could it be too late?
to ask for forgiveness?
there were never, even once that I say, "I'm sorry".
"I'm so sorry. for being bad"
"I'm so sorry for never ask for your forgiveness"
"I'm so sorry for being such an evil person to you"
"I'm so sorry for saying bad things to you"
"I'm so sorry for being jealous towards you since you are born"
"I'm so sorry for hurting you"
and there was never a time where I beg that you could forgive me.
because of my ego and ignorance.
from the bottom of my heart...
before I die...
before I have no time anymore,
I am so sorry...
my little ones...
because it takes time for me to say that I am sorry,
because I never love you properly...







Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...