Thursday, November 19, 2009

growing up & strong

when you see them grow in front of your eyes...its hard to catch up with the changes...all the best in your exams sis! Zikrullaha kathira...

-> Even this can make someone cry of happiness :) <-

Tuesday, November 17, 2009

SOMBONG! BONGKAK!

dengan luangan masa yang singkat ini, teringin sangat untuk berkongsi dengan anda tentang sebuah kisah di dalam Al-Quran yang kita semua sudah sedia maklum (kalau baca Quran dan terjemahannya selalu lah…Oops! Dah baca Quran harini?). Kisah tentang bagaimana Iblis di halau oleh Allah SWT dari Syurga…(ha…tahu tak ceritanya?). Ingatlah baik-baik akan kisah ini…(ehem2..)

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

Sebuah arahan yang jika dilihat sekali imbas…simple & straight forward…sebuah kemuliaan agung kurniaan Allah SWT kepada kita…manusia. Asalnya sungguh hina…dari tanah, tanah liat yang dibentuk oleh Allah SWT sendiri dengan kekuasaanNya. Subhanallah, betapa sayang dan hebatnya penciptaan kita ni…(ehem…sayu plak rasa…terharu.. ).

12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Ini mungkin bahagian yang paling menarik…lihat dan hayati jawapan iblis kepada Tuhan Sekalian Alam, Yang Maha Menciptakan segala sesuatu…penuh rasa bangga, sombong, merasakan dirinya sungguh hebat…lebih dari Allah SWT yang telah menciptakannya sendiri dari api. Hayati perasaan iblis ketika itu…sungguh terasa hina dengan penghormatan yang Allah SWT berikan kepada Adam (atuk kita…ingat tu…!). Allah suruh dia sujud sebagai tanda sembah kepada Allah SWT ke? Tak pun…hanya sebagai penghormatan..pengiktirafan makhluk terhadap kehebatan Allah SWT yg Maha Menciptakan…dari sesuatu yang hina…diangkat ke mercu yang tinggi dan dihormati. Kita pun kalau itu berlaku depan kita…kita pun akan rasa camne? “Wah…masyaAllah…hebatnya Allah!”. Mesti rasa nak sujud juga…sebab macam hebat sangat…subhanallah.

13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

Balasan untuk iblis (tak nak tulis huruf ‘i’ besar, sebab tak layak pun… :p…Allah pun hina dia…kita lagi lah kene hina dia jugak…kan?).

14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

Siap minta tangguh lagi…tahu pula takut…tapi ye ke sebab takut? Ke sebab lain? Kita sambung baca lagi…

15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Sekalipun Allah sudah sedia maklum apa yang akan terjadi, namun, diberi kebenaran ini. Sungguh Allah itu Maha Pengampun. Namun, apa iblis nak buat dengan tempoh masa tu? Untuk bertaubat? Ke?

16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

Ya Allah! Siap sempat salahkan Allah SWT lagi di atas ketidak taatan dia sendiri! Na’uzubillah min zalik…! Padahal dia sendiri tahu akibatnya kalau tidak taat kepada Allah SWT. Point kat sini…dahlah sombong, tak taat pulak bila dah suruh…siap minta tangguh lagi…dah lah tu…salahkan Allah SWT pulak! Ya Allah! Jangan jadikan aku seperti ini ya Allah! Jangan kau biarkan aku, keluargaku, kawan-kawanku dan sesiapa yang aku kenali dan yang mengenaliku jadi macam ni ya Allah…aku pohon!

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Dah lah bagi tempoh masa, daripada digunakan untuk bertaubat, dia gunakan untuk apa? Untuk usaha gila-gila menghancurkan kita…sebuah pengisytiharan agung bermulanya sebuah peperangan…! Pergh…perang tu! Perang apa? Apa kita nak buat…!!

18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

Perang untuk tengok siapa antara manusia ini akan taat kepada Allah SWT dan siapa yang bodoh sangat untuk ikut iblis bersama-sama dengannya masuk neraka Allah SWT. Tapi Allah SWT akan selamatkan kalau tak ikut iblis dan geng-geng dia…hmm…mencabar tu…ya Allah! jadikan kami hambaMu yang taat…hambaMu yang menjadikan iblis sebagai musuh2 kami…kerana sesungguhnya mereka adalah musuh kami yang nyata. Peliharalah kami dari tipu daya mereka yang menyesatkan. Kau sinari hati kami ini dengan cahaya hidayah dan taufiqMu…Amin

(Petikan terjemahan Surah Al-A’raf: 11-18)

credit to: THINKPLANACT

Bila anak Adam...


Bila malaikat maut datang menjemput, terputuslah amalan anak adam
kecuali ilmu yang bermanfaat, sedekah jariah dan doa anak yang soleh

Beruntunglah mereka yang melaksanakan setiap amalan itu kerana Allah swt, dengan cara yang diredai Allah. Semoga setiap amalan tersebut bisa menjadi saksi di akhirat kelak.

p/s dalam musim peperiksaan ini, bukankah ia menguji kesabaran kita? Ketabahan kita? Kekuatan kita, fizikal dan mental? Namun, seramai manakah yang masih lagi tetap di atas jalanNya?

Friday, November 13, 2009

Di saat...aku jatuh

Di saat iman terjatuh tersungkur,
di saat hati gundah gelisah,
di saat akal tidak dapat berfikir,


ingatlah Allah swt.
Ingatlah Rabbmu yang tidak pernah lupa dan alpa pada hambaNya.
Ingatlah Rabbmu yang tidak pernah putus mengurniakan nikmatNya,
Ingatlah Rabbmu yang menyayangi hambaNya, lebih dari sayangnya seluruh ibu terhadap anaknya.

"...maka kelak Allah akan mendatangkan satu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya,..." (al-maidah:54)

SubhanaAllah.

Terasa seperti apa yang diingini tidak dipenuhi,
Terasa seperti diri ii telah dibuang dan dilupai,

sesungguhnya, ia hanyalah satu ujian buat dirimu yang sering lupa pada Khaliq-nya.
manusia, oh manusia...
hamba yang sering lupa...
yang terlalu mengejar-kejarkan dunia.
Dunia yang diibaratkan seperti setits air di lautan,
sedangkan akhirat yang abadi dilupakan.

"Apakah kami lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat adalah sedikit"(At-taubah:93)

Astaghfirullah...astaghfirullah..astaghfirullah...

Friday, October 30, 2009

Allah swt itu Jauhh...?

Kenapa manusia sering buat maksiat?

Dia tahu maksiat itu salah, tapi kenapa dia lengah-lengah dalam taubatnya?

Kerana dia rasa Allah SWT itu jauh. Lambat hendak dicapai.

Kenapa manusia, jarang berdoa dan menggantuntgkan harapannya kepada Allah?

Kerana dia rasa Allah SWT itu jauh. Dia tidak nampak Allah, membuatkan dia rasa kurang yakin dengannya. Seakan-akan Allah itu sangat jauh dan mungkin lambat sampai untuk membantunya.



Kenapa manusia, tidak mampu hendak mengaitkan seluruh kehidupannya dengan Allah?

Kerana dia rasa Allah SWT itu jauh. Jadi pada dia, tiada makna mengaitkan urusan hidup dengan sesuatu yang jauh. Yang entah gembira atau tidak dengan kejayaan kita. Yang entah sedih atau tidak dengan kebencanaan yang menimpa kita. Yang entah hendak memberi ganjaran atau tidak dengan kebaikan kita.

Kerana kita rasa Allah SWT itu jauh, maka bila kita gundah atau resah, maka kita berlama-lamaan di dalam perasaan yang menyempitkan itu.

Namun, apakah Allah SWT itu jauh?


Ini masalah hubungan manusia dengan Allah SWT. Kita di pihak yang mengharap, dan pemberinya adalah Allah.


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang “Aku” maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al Baqarah: 186)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat dari pada urat lehernya (Al Qaaf:16)
“Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Al-Baqarah: 214)



Tidakkah kita merasakan bahawasanya, kita ini terlalu miskin? Orang yang miskin adalah orang yang meminta untuk dipenuhi keperluannya. Sedarkah kita bahawasanya, kita ini adalah papa? Kita tiada tempat untuk meminta selain daripada Allah swt Yang Maha Kaya dan Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan...Al-Ghaniy dan Al-Mughniy.

“Cukuplah bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik-baik wakil(pengurus)” Surah Ali-Imran ayat 173.

Sesungguhnya, hanya mereka yang mendambakan keredaan Allah swt sahaja yang akan merasa ketenangan dan kemanisan iman yang abadi...

~subhanAllah~

Tuesday, October 20, 2009

aku yg pergi dulu

Sedih. Aku tidak tahu mengapa. Tetapi suasana kelam itu mengundang rasa sedih di dalam hatiku. Kulihat Ariff menangis teresak-esak. Fawwaz dan Munsyi duduk menunduk wajah yang sugul. Di sekeliling mereka bertiga, kebanyakan rakan-rakanku di Jordan ini turut hadir. Semuanya mempunyai gaya masing-masing. Namun gaya mereka semua bersatu atas satu perkataan. Sedih.

Tiba-tiba aku rasa takut.

Seakan-akan suasana itu meragut jiwaku.

“Semoga ALLAH rahmati arwah” Presiden MPPM Jordan, Abang Dzulkarnain berkata dalam keadaan matanya yang kemerahan.

Arwah?

Ada orang meninggal kah?

Tiba-tiba aku nampak wajah Toriq, sahabat karibku. Wajahnya pucat lesu. Kenapa? Dia kaku sahaja tanpa suara. Matanya terpejam.

Adakah….


****


Aku memandang wajah Toriq. Wajah itu tidak sama seperti wajah yang kelihatan dalam mimpiku. Wajahnya kini hidup, ceria, penuh cahaya. Wajah yang aku tidak pernah rasa sugul bila memandangnya. Namun hari ini, keresahan aku tidak hilang dengan memandang wajah bersih itu. Malah, semakin bertambah gelisah.

“Ni kenapa gaya nak makan orang? Dah tranformasi jadi Godzilla?” Toriq tersenyum-senyum.

“Jalan pandang depan la” Aku memuncungkan bibir ke hadapan, ke arah jalan raya. Kami kini sedang berada di hadapan sebuah pasaraya, yang bertentangan dengan pintu gerbang universiti kami. Antara pasaraya dengan pintu gerbang universiti, ada jalan raya yang besar untuk kami lintasi.

Senior-senior sentiasa berpesan agar kami berhati-hati kerana orang arab biasanya memandu dengan laju. Kadangkala, kita tidak dapat menjangka bagaimana mereka memandu. Aku yang pernah naik teksi dan coaster di Jordan ini, memang rasa macam nak tercabut jantung dengan cara pemanduan mereka. Menggerunkan.

“Uih, garangnya. Ni boleh jadi Godzilla sungguh ni” Toriq terus melangkah.

Tiba-tiba mataku menangkap sebuah kereta yang bergerak dalam keadaan laju.

Pantas wajah pucat Toriq dalam mimpiku menjengah. Kata-kata Abang Dzulkarnain mengetuk kepala.

Arwah…

“Toriq!” Aku terus mencapai lengannya, menarik Toriq ke belakang semula. Kereta tadi terus bergerak membelah jalan raya.

“Kau nak mati ke? Jalan tak pandang kiri kanan?” Aku meninggi suara. Dapat kurasa wajahku tegang. Dada berdegup kencang. Bukan marah, tapi…

Toriq angkat kening. “Kau ni kenapa? Siapa tak nampak kereta tadi? Aku bukan nak melintas jalan raya. Aku baru je nak melangkah nak berdiri tepi jalan raya. Macam tak biasa pulak.”

Aku diam. Tadi, dia bukan nak melintas ke?

“Kau ni, sayang aku terlebih ni” Toriq ketawa kecil.

Muka aku merah. Aku terasa macam aku ini orang bodoh pula.

“Aku risau” Aku menjawab tanpa memandang wajah Toriq. Jalan raya sedang dipenuhi kenderaan yang lalu lalang. Kami masih belum ada peluang untuk melintas.

“Risau? Terharu seh” Toriq memaut bahuku dengan lengannya. Dia masih ketawa.

Aku diam sahaja. Mana aku tak risau? Aku mimpi kau mati!

Tidak lama kemudian, kami mendapat peluang melintas jalan. Toriq melangkah dahulu. Aku pantas bergerak agar langkah kami seiring. Pantas tangan kananku memegang tangan Toriq, memimpinnya seperti memimpin anak kecil melintas jalan.

Sampai sahaja di pintu gerbang Univeristi Yarmouk, aku perasan Toriq memandangku. Tapi aku senyap sahaja. Beberapa orang di tepi jalan tersenyum-senyum memandang kami. Memang, nampak pelik kalau lelaki berpimpin tangan dengan lelaki.

“Kau tak sihat?” Suara Toriq agar kerisauan dengarnya.

Aku melepaskan tangannya semasa melepasi pintu gerbang. Geleng kepala.

Aku perlu bagitahu kah mimpi aku?

“Kalau kau ada masalah, bagitahu aku”

Toriq, memang sahabat yang baik. Sahabat aku yang terbaik. Tapi sekarang, bukan aku yang bermasalah. Masalahnya adalah kau, Toriq. Aku rasa macam kau akan ditarik pergi. Aku tidak mahu kau pergi!

“Tiada apa-apa”

Toriq tersenyum semula. Wajah cerianya kembali bercahaya. “Kau tengah angau dengan sesiapa ke?” Tangannya mencuit pinggangku.

“Banyak la kau”


****


Orang kata, kalau ada manusia nak dekat mati, biasanya dia akan ada tanda-tandanya. Tapi, selalunya tanda itu tidak akan kita perasan, melainkan selepas dia mati. Contoh yang biasa didengari adalah seperti ajak makan makanan kegemaran tapi dia makan tak habis. Contoh lain yang biasa aku dengar, arwah akan sering berkata berkenaan mati sebelum kematiannya.

“Agak-agak, umur kita ni berapa panjang lagi?”

Hampir tersembur air yang sedang kuteguk. Terkejut. Aku membesarkan mata, memandang Toriq.

“Mati-mati jangan sebut lah” Aku menegur.

Toriq tersengih. “Kenapa pulak? Mati tu bila-bila. Apa salahnya ingat mati. Mati selalu ingat kita”

Aku menghela nafas. Betul. Malah, mengingati mati adalah antara pencuci kekaratan di dalam hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Hati itu akan berkarat seperti karatnya besi” Sahabat-sahabat pun bertanya bagaimana untuk membersihkannya. Rasulullah SAW menjawab: “Membaca Al-Quran dan mengingati mati”

“Tak ada la, hilang keindahan pagi ni” Aku memberikan alasan. Kemudian memandang mentari pagi yang redup di sebalik awan.

Sekarang Subuh pukul 3.40 pagi. Malam sudah menjadi pendek kerana musim panas. Antara hobi aku dan Toriq masa musim panas ini adalah duduk di atas sutuh dan berehat sambil memerhatikan mentari naik. Kami akan membaca Al-Quran dan kemudiannya bersarapan bersama-sama.

“Kalau aku mati, macam mana agaknya kau?” Soalan itu, mengundang pusingan pantas dari kepalaku.

Pantas aku meluku kepalanya.

“Aduh, kenapa?” Toriq menggosok-gosok kepalanya. Memandang aku dengan kehairanan.

“Degil ya. Kan aku dah cakap jangan rosakkan mood pagi ni” Aku cuba bergaya selamba.

Toriq mencemikkan muka, kemudian terus menyambung sarapannya.

Suasana senyap sebentar. Aku terus menghabiskan air. Cawan kuletakkan. Toriq tekun dengan makanannya. Aku rasa bersalah pula.

“Kalau kau tak ada…” Perlahan-lahan aku bersuara.

Toriq mengangkat kepala. Mata kami bertentang. Suasana senyap kembali. Kemudian Toriq mengangkat kening, isyarat agar aku meneruskan kata-kata.

“Aku akan rasa amat amat amat sedih” Suaraku perlahan.

Perlahan-lahan senyuman Toriq terukir.

“Kenapa? Lawak ke?”

“Terharu seh”

“Banyak la kau punya terharu”

“Aku saje je nak tengok kau sayang aku tak” Toriq angkat kening dua kali. Kemudian dengan selamba meneruskan sarapan.

“Ceh” Buat aku risau aje. Aku memandang langit kembali. Semakin cerah. Baru pukul 6.00 pagi, sudah seperti pukul 8.00 pagi di Malaysia.

Adakah hidup akan sentiasa cerah seperti keadaan sekarang?


****


Hah!

Aku terbangun lagi. Mimpi itu datang lagi. Wajah teman-teman yang sugul, ada yang menangis, ucapan Abang Dzulkarnain dan berakhir dengan wajah Toriq yang terpejam kehilangan seri.

Aku beristighfar berulang kali. MasyaALLAH… Perasaan takut menyerang.

Tubuhku rasa hangat. Kusentuh dahi, terasa basah. Aku berpeluh.

Semakin lama, aku terasa seakan-akan mimpiku akan menjadi kenyataan.

Mimpi yang sama datang dan datang lagi.

Ya ALLAH…

Kulihat jam pada telefon bimbit. 2.45 pagi. Aku terus bangun dan menuju ke tandas. Gosok gigi, dan membasuh muka. Kemudiannya aku mengambil wudhu’. Aku hendak solat tahajjud.

Semalam, Toriq mengadu kepadaku bahawa dia sakit. Dia rasa lemah-lemah badan. Hidung pula sentiasa berdarah.

Aku amat risau. Aku telah membawanya berjumpa doktor pada waktu malam, tetapi doktor hanya berkata bahawa itu keadaan biasa apabila perubahan cuaca. Memang biasanya pada musim panas, badan akan terasa lebih lemah dan kadangkala untuk beberapa orang, darah akan keluar dari hidung.

Keterangan doktor tidak membuatkan aku lega. Mungkin aku juga akan menganggap ini biasa, kalau aku tidak didatangi mimpi aneh itu. Tapi, setelah berulang kali mimpi itu hadir, aku rasa teramat risau. Adakah pemergian Toriq memang tidak dapat dielakkan? Adakah mimpi aku itu, benar-benar satu kepastian?

Aku menangis dalam sujudku.

Ya ALLAH, sesungguhnya KAUlah yang menguasai nyawa, maka panjangkanlah nyawa sahabatku itu!


****


“Nama aku Toriq. Yoroshikuu” Dia menghulurkan tangan.

Yoro… shiku? Bahasa Jepun apabila memperkenalkan diri, atau meminta seseorang melakukan sesuatu.

“Pelajar JUST?” Nama universiti untuk pelajar perubatan dan pergigian di Irbid kusebut.

Semua orang disekelilingnya ketawa.

“Aku dah kata dah, kau ni tak ada rupa pelajar Yarmouk” Bahunya ditepuk kawan di sisi.

Dia ketawa juga. “Aku pelajar Yarmouk. Macam kau juga. Kita sama baya la. Cuma aku sampai sini seminggu awal”

Aku tersengih. Pandangan pertama aku, pelajar bernama Toriq ini adalah seorang yang suka lepak-lepak, gaya happy go lucky dan ada aura anak orang kaya.

Sekejap sahaja. Sudah dua tahun berlalu. Tanpa aku sangka, pelajar yang aku ingat suka lepak-lepak, gaya happy go lucky, dan ada aura anak orang kaya itu adalah sebenarnya jauh dari sangkaan aku. Gayanya memang ceria, tetapi Toriq adalah seorang yang serius pada tempatnya. Dia rupanya bukan anak orang kaya. Dia sederhana sahaja seperti aku. Tetapi dari segi pelajaran, Toriq jauh melebihi aku. Dia antara yang tergenius di dalam Universiti Yarmouk. Hatta pensyarah pun menyayangi dia.

Akhlaknya baik dan bersih. Tidak pernah menyakitkan hati orang. Malah Toriq yang mengajak aku untuk mengikuti usrah yang dijalankan oleh Iktilaf Islami, kumpulan persatuan ISLAM orang arab di Universiti Yarmouk.

Toriq Sentiasa berbahasa yang menyenangkan, dan semua orang di kawasan Irbid ini menyukainya. Dan semestinya, Toriq ramai peminat dari kalangan pelajar perempuan.

Dan tanpa aku sangka juga, pelajar yang aku ingat suka lepak-lepak itulah yang menjadi sahabat karib aku sepanjang berada di Jordan ini. Kami tinggal serumah dari tahun pertama dengan tiga orang pelajar JUST, iaitu Ariff, Fawwaz dan Munysi.

Malah, kami adalah pasangan setter dan spiker yang digeruni di Universiti. Aku spiker dan dia sebagai setter. Kami berdua suka juga buat video macam Anas Tahir dan Akbar, tapi kami tak buat video nyanyi macam mereka. Kami buat video tazkirah. Antara projek dakwah aku dan Toriq.

Aku, memang amat sayang dengan Toriq.

Sayang kerana ALLAH. Ukhuwwahfillah. Toriq yang kenalkan aku dengan benda-benda tu. Dia yang kenalkan aku akan hakikat ISLAM, hakikat iman. Sedikit demi sedikit dia mencerahkan kefahaman aku berkenaan makna kehidupan. Hinggalah sampai satu tahap, dia mengajak aku mengikuti usrah untuk pemahaman yang lebih tersusun.

Walaupun aku adalah seorang pelajar sekolah agama sebelum berkenalan dengan Toriq lagi, tetapi selepas dia menunjukkan aku semua itu, baru aku nampak bahawa aku telah silap meletakkan agamaku. Selama ini, aku hanya nampak ISLAM ini sebagai agama sahaja. Aku nampak ISLAM ini pada pelajaran. Aku nampak ISLAM ini untuk aku lulus cemerlang dan mendapat kerja dalam kehidupan.

Tapi rupa-rupanya, ISLAM ini lebih daripada itu. Seluruh kehidupan itu sendiri sebenarnya perlu berada di dalam ISLAM. Hal ini kerana, ISLAM itu syumul, meliputi segala perkara. Semua itu aku fahami, hanya selepas aku mengenali Toriq. Perlahan-lahan, dialah yang memimpin aku.

Sebab itu, aku amat menyayanginya.

“Ni kenapa tengok aku macam aku dah nak mati je ni?” Toriq memandang kepadaku.

Aku tersedar dari lamunan panjang. Perkataan ‘mati’ membuatkan aku sedikit rasa tidak senang.

“Kau sakit, aku tengok-tengokkan la” Aku menjawab selamba.

Toriq tersenyum. “Kut la nak ubatkan”

“Aku bukan doktor lah”

“Da’ie, doktor pada ummah seh”

Kata-kata Toriq mengoyak sengihku. “Masalahnya, kalau bab sakit macam kau ni, da’ie tak boleh nak ubatkan. Doktor la kena bagi ubat”

Toriq menggeleng. “Da’ie, perlu beri harapan kepada pesakit macam aku ni, untuk menjalani ujian sakit itu dengan penuh keimanan”

Aku tersenyum. Ada-ada sahaja. Tak mahu kalah juga.

“Jadi, bersabarlah kau dengan ujian ni. Ini baru sakit sikit. Kemungkinan, ALLAH akan uji dengan benda yang lebih besar”

“Apa agaknya benda yang lebih besar tu?”

“Aku kahwin dengan orang yang kau suka”

Terkeluar tawa kami berdua.

“Berani la” Toriq menunjuk penumbuk.

“Joke man, joke”

Toriq mengangguk. Aku tahu, dia faham. Kami bukan sekali dua bergurau. Entah, sudah kali ke berapa ribu kami bercanda. Kadang-kadang, tanpa bersuara pun, aku seakan dapat menjangka perasaannya, dan dia pula seakan dapat menjangka keadaan aku.

“Aku rasa, aku dah hampir sihat dah ni” Toriq memegang dahinya.

“Kau rehat cukup, okaylah kut”

“Darah pun dah tak keluar dah sehari dua ni”

“Esok boleh pergi kuliah”

“Kau mesti sepi pergi kuliah sengsorang”

“Bajet macam aku ni jiwang plak”

“Ha ha…”

Senyap sebentar selepas itu. Tiga hari ini, aku la yang menjaganya. Ahli rumah lain agak sibuk kerana mereka pelajar perubatan. Pelajar agama di Yarmouk memang agak banyak masa lapang.

“Tapi, memang sepi pun tak ada kau”

“Ha… introducing, mamat jiwang Irbid, Rasyid!”

“Banyak la” Aku menolak Toriq. Kami ketawa lagi. Nampaknya, Toriq memang benar-benar sihat.

Aku rasa lega.

Mungkin, mimpi aku itu hanya mainan sahaja.

Mungkin, aku ini terlalu banyak fikir.

“Hei Toriq” Aku memandang Toriq. Mata kami bertemu.

“Em?” Keningnya terangkat sebelah. Gaya kebiasaan.

“Uhibbukafillah, jiddan jiddan” Aku cintakan kamu kerana ALLAH sangat-sangat.

Toriq senyap sebentar. Kemudian ketawa.

Aku hairan. Kenapa?

“Kau memang dah jadi mamat jiwang seh. Gaya macam nak tinggal aku jauh je”

Aku tersengih. Aku yang takut kau tinggal aku jauh. Aku yang tak mahu kau pergi jauh tinggalkan aku.

Kemudian tawa Toriq mengendur. Dia memandang aku.

“Uhibbukafillah kaman” Aku cintakan kamu kerana ALLAH juga.

Aku tersenyum.

Hati lapang.


****


Aku terbangun.

Aku tidak tahu sama ada aku patut tersenyum, atau terus bimbang.

Aku bermimpi mimpi yang sama. Tetapi, mimpiku bertambah. Semuanya sama, hingga ketika wajah pucat Toriq yang terpejam matanya. Namun, kali ini, sebelum berakhir, mata Toriq yang terpejam itu, terbuka, dengan mata yang bergenang.

Adakah ini tandanya, dia tidak akan mati?

Ataupun, adakah ini tandanya, Toriq hanya berada dalam kesedihan?

Aku tidak tahu.

Ya ALLAH, lapangkanlah kehidupan sahabatku Toriq, permudahkan segala urusannya, ampunkan segala dosa-dosanya….

Aku berdoa.

Semoga ALLAH pelihara sahabatku Toriq.

Sekurang-kurangnya, dalam diriku sekarang, ada perasaan bahawa, Toriq tidak akan pergi meninggalkan aku.

Tapi…


****


Kehidupanku seakan kembali seperti biasa. Berjalan ke Universiti Yarmouk bersama sahabat tercinta, Toriq.

Pagi tadi, selepas bersarapan, aku teringat akan ibuku. Aku bersembang lama juga. Sempat berkirim salam kepada semua keluarga. Agak lama juga tidak menghubungi mereka.

“Ni kenapa muka macam orang baru kahwin ni?”

Aku tersengih. Sebab aku senang hati. Aku dapat telefon ibuku pada pagi hari, dan sahabatku kembali sihat. Malah, aku dapat rasa bahawa kerisauanku macam beterbangan hilang. Mungkin selepas aku kembalikan bahawa, hidup dan mati itu susunan ALLAH.

Semalam, sebelum tidur, aku bermuhasabah.

Mungkin, kalau benar mimpi-mimpi aku selama ini benar adalah tanda bahawa Toriq akan ditarik pergi, maka aku pun tidak akan mampu menghalang kehendaknya. Mati itu adalah urusan-Nya. Kita tidak boleh mengelak, jauh sekali hendak melarikan diri. Cuma, tugas kita adalah hidup dengan nyawa yang masih ada, dan cuba menjaga diri sebaik mungkin.

Setiap yang bernyawa akan mati. Tiada keraguan akan hal itu. Maka tidak perlu dipertikaikan. Pokok persoalan sekarang adalah, bagaimana kita menjalani kehidupan.

Dikejutkan mimpi semalam, aku solat tahajjud, solat taubat dan melakukan solat hajat. Aku mendoakan agar aku termasuk dari kalangan yang beriman dan diberi rezeki untuk masuk syurga. Aku berharap agar, aku termasuk dalam kalangan mereka yang mendapat redha ALLAH. Aku juga mendoakan semua ahli keluargaku, dan rakan-rakanku. Semestinya, aku tidak lupa mendoakan sahabatku Toriq.

“Weh, jawab la. Mimpi jumpa bidadari ke?” Toriq menolak bahuku.

Aku menggeleng. Aku mimpi kau hidup. “Mana ada apa-apa”

Aku terus berjalan. Toriq menepuk-nepuk belakang tubuhku. “Takpe…”

“Jangan ambil hati seh” Aku meniru ‘seh’ yang selalu diucapkannya.

“Aku ambil jantung je seh” Toriq membalas canda.

Kami ketawa.

Kami sampai di tepi jalan raya.

“Tak sibuk seh pagi ni”

Aku mengangguk. Walaupun ada kenderaan lalu lalang, tapi tidak sesibuk seperti biasa.

Toriq terus melintas. Aku mengikuti dari belakang.

Poooooooooonnnnn!!!!

Aku menoleh. Sebuah coaster bergerak laju ke arah kami. Mataku membesar. Spontan aku menolak Toriq dengan kuat. Sahabatku itu terkeluar dari jalan raya.

Jarak coaster denganku tidak lebih dari sedepa.

Ketika ini, keadaan sekeliling aku seakan menjadi perlahan. Aku sendiri jadi pelik. Aku sempat memandang Toriq yang hendak membuka mulut untuk mejerit.

Aku sempat pula teringat akan mimpiku.

Tangisan ahli rumah, kesugulan kenalan-kenalan di Jordan, kata-kata Abang Dzulkarnain, kemudian wajah pucat Toriq dengan mata terpejam yang akhirnya terbuka dalam keadaan mata bergenang.

Patutlah…

Aku tersenyum.

“Oh, rupanya bukan Toriq. Tetapi aku…”

Alhamdulillah. ALLAH Maha Besar. Ternyata ilmu berkenaan kematian ini tidak tersampai pada insan untuk menjangkanya.

BAM!

Seluruh alam macam berputar berulang kali.

Dan yang terakhir aku dengar adalah suara jeritan Toriq yang panjang, sebelum segalanya menjadi gelap, dan senyap.

ALLAH… Aku naik saksi bahawa tiada ILAH selainMU, dan Muhammad itu adalah RasulMU.

Toriq…

Aku yang pergi dahulu.

(credit to:ms.langitilahi.com)

Friday, October 16, 2009

buat kerana siapa?

Terasa tertekan tika mengulang kaji,
terasa tertekan tika mendapat keputusan ujian,
terasa tertekan tika dibiarkan/diabaikan,
terasa tertekan tika bergaduh,
terasa tertekan tika diberi sedikit kesusahan.
Segala-galanya dilihat sebagai sumber tekanan dlm hidup.

tetapi pernahkah terfikir bahawasanya segala-galanya ini adalah susunan Allah?
pernahkah terfikir mungkin ini adalah ujian drpd Allah untuk melihatkan kpd kita betapa sayangnya Allah swt kepada kita?
pernahkah terfikir bahawasanya semuanya milik Allah?
pernahkah terfikir bahawasanya semua urusan itu berada di tangan Allah?
maka kepada siapakah harus kita meminta pertolongan?
kerana siapakah kita hidup?
dan kerana siapakah kita beramal?

astaghfirullah...

jika dibuka pintu hatimu,
tidakkah kamu melihat betapa banyaknya anugerah Allah swt itu utk menenangkan kita?
bagaimanakah solatmu?
bagaimanakah puasamu?
bagaimanakah bacaan al-quranmu?
bagaimanakah amalan seharianmu?




.....

diri ini terasa terlalu hina ~ astaghfirullah~

Kami sememangnya Merinduimu~

Bismillahirrahmanirrahim~

Dipetik dari sebuah blog yg ditulis dari ukhti yg disayangi. Semoga bermanfaat.

Masih adakah rasa cinta kita buat Rasulullah s.a.w..? Berapa lama sudah kita melupakan susuk tubuh yang tidak pernah berputus asa menegakkan kalimah Allah, hinggakan kita masih lagi dapat merasai nikmat Iman dan Islam..? Sedarkah wahai sahabat sahabiah sekalian, betapa Rasulullah s.a.w merindui kita semua umat akhir zaman. “Ummati, ummati, ummati..”.. Rasulullah memanggil-manggil kita di saat kewafatannya..umatku, umatku, umatku. Sungguh, betapa cinta baginda kepada kita, sedangkan tidak pernah sekalipun baginda melihat wajah kita. Maka, katakanlah wahai sahabat, “Kami rindu padamu Ya Rasulullah..”. Kami rindu..
Ingin saya kongsikan kisah di bawah ini. Kisah tentang seorang Umar yang sangat merindui Rasulullah s.a.w.. Hebat keperibadianmu ya rasul. Baginda yang mesti kita cintai selepas Allah s.w.t.. Adakah kita sedar betapa zalimnya kita melupakan pemimpin agung ini..? Allahumma solli ‘ala sayyidina Muhammad. Hayati dengan hatimu sahabatku..




“Katakanlah: Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. ” (09:24)
Diriwayatkan bahawa pada suatu ketika, setelah Rasulullah s.a.w meninggal dunia, terdengar Umar bin Khattab r.a menangisi baginda s.a.w sambil berkata:
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, dahulu hanya sebatang pokok kurma kau jadikan sandaran berdiri apabila sedang berkhutbah. Kemudian, ketika orang semakin ramai, engkau pun menggunakan mimbar agar mereka dapat mendengar seruanmu. Maka, merintihlah pokok kurma dengan perasaan sangat sedih kerana berpisah denganmu. Lalu kau letakkan tanganmu di atasnya, sehingga ia pun tenang kembali. Jika sebatang pokok kurma pun begitu, apatah lagi umatmu, tentulah lebih layak merinduimu ketika kau berpisah dengan mereka.”
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w., sedemikian besarnya keutamaanmu di sisi Allah Taala, sehingga Dia menjadikan ketaatan kepadamu sama seperti ketaatan kepadaNya. Sebagaimana dalam firmanNya yang bermaksud:
“Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (An Nisaa’;4:80)
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, demikian besar keutamaanmu di sisi Allah Taala, sehingga Dia memberitahumu tentang kemafaanNya ke atas dirimu, sebelum memberitahumu tentang kesalahan apa yang telah engkau lakukan. Maka Dia pun berfirman:
“Allah memaafkanmu (wahai Muhammad), mengapa engkau izinkan mereka (tidak turut berperang)….” (At Taubah;9:43)
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, sedemikian tinggi darjatmu, di sisi Allah Taala, sehingga meskipun Dia mengutusmu sebagai Nabi terakhir, namun Dia telah menyebutmu dalam peringkat pertama di antara para Nabi dan RasulNya. Maka dia pun berfirman:
“(Teruslah bertakwa kepada Kami) dan (ingatlah) ketika Kami mengambil dari Nabi-nabi (umumnya); perjanjian setia mereka, dan (khasnya) dari engkau sendiri (wahai Muhammad), dan dari Nabi Nuh, dan Nabi Ibrahim, danNabi Musa, serta Nabi Isa Ibni Maryam…” (Al Ahzaab;33:7)
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, sedemikian besar keutamaanmu di sisi Allah Taala, sehingga para penghuni neraka sangat teringin seandainya mereka dahulu (ketika masih hidup di dunia) mematuhimu, sementara mereka sedang merasakan azab di dalam neraka.”
“Mereka berkata: Alangkah baiknya kalau kami dahulu (semasa di dunia) taat kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah.” (Al Ahzaab;33:66)
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, betapa Sulaiman bin Daud a.s telah diberi oleh Allah taala mukjizat berupa angin sebagai kenderaan yang kecepatannya di pagi hari sama dengan perjalanan sebulan dan kecepatan di waktu petang pula sama dengan perjalanan sebulan, namun perkara itu tidaklah lebih ajaib daripada Buraq yang pada peristiwa Israk Mikraj telah engkau naiki di malam hari sampai ke lapisan langit yang ketujuh, lalu engkau pulang (pada malam itu juga) dan mendirikan sembahyang Subuh di al Abthah (halaman Kaabah).Semoga selawat dan salam Allah Taala tetap ke atas dirimu.”
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, betapa Isa bin Maryam a.s diberi oleh Allah Subhanahu wa Taala kemampuan untuk menghidupkan orang yang telah mati, maka itu tidaklah lebih menghairankan daripada daging domba yang telah di racuni dan di bakar, terus berbicara kepadamu dan berkata: “Jangan memakanku, sebab aku telah di bubuh racun.”
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, telah berdoa Nuh a.s ke atas kaumnya dengan berkata:
“Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan seorang pun dari orang-orang kafir itu hidup di atas muka bumi!” (Surah Nuh;71:26)
“Maka seandainya engkau berdoa ke atas kami seperti doa Nuh a.s itu, nescaya kami semua telah binasa. Betapa tulang belakangmu telah diinjak, wajahmu telah di lukai dan gerahanmu telah di patahkan, namun engkau tetap sahaja tidak mahu mengucapkan sesuatu selain yang baik-baik sahaja. Ketika itu engkau telah berdoa:
“Ya Allah, ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti dan barangkali belum mendapat hidayah.”
“Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah s.a.w, engkau telah memperolehi begitu ramai pengikut walaupun usiamu sangat pendek, yang bilangannya jauh melebihi Nabi Nuh a.s. yang sangat panjang usianya. Sangat ramai orang yang beriman kepadamu, sementara yang beriman kepadanya hanyalah sedikit sekali.”
“Demi ayah dan ibuku., wahai Rasulullah s.a.w, seandainya engkau hanya mahu bercampur dengan orang-orang yang sepadan denganmu sahaja, nescaya engkau tidak akan sudi bergaul dengan kami. Seandainya engkau hanya berkenan menikahi wanita-wanita yang sedarjat denganmu, nescaya engkau tidak akan sudi menikahi golongan kami. Seandainya engkau hanya berkenan makan bersama dengan orang-orang yang setaraf denganmu, nescaya engkau tidak sudi makan bersama-sama dengan kami. Namun demi Allah, engkau telah duduk-duduk bersama kami, menikahi wanita-wanita dari keturunan kami dan makan bersama-sama dengan kami. Engkau juga biasa mengenakan pakaian dari bulu biri-biri, menunggang keldai, meletakkan makananmu di atas lantai dan menjilat jari jemarimu selepas makan, yang kesemuanya itu bersumber dari sikap rendah hatimu. Semoga Allah Taala melimpahkan selawat dan salamNya ke atas dirimu.”

“Alangkah baiknya, seandai rindu dan cinta kita kepada Allah dan Rasulullah melebihi rindu kita kepada insani…Maha suci Allah yang telah mencipta Muhammad, insan yang berbudi pekerti mulia…semoga kita memperoleh syafaat dari baginda di akhirat kelak…Amin”

Kami merinduimu...dan kami sememangnya merinduimu, selepas Allah swt...

wallahu 'alam

Saturday, October 3, 2009

Tahukah anda?

Tahukah anda bhw kita hidup di atas bumi Allah, berlantaikan tanah dan beratapkan langit?



Tahukah anda bahawa sistem suria itu dijadikan dengan sungguh indah dan tersusun peraturannya? Matahari dan planet2 yg dicipta berputar di atas orbit2 yang sesuai dan paksi yang sesuai, mempunyai saiz dan berat yg tertentu, daripada barang yang terpilih.

dan Tahukah anda jika terdapat; walaupun sedikit perubahan, sistem ini akan rosak dan pelanggaran planet2 akan berlaku yang akan mengakibatkan kehancuran alam semesta seluruhnya?



"Dan langit dijadikannya (bumbung) tinggi, serta Dia mengadakan undang2 dan peraturan neraca keadilan" (ar-rahman:7)

Tahukah anda bahawa galaksi merupakan gugusan bintang2 yang mengeluarkan cahaya?

Dan tahukah anda bahawasanya terdapat bintang yang lebih kecil dari matahari dan 100 juta kali ganda besarnya dari matahari? dan saiz matahari tersebut adalah 130,000 kali ganda besarnya dari bumi?

Tahukah juga anda bahawasanya ia memerlukan masa sebanyak 2000tahun utk mengira semua bintang yang ada di langit (siang & malam tanpa henti)?

"(Kalaulah mereka menyangka Kami tidak berkuasa mengembalikan mereka hidup semula) maka tidakkah mereka memandang ke langit yang ada di sebelah atas mereka (dengan tidak bertiang) bgmn Kami membinanya (dengan rapi) serta kami menghiasinya (dgn bintang2), dan dengan keadaan tidak ada padanya retak-renggang?" (Qaaf:6)

Tahukah juga anda bahawasanya terdapat lebih 17,000 bintang yang berpasangan dan berputar di atas paksi masing2?

"Kerana tiap2 satunya beredar terapung2 di tempat edarannya masing2" (Yasin:40)

Dan tahukah juga anda bahawasanya, jika kita ingin mengukur jarak antara satu planet dan planet yang lain, dan jarak antara satu bintang dengan bintang yang lain, ia adalah seperti mengukur jarak antara satu bandar dengan bandar yang lain menggunakan unit millimeter. Maka, para astrologi menggunakan unit jarak cahaya...




Tahukah juga anda bahawasanya jarak setahun cahaya bersamaan 6000 trilion batu? dan dalam sesaat cahaya bisa bergerak sebanyak 186,000 batu? dan jarak antara kita dan matahari adalah seebanyak 93 juta batu? manakala, jarak antara sistem suria kita dan bintang yang terdekat dengan kita (yg dipanggil Centaurus) ialah sejauh 4.25 tahun cahaya (4.25 x 600trillion batu)? manakala jarak antara kita dan bintang yang paling terang; Dog Star (Sirius) ialah sejauh 9 tahun cahaya (9 x 6 trillion batu). dan bintang Capricorn adalah sejauh 465 tahun cahaya (465 x 6 trillion batu)?



"Dan demi ssgghnya! Kami menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) deangn bintang2, dan kami jadikan bintang2 itu punca rejaman terhadap syaitan" (al-mulk: 5)

Apakah semua ini tidak boleh menjadi saksi bgmn org Islam menjadi saksi bahawasanya semua pencipataan ini adalah ciptaan Yang Maha Kuat, Ynag Maha Berkuasa, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Mendalam-Pengetahuannya dan Yang Maha Menjaga?!

Apakah semua itu tidak bisa untuk dijadikan saksi bahawa bukan patung ciptaan berhala yang lemah atau kudrat alam yang buta, yang tidak memiliki keupayaan untuk mengurus dan kehendak?!

Malah semuanya menjadi saksi...Manakala aku pula adalah salah seorang yang menjadi saksi. Kamu pula?????

"Dan mereka (org musyrik) tidak menghormati Allah swt dgn penghormatan yg sewajibnya diberikan kepadaNya, sedang bumi keseluruhannya - pada Hari Kiamat - dan langit tergulung dalam genggaman kekuasaanNya. Maha Sucilah Dia dan Tertinngi keadaanNya daripada apa yg mereka sekutukan" (Az-Zumar: 67)

Friday, October 2, 2009

bukan mata yg buta

Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?




Sebenarnya, bukan mata itu yg buta. Tetapi yg buta ialah hati yg ada di dalam dada. <>

subhanAllah~

Thursday, October 1, 2009

Grains of...



The sins we ever counted all our lives may look insignificant yet there are more out there uncounted and repented upon. However, each of them were carefully recorded by the angels that Allah has sent to us on our right and left. Have we ever thought about it before?

Let us reflect upon ourselves before all our sins are counted in front of our eyes in the Day of Judgement by Allah subhanahu wa ta'ala

Monday, September 28, 2009

amal 100%

Assalamualaikum~

Kerana ditag oleh Ukt Along~here I go..
The Rule
1. Copy the picture below, and paste it in your post.


2. Tag 10 friends and ask them to do the same.

Saya tag semua orang yang membaca blog ini :)

Sunday, September 6, 2009

Ini Jalanku...

...Bismillahirrahmanirrahim...

Katakanlah (Muhammad) "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah denan yakin, Maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik" >> Yusuf : 108 <<

Pernahkah terasa berat dan letih? Seperti diuji kesabaran dan keikhlasan di hati. Suasana dan musuh-musuh yang berusaha untuk menjatuhkan keimanan dan juga pegangan umat Islam. Sesungguhnya, usaha mereka tidak akan terhenti sehinggalah, umat Islam tersebut mengikut dan menjejaki cara hidup atau agama mereka.

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama (cara hidup) mereka..." >> Al-Baqarah: 120 <<

Namun, berpaling tadah bukanlah jalan pilihan kita. Mengikuti mereka adalah jalan yang tidak pernah dan tidak akan dilalui. Imbas kembali bagaimana Rasulullah saw mendidik umat pada zaman dahulu. Ketika Kafir Jahiliyyah berleluasa mengamalkan ajaran nenek moyang mereka yang sesat. Dengan didikan yang diberikan Rasulullah saw, Islam kini berupaya dipegang kita, dan tanggung jawab tersebut tidak akan pernah luluh dari bahu semua umat Islam. Terasa berat?

Sudah tentu. Setiap dari mereka yang merasai beban mendidik dan menyabarkan cara hidup Islam, sudah tentu akan merasakan berat. Namun, Allah sudah berbicara
"Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" >>Al-Baqarah: 286 <<

Dan umat Nabi Muhammad inilah umat yang terpilih dan dipilih oleh Allah, sebagai umat yang terbaik. Kenapa? Apakah perbezaan kita dengan orang / umat-umat yang sebelumnya?

"Kamu (Umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..." >> Ali-Imran: 110 <<

Cuba gambarkan disaat kita dipilih untuk menjadi pemenang dalam sesebuah acara atau pertandingan. Apakah perasaan kita sewaktu itu? Bahagia bukan? Kerana telah dipilih untuk menjadi yang terbaik dari pemain-pemain yang lain. Begitulah juga kita, umat Islam. Kita telah dipilih oleh Allah swt untuk membawa kebenaran, untuk mengajak manusia untuk melaksanakan kebaikan dan syariatnya...kerana, ganjaran bagi mereka yang memilih jalan ini adalah syurga yang indah dan abadi...

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian meeka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) "Janganlah kamu berasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperolel) syurga yang telah dijanjikan kamu" " >> Al-Fussilat: 30 <<

wallahu 'alam...

Thursday, August 27, 2009

Allah sedang berbicara denganmu..

Istighfar sahabatku...
istighfar...
istighfar...

Allah sedang berbicara dengan mu wahai shabatku,
Allah sedang berbicara dengan mu untuk tidak sombong!!
Istighfar...

Ingatlagi siapa dirimu,
apa yg telah engkau lakukan selama ini??
tidakkah engkau SOMBONG??


Engkau merasakan dirimu paling benar,
Engkau merasakan dirimu paling suci...
sedangkan...


Engkau ingat, kisah yusuf 'alaihissalam & zulaikha..
Zulaikha ingin Yusuf memperkosanya..
padahal Zulaikha sendiri tidak tahan dengan ketampanan yusuf,
FITNAH!!...ITU SUMA FITNAH!!
Zulaikha memfitnah Yusuf memperkosa dia
hingga Yusuf diperjara.


Apakah Yusuf memberontak?
Tidak~...
Yusuf mengetahui bahawasanya Allah swt sedang berbicara dengannya.
Sedang berkata-kata kepadanya...



Kamu tau apa yg dikatakan Yusuf??
Kata yusuf
"Ya Allah, Jika memang kehidupan dipenjara lebih bererti dariku dari dunia luar, maka aku lebih memilih untuk tinggal dipenjara tetapi dekat denganMu, daripada aku hidup bersama manusia-manusia pendusta"


Allah sedang berbicara denganmu tentang sabar dan Ikhlas...


pegang hatimu..
Sabar dan ikhlas..


Itulah Islam...wahai sahabatku

Tuesday, August 18, 2009

pendek

Makna kehidupan ramai orang melihatnya dengan pelbagai sudut. Namun dari semua sudut yang dilihat itu, yang manakah sebenarnya yang benar? Yang pasti hidup ini adalah sebuah pinjaman yang singkat. Semestinya sebuah pinjaman harus dibawa pulang kembali pada pemiliknya, iaitu pencipta yang menghidupkan kita, Allah SWT. Sebuah pinjaman itu bakal ditanya oleh tuannya, maka apa jawapan kita nanti bila ketemu bersama tuannya?

Hari demi hari berlalu, ada yang menyangka ianya harus dipenuhi semuanya dengan kemahuan dan kehendak nafsu sendiri. Jadi, dirasakan hidup ini tidak pernah cukup malah jauh sekali untuk mengingat akan pengakhirannya yang bakal tiba tanpa disedari. Tambahan lagi, setiap tingkah lakunya menggambarkan ibarat hidup ini tidak akan berakhir. Apakah dia sudah lupa maut menantinya di hadapan sana?

“Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui“
(Surah Al-Mu’minuun: 112-114)

Permulaan solat bila masuk waktunya, ditandai dengan azan. Kemudian, perbarisan agung ditandai dengan laungan iqamah. Seterusnya, bermulalah sesi agung tersebut, ketika mana manusia-manusia itu sedang berhadapan dengan Tuhannya. Di sini satu bukti yang nyata! Allah SWT sedang perlihatkan kepada kita wahai teman! Setibanya kita ke dunia, kedengaran laungan azan yang menggegarkan! Kemudian kedengaran pula laungan iqamat yang agung! Kemudian kita diberi peluang sebentar untuk hidup di dunia ini sementara menanti perbarisan saf-saf untuk menghadap Allah Yang Maha Agung! Bacalah…wahai diri ini! Wahai Teman-teman! Berapa lamakah masa kehidupan ini? Hanya sependek lingkungan masa antara iqamah dan perbarisan saf-saf agung itu…! Tanya pada diri kita, adakah itu pendek atau panjang? Sungguh hati ini terlalu buta untuk melihat semua itu…!


“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku)[569], mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.
” (Surah Al A’raf : 146)

Selama ini, hari demi hari dibiarkan berlalu tanpa erti…Kekadang terasa sungguh lama berada di sini…sudah bosan akibat lupa akan hakikat kebenaran ini. Dibiarkan hari-hari itu begitu saja tanpa mengenal malah kekadang meragui akan pertemuan denganNya Yang Maha Agung. Lihat diri kita sejak dari lahir…apakah amalan-amalan, perbuatan, tingkah laku, kata-kata semuanya itu bakal diterima olehNya? Berapa banyak darinya yang kita lakukan benar-benar ikhlas keranaNya? Cubalah kita lihat, betapa setiap detik yang berlalu, memakan peluang sisa hidup yang sudah ditetapkan…semakin dekat membawa kita bertemu denganNya…apa kita sudah bersedia? Apa jawapan kita dihadapanNya nanti? Apakah kita akan tergamam dan menyesal lantas merayu dengan air mata darah diminta untuk kembali ke dunia? Atau kita menghadapNya membawa bersama dengan kita cahaya keredhaan menerima ketentuanNya serta diredhai olehNya? Fikirkan…mulakan perubahan diri kita hari ini….

>>creadit>>thinkplanact

Thursday, August 13, 2009

SALAM SYA'ABAN




Yang manis itu nasihat Al-Quran,
Yang indah itu agama,
Yang wangi itu haruman taqwa,
Yang cantik itu peribadi mulia,
Serikanlah Nur dari wudhuk yang tidak putus-putus diwajahmu,
Itulah keajaiban,
Hargai perkenalan yang membenihkan titisan ukhuwwah,
Bajai dengan keikhlasan,
Sirami dengan kejujuran,
Kuntumkan dengan kelopak Nurani Insaniyah,
Semoga mekarnya diredhai Allah swt.

~Salam Sya'aban~

Wednesday, August 12, 2009

HUJAN~RAIN~비~المطر

HUJAN



sungguh indah dan menyenangkan saat teringat ianya tanda kasih sayang Allah swt terhadap hambaNya~ alhamdulillah

Tuesday, August 11, 2009

bukan disebabkan ...... yang ditekan



♫ Pengalaman mengajar kita jadi lebih matang dalam mentafsir sebab musabab sesuatu peristiwa itu berlaku. Allah sayang sangat ni, sehingga menegur hambaNya dengan cara yang sangat menyentap jiwa. Sampai kita sedar dan baru benar-benar menyedari bahawasanya, kita tidak berkuasa untuk melakukan apa-apa pun tanpa izin Allah. Dan mengingatkan kembali bahawasanya mati itu memang akan berlaku. Dan pasti akan berlaku. Malahan, kita akan mula menghargai dan menyedari bahawa Allah tu wujud dan Dialah yang menyelamatkan kita sebenarnya.

Jika disaat itu, nyawa ini bukan milikku lagi. Apakah aku sudah bersedia? astaghfirullah hal'azim

Wednesday, August 5, 2009

~HadiRkan suasana RamaDhan itu kembali~



Tak terasa waktu terus berlalu. Hari-hari terlalui, dan bulan Ramadhan itu sebentar lagi akan datang kembali. Sepertinya baru saja kemarin Ramadhan tahun lalu kita tinggalkan, bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Dimana di bulan Ramadhan tahun yang lalu itu, kita begitu dekat dengan Allah SWT. Kita lalui hari-harinya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya dengan shalat berjamaah di masjid, qiyamullail, tilawah Al Qur'an, shadaqah dan macam-macam ibadah lainnya. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhirnya, tak ketinggalan kita coba untuk ber-itikaf di masjid, untuk lebih mendekatkan lagi diri kita yang hina ini kepangkuan Ilahi Rabbi. Memanjatkan doa memohon ampun atas semua dosa yang pernah terlakukan.

Selepas Ramadhan itu pergi, memasuki bulan syawwal kita masih bisa menghadirkan nuansa Ramadhan pada diri kita. Masih bisa kita melaksanakan ibadah shaum sunnah syawwal dan senin kemis. Masih bisa kita pertahankan untuk menghiasi malam-malamnya dengan Qiyamullail. Tilawah Qur’an masih bisa satu juz dalam sehari dan nilai-nilai plus ibadah yang lainnya. Subhanallah...



Perlahan nuansa Ramadhan itu hilang dari diri kita, shaum sunnah senin kamis kita lupakan, qiyamullail jarang lagi kita kerjakan, tilawah Al Qur’an kadang terlewatkan. Perlahan teriring semakin jauhnya kita dengan Allah SWT ditandai dari berkurangnya kualiti ibadah kita, dosa-dosa pun banyak yang kita perbuat. Astaghfirullah...

Kualiti ibadah kita mencerminkan nilai keimanan yang ada pada diri kita. Ketika kualiti ibadah kita itu menurun berarti menurun pula nilai keimanan kita. Karena memang keimanan kita kadang naik dan kadang menurun. Imam Al Ghazali menjelaskan, keimanan kita naik dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan sebaliknya keimanan kita menurun dengan melakukan kemaksitan kepada-Nya.

Tak menyadari begitu banyak dosa itu datang dari pandangan mata kita, datang dari ucapan lisan kita, datang dari pendengaran telinga kita, datang dari segenap panca indra kita. Sungguh semua itu tak terasa kita lakukan. Karena memang begitu halus cara syaitan menggelincirkan kita dari jalan yang di ridhai oleh Allah SWT. Sekalipun kita adalah orang yang senantiasa rajin beribadah, apatah lagi mereka yang memang jauh dari ajaran agama ini.



Dari berbagai arah syaitan mencoba membujuk rayu supaya kita menjadi manusia-manusia pendosa. Dari arah depan kita ia datang menggoda, dari arah belakang kita ia datang menggoda, juga dari arah kanan dan kiri kita ia datang menggoda. Supaya kita manusia jauh dari ketaatan. Seperti janji syaitan/iblis kepada Allah SWT yang diabadikan di dalam Al Qur’an:

Iblis menjawab: ”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Qs. Al Araaf:16-17)

Menyadari diri yang penuh dosa, kedatangan bulan Ramadhan sungguh sangat kita rindukan, bulan yang mulia dan bulan yang penuh dengan keberkahan. Dimana Allah SWT dalam bulan Ramadhan ini menjanjikan menghapus dosa-dosa dan mengabulkan segala doa yang kita panjatkan. Dan semoga Allah SWT masih memberikan nikmat-Nya kepada kita sebuah anugerah terindah yaitu bisa merasakan kembali bulan Ramadhan tahun ini.

Tetapi banyak cerita di tahun-tahun yang lalu menjelang memasuki bulan Ramadhan bahkan mungkin juga di tahun ini, orang-orang terdekat kita, teman, sahabat, saudara bahkan juga orangtua kita telah mendahului kita menghadap Ilahi Rabbi. Pergi dan takkan pernah akan kembali lagi, selama-lamanya. Mereka tak sempat merasakan lagi Bulan Ramadhan, dan semua itu adalah takdir yang kita tidak bisa lagi untuk menawarnya. Semoga mereka yang telah mendahului kita di ampuni oleh Allah SWT akan dosa-dosanya... Amiin...

Tidak tahu dengan kita, apakah Allah SWT akan menakdirkan kita bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, atau kita ditakdirkan menyusul orang-orang terdekat kita yang telah lebih dahulu menghadap Ilahi Rabbi sebelum Ramadhan dapat kita rasakan kembali, merasakan hari-harinya yang penuh dengan keberkahan. Oleh karenanya jangan tunggu bulan Ramadhan datang untuk kita bertaubat kepadanya. Mulailah dari sekarang, dari bulan ini untuk kita dekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang zalim karena kita enggan bertaubat. Firman Allah di dalam Al Qur'an menyatakan seperti itu: "...dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Qs. Al Hujurat:11)

Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Qiyamullail, tilawah Al Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Supaya ketika kita ditakdirkan oleh Allah SWT. dapat kembali merasakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi menyapa, kita bisa lebih maksimal dalam mengisi hari-harinya dengan senantiasa beribadah kepada-Nya. Sungguh jangan lewatkan hari-harinya dengan kesia-siaan.

Berusahalah ketika kita berada dalam bulan Ramadhan untuk menggapai rahmat-Nya dengan fastabiqul khairat, menunjukkan kepada Allah SWT ibadah-ibadah terbaik kita. Yang dengan itu semua Allah SWT akan membanggakan kita kepada para malaikat-Nya.

”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini.” (HR. Thabrani)

Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Jika memang Allah akan memanggil kita sebelum Ramadhan itu menyapa, kita sudah berada dalam kedekatan pada-Nya. Berada dalam kondisi iman yang terbaik. Itu yang kita harapkan ketika memang Allah SWT telah tentukan akhir waktu umur kita hidup di dunia ini.



Dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah SWT untuk kita dapat bersua dan merasakan kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ditahun ini.

Allahumma Balighna Ya Ramadhan... Amiin...

Wallahu a’lam bishshawab

Nisfu Sya'aban

“Nisfu” bermakna separuh atau 14hb.

Dari Usamah b Zaid ra berkata, “Aku bertanya, ya Rasulullah. Aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam bulan-bulan lain sepertimana engkau berpuasa dibulan Syaaban”. Rasulullah bersabda, “Ia adalah bulan yang manusia lalai terhadapnya, diantara Rejab dan Ramadan. Ia adalah bulan yang diangkat amalan-amalan kepada Tuhan sekelian alam, maka aku suka amalanku diangkat sedang aku berpuasa” (riwayat An-Nasaie).



Dari At-Tarmizi dengan sanad-sanadnya dari Anas ra. dia berkata, “Nabi saw ditanya apakah bulan selepas Ramadan yang terafdhal berpuasa”. Nabi saw menjawab bermaksud, “Bulan Syaaban kerana untuk mengagungkan Ramadan”. Nabi saw ditanya lagi, “Sedekah apakah yang terafdhal?”. Nabi saw menjawab, “Sedekah dibulan Ramadan”. Kata At-Tarmizi, hadis ini hadis Hasan Sahih.



Dari Ibnu Majah dari Ali ra. dari Nabi saw bersabda bermaksud, “Apabila tiba malam Nisfu Syaaban, lalu berqiyamullail pada malamnya, dan berpuasa di siangnya, maka sesungguhnya Allah swt turun ke langit dunia ketika matahari terbenam dan berfirman, “Adakah disana orang yang memohon keampunan, lalu Aku mengampunkan dia ? Adakah di sana orang yang memohon rezeki, lalu Aku memberi dia rezeki ? Adakah di sana orang yang di beri ujian bala bencana, lalu Aku menyejahterakan dia ? Adakah di sana … adakah di sana … ? sehingga terbit fajar”.



Dari Al-Baihaqy dengan sanad-sanadnya dari Aisyah ra. bahawa Nabi saw bersabda bermaksud, “Jibril telah mendatangi aku dan berkata: Malam ini adalah malam Nisfu Syaaban. Pada malam itu Allah membebaskan hamba-hamba dari siksaan Api Neraka seramai bilangan kambing Bani Kalb (merentasi satu tempat) selama sebulan. pada malam itu Allah tidak menoleh kepada orang yang melakukan syirik, pengadu domba (kaki batu api), pemutus silaturrahim, penderhaka kepada kedua ibu bapa dan orang yang ketagih arak”. Bani Kalb adalah kabilah Arab yang terbesar atau yang memiliki bilangan kambing yang terbanyak.

Saturday, August 1, 2009

BUKU...BOOK...책...

LIST OF PUBLISHER (click to enlarge):


Few list of books available (click to enlarge):



Assalamualaikum wrm wbt,

Feeling bored reading your text book?? Wanted something different and more interesting to read or you wanted to enhance your book collection or as a gift for someone??

Check out list of books available in my hand and you could order it straight to me!! and You will receive your book as soon as possible!!

To see more items available, you could contact me through:
e-mail: rijalwadaie@gmail.com / sya_3790@yahoo.com

perJalaNaN di MalaM HaRi



Isra’ and Mikraj…

Sebuah perjalanan yang penuh erti. Bukti kasih dan cintaNya terhadap hamba ciptaanNya yang bernama manusia.

Makhluk yang dicipta penuh kasih dan sayang yang tergambar dari kurniaanNya yang sungguh bermakna, ummi dan abi.

Yang tercipta dari tanah, air hina, kemudian dimuliakan dengan tugas Pentadbir dunia, Khalifah,

juga sebagai Hamba yang tulus mengabdi hanya keranaNya.

Isra’ dan Mikraj,

Sebuah perjalanan yang menggoncangkan iman yang cetek di jiwa,

Namun penguat bagi yang setia, beriman dan tulus percaya.

Penguat bagi diri yang yaqin penuh daya untuk menegak Ad-Dinul Islam mulia.

Isra’ dan Mikraj,

Penanda betapa mulia manusia yang taat kepadaNya, nikmat Syurga bahagia..

Penanda betapa nista manusia yang ingkar terhadapNya, seksaan Neraka penuh merana…

Isra’ dan Mikraj,

5 waktu dikurnia…

Menjadi kerehatan dari kesibukan dunia…”Rehatkan kami dengan solat.. ya Bilal!” Rasulullah bersabda…

Waktu sungguh istimewa antara hamba dan penciptaNya…

Agar bisa tenang dan bahagia dalam menjalankan usaha yang panjang…

Peringatan akan pertemuan denganNya nanti…

Isra’ dan Mikraj,

Berbahagialah hambaNya yang patuh dan sabar bekerja…

Dengan jiwa penuh ikhlas menharapkan redhaNya…

Kerana tiada yang lebih tinggi nilainya…

Melainkan saat pertemuan dengan kekasih yang didamba cintaNya…

Allah Maha Pencipta, yang menciptakan manusia…Penguasa Alam Raya

Ya Allah, Engkaulah yang membolak balikkan hati ini…

tetapkanlah ia di atas DeenMu..

tetapkanlah ia untuk terus berjuang di jalanMu…

jalan para NabiMu, RasulMu dan hambaMu yang ikhlas beriman dan berjuang hingga Hari Qiyamat…

Ameen

total credit:thinkplanact

Wednesday, July 29, 2009

~sarang~

...bismillahirrahmanirrahim...



Demi cintanya pada manusia, Allah SWT membuka banyak saluran dan jalan bagi untuk keselamatan hamba-hamba-Nya, salah satunya lewat Ramadhan, bulan di mana Allah SWT membuka selebar-lebarnya pintu cinta-Nya pada manusia.

Allah SWT adalah Dzat pemilik cinta. Cinta Allah adalah cinta tak bersyarat; unconditional love. Dia mencintai semua hamba-Nya tanpa mengharap balasan apa pun. Cinta Allah adalah cinta “walaupun”, bukan cinta “karena”. Allah selalu mencintai hamba-Nya walaupun hamba itu berbuat zalim dan terus membangkang perintah-Nya. Sebaliknya, cinta manusia adalah cinta “karena”. Manusia mencintai sesuatu karena sesuatu itu ada manfaat bagi dirinya. Manusia beramal, karena ingin mendapatkan balasan dan kebaikan.

Demi cinta-Nya tersebut, Allah SWT membuka jalan bagi keselamatan dan kebahagian manusia. Salah satunya adalah dengan dikaruniakannya Ramadhan sebagai bulan istimewa. Maka, tak berlebihan bila Ramadhan dikatakan sebagai bulan cinta, bulan di mana Allah SWT membuka pintu-pintu kecintaan-Nya.

“Tanda cinta” dari Allah SWT ini, digambarkan dengan sangat tepat oleh Rasulullah SAW, “Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang semua hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Demikianlah, Ramadhan adalah bulan di mana Allah SWT memanggil semua hamba-Nya untuk kembali menuju hakikat hidup sebenarnya. Ada perumpamaan menarik dari Dr Jalaluddin Rakhmat. Menurutnya, manusia adalah “anak-anak Allah” yang dikeluarkan dari rumah-Nya untuk bermain-main di halaman dunia ini. Dalam QS Al-An’am [6] ayat 32 Allah SWT berfirman, “Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” Karena itu, Kabah disebut rumah Allah (Baitullah), karena ke sanalah para jamaah haji berangkat, meninggalkan segala urusan dunia mereka. Ramadhan pun disebut bulan Allah, karena pada bulan itulah kita pulang, kita meninggalkan halaman permainan kita.

Selama kita asyik bermain, kita sibuk membeli “jajanan” yang bermacam-macam: kekayaan, kekuasaan, kemasyhuran, atau kesenangan duniawi lainnya. Kita lupa bahwa ada makanan lain yang jauh lebih sehat dan lebih lezat. Pada bulan Ramadhan itulah Allah menyeru kita untuk kembali kepada-Nya. Allah telah mempersiapkan jamuan makanan berupa rahmat dan kasih sayang-Nya bagi kita yang “bermain” terlalu jauh dari “rumah”.

Lewat syairnya, Jalaluddin Rumi mengungkapkan: “Bagaimana keadaan sang pencinta?,” tanya seorang lelaki. Kujawab,”Jangan bertanya seperti itu, Sobat: Bila engkau seperti aku, tentu engkau akan tahu; Ketika Dia memanggilmu, engkau pun akan memanggil-Nya.”

Ramadhan adalah bukti cinta Allah. Bahagia bertemu dengan Ramadhan sama artinya dengan bahagia bertemu Allah. Konsekuensinya jelas, “Barangsiapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Dan barangsiapa tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun tidak mencintai pertemuan dengannya” (HR Bukhari).

Bila kita mencintai Allah, kita harus menyambut apa pun yang datang dan diserukan-Nya, termasuk Ramadhan. Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menyatakan adalah sebuah kebohongan besar bila seseorang mencintai sesuatu tetapi ia tidak memiliki kecintaan kepada sesuatu yang berkaitan dengannya. Al-Ghazali menulis, “Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah SWT tetapi ia tidak mencintai Rasul-Nya; bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya tetapi ia tidak mencintai kaum fakir dan miskin; dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi ia tidak mau menaati Allah SWT.”

Karena cinta Rasulullah SAW dan para sahabat selalu menyambut Ramadhan dengan sukacita. Bahkan sejak Rajab dan Sya’ban mereka telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya, termasuk dengan memperbanyak puasa dan amalan sunnat lainnya. Siti ‘Aisyah berkata, “Tidak pernah Rasulullah SAW berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari puasanya pada bulan Sya’ban, ada kalanya sebulan penuh. Dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa” (HR Bukhari Muslim).

Tatkala cinta sudah berbicara, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bahagia menyambut Ramadhan. Tidak ada lagi keluh-kesah menahan lapar, haus, dan semua keletihan tatkala menjalani Ramadhan.

Lewat cintalah semua yang pahit akan menjadi manis.

Wallahu a’lam bish-shawab.

… Allah Maha Besar … Marhaban Yaa Ramadhan …

Tuesday, July 28, 2009

..dOsa-DosAku..

http://www.eramuslim.com/

oleh Masadi

Betapa generasi shalafus shalih telah melahirkan orang-orang yang terbaik di zamannya, yang sangat sulit akan ditemukan di zaman ini. Seperti diriwayatkan dari jabir bin Abdullah al Anshari radhiyallahu anhu: “Ada seorang pemuda Anshar masuk Islam, bernama Tsa’labah bin Abdurrahman”, ucapnya. Pemuda itu sangat senang dapat melayani Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Suatu ketika Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruhnya untuk suatu keperluan, maka pemuda itu melewati sebuah pintu rumah lelaki Anshar, dan pemuda itu melihat seorang wanita Anshar sedang mandi. Lalu, pemuda yang bernama Tsa’labah itu, takut kalau Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan memberitahukan tentang perbuatannya, maka ia pun lari sekencang-kencangnya menuju gunung-gunung yang ada antara Mekah dan Madinah untuk bersembunyi.

Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, kehilangan Tsa’labah selama empat puluh hari, maka turunlah Jibril alaihis sallam kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam dan berfirman kepadamu , “Sesungguhnya ada seorang lekaki dari umatmu telah berada di gunung-gunung ini memohon perlindungan kepada-Ku”.

Maka, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Wahai Umar dan Salman carilah Tsa’labah bin Abdurrahman dan bawalah ia kepadaku”. Selanjutnya, Umar bersama dengan Salman berjalan keluar dari jalan-jalan Madinah, dan bertemu dengan seorang pengembala di Madinah bernama Dzufafah, dan Umar bertanya kepadanya, “Apakah kamu tahu seorang pemuda yang berada di gunung ini, namnya Tsa’labah?”. Dzufafah menjawab, “Barangkali maksudmu adalah lelaki yang lari dari neraka jahanam?”. Umar bertanya, “Apakah yang kamu maksudkan bahwa ia lari dari neraka jahanam?”.

Dzufafah menjawab, “Karena, jika di waktu malam telah tiba, maka ia datang kepada kami dari tengah gunung-gunung ini dengan meletakkan tangannya diatas kepalanya sambil berteriak, “Wahai, seandainya, Engkau cabut nyawaku, dan Engkau matikan tubuhku, dan tidak membiarkan untuk menunggu keputusan takdir-Mu”. Dan, Umar menjawab, “Dialah lelaki yang kami maksudkan”, ucapnya. Kemudian, Umar datang kepadanya dan mendekapnya, dan Tsa’labah bekata, “Wahai Umar. Apakah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, tahu tentang dosaku?”. Umar menjawab, “ Saya tidak tahu, hanya kemarin beliau menyebutmu, lalu menyuruhku dengan Salman mencarimu”. Tsa’labah berkata, “Wahai Umar, janganlah engkau bawa aku kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, kecuali beliau sedang shalat. Maka, Umar segera kedalam barisan shalat bersama dengan Salman. Dan, ketika Tsa’labah mendengar bacaan Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam jatuh pingsan.

Ketika Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah salam, Beliau bersabda, “Wahai Umar, wahai Salman apa yang dilakukan Tsa’labah?”. Keduanya menjawab, “Ini dia Rasulullah”. Kemudian, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri menggerak-gerakan badan Tsa’labah, dan membangunkannya”. Lalu, Rasulullah bertanya, “Mengapa engkau menghilang dariku?”. “Dosaku sangat besar, wahai Rasulullah”, ucap Tsa’labah. Dan, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Tidakkah aku pernah tunjukkan kepadamu ayat yang menerangkan penghapusan dosa dan kesalahan”. “Ya, wahai Rasulullah”, jawab Tsa’labah. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Bacalah”. “ …Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. (al-Baqarah : 201).

Tsa’labah berkata, “Wahai Rasulullah, dosaku sangat besar”. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bahkan firman Allahlah yang paling besar”. Kemudian, beliau menyuruhnya pulang ke rumahnya. Sejak itu, Tsa’labah sakit selama delapan hari, kemudian datang Salman kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata, “Wahai Rasulullah, sudah tahukah engkau berita tentang Tsa’labah? Sesungguhnya, ia sedang sakit keras, karena perasaan dosanya”. “Marilah kita menjenguknya”, ucap Rasulullah.

Sesudah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, sampai di rumah Tsa’labah, meletakkan kepala Tsa’labah diantas pangkuannya. Tetapi, setiap kepalanya diletakkan dipangkuan Rasulullah, selalu Tsa’labah menggesernya. “Kenapa kamu geserkan kepalamu dari pangkuanku?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Kapalaku penuh dengan dosa, wahai Rasulullah”, jawab Tsa’labah. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya , “Apakah yang kamu lakukan?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Seperti rayap dan semut berada diantara tulang, daging dan kulitku”, jawab Tsa’labah. “Apakah yang kamu senangi?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Ampunan Tuhanku”, jawab Tsa’labah.

Kemudian, Jabir berkata, “Ketika itu turunlah Jibril Alaihisallam, mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam padamu, dan berfirman, “JIka hamba-Ku ini menemui-Ku dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku akan menemui dengan sejengkal ampunan”. Ketika itu, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam memberitahu Tsa’labah, dan seketika itu, Shahabat Tsa’labat menjerit, karena senang, dan kemudian meninggal.
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, menyuruh para Shahabat lainnya,memandikan dan mengkafaninya. Ketika, beliau meshalatinya, belaiu datang berjalan dengan merangkak. Ketika dimakamkan, beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, kami melihatmu berjalan merangkak”. Kemudian, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Allah yang telah mengutusku sebagai Nabi dengan haq, aku tidak bisa meletakkan kakiku diatas bumi, karena banyaknya malaikat yang turun mengantarkan jenazah Tsa’labah”. Wallahu’alam.


Bagaimana dengan dirimu yang seringkali melihat atau terlihat wanita yang tidak menutup aurat?
Adakah kalian berasa seronok atau takut akan azab Allah yang Maha Perkasa itu?

Banding-bandingkanlah dirimu...dan marilah sama-sama bermuhasabah kerana mati itu datang tiba-tiba dan tidak mungkin bisa ditangguh mahupun dicepatkan meskipun biar sesaat sahaja.

wallahu 'alam...

Thursday, July 23, 2009

MenCintaimu??

...Bismillahirrahmanirrahim...

Allah mencintaimu dengan nikmat, namun mengapa membalasnya dengan maksiat??

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya (aurat), kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya (aurat) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka menghentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nur : 31)



Muslimahku sayang, sedarilah bahawa hadirmu di dunia amat bermakna. Bukan sekadar hiasan, tapi dirimu yg akan membentuk generasi akan datang. Sedarilah juga duhai muslimah, bahawa kelembutanmu bukan utk Adam yg tidak mempunyai hak ke atasmu.

Sesungguhnya, Allah sayang dan kasih pada dirimu wahai Muslimah..pandanglah, hayatilah kurnia Allah dengan mata hati. Sungguh indah ketetapanNYA buat
kita..hanya kita yang tidak mahu menerima

Post ini bukanlah untuk menyindir atau pun mengata, cuma ia adalah satu peringatan sebelum diri ini diambil Allah swt. Perbuatan dan juga tingkah laku yang diharamkan Allah swt, tetap akan menjadi haram. Dosa tetap juga dosa. Apa yang berlaku di hadapan mata, amat menyakitkan hati dan iman. Terasa berdosa pada Yang Maha Esa, jika tidak ditegur.



Maka, bagi pembaca yang setia, lihatlah diri mu, ketuklah pintu hatimu, tanyalah imanmu. Dimanakah kamu disisi Allah swt? Hidupmu hanya sementara. Setiap detik yang berlalu, setiap saat yang meninggalkanmu, adalah sia-sia jika tidak digunakan untuk mengingati Allah swt mahupun ntuk mencintai Allah swt dan RasulNya. Sesungguhnya, ituah yang selayaknya. Walaupun sering dilafazkan dimulutmu akan cinta padaNya, namun adakah hati benar-benar membenarkannya? Atau ia hanyalah omongan kosong semata-mata. Ingatlah, "Setiap yang hidup pasti akan mati". Gunalah masa yang sangat pendek ini untuk mencintai Allah swt dan Rasulnya. Bencilah dunia yang hina, kerana ia akan kamu tinggalkan suatu hari nanti.


Orang yang kamu cinta, harta yang kamu cinta, dan hidupmu yang kamu cinta. Semuanya adalah kebahagiaan sementara. Ingatlah wahai sahabatku, kamu akan dihisab suatu hari nanti. Apakah yang akan kamu bawa? Dosa? Dosa? Dosa? dimanakah pahalamu?


Tidak wahai sahabatku...jangan sekali-kali menyiksa dirimu diakhirat kelak. Allah swt adalah Maha Adil. Allah masih lagi memberimu masa. Cukup masa untukmu bertaubat. Sujudlah padanya dengan perasaan hina dan berdosa. Mintalah padanya dengan hati yang khusuk dan seiklas-ikhlasnya. Tinggalkan maksiatmu, mintalah keampunan akan dosa-dosamu. berhentilah...berhentilah...berhentilah....

hanya ini yang mampuku lakukan. Selebihnya adalah tanggungjawabmu. Kamu mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk untuk dirimu. Maka, janganlah kamu menutupi kebenaran ini lagi. Bukalah pintu hatimu seluas-luasnya. Lihatlah nikmat yang Allah swt telah berikan padamu. Siapakah yang patut kamu cinta? Siapakah yang patut kamu sayang? Siapakah yang patut kamu dahulukan?

...ya muqallibal qulub, thabbit qalbi 'ala deenik wa tho'atik...

p/s Maafkan ku jika ada yang terguris mahupun sakit hati. Namun, aku tidak mahu berasa bersalah dihadapan Allah swt...

Wednesday, July 8, 2009

bulatan gembira


"
Kipas yang berputar di atas kepala meniupkan angin sepoi-sepoi bahasa. Lantai yang dialas tikar berwarna hitam coklat menampakkan keanggunan ruang tamu itu. Walaupun dikelilingi sofa-sofa yang amat selesa, kami memilih untuk duduk bersila sambil lutut bersentuh di antara satu sama lain. Beginilah rutin kami setiap minggu. Hari-hari yang lain sering dipenuhi dengan acara-acara dunia, namun tetap berusaha untuk meluangkan masa untuk mendidik hati dan jiwa untuk Allah swt. Di saat ini, semuanya sudah bersiap sedia dengan alatan masing-masing untuk mencatat ilmu-ilmu baru yang akan disampaikan. Setiap daripada kami dilengkapi dengan Al-Quran terjemahan di tangan. Kesemuanya sungguh bersemangat sekali. Setelaah selesai, kesemuanya senyap memerhatikan naqibah kami.

Kak Ina memecahkan sunyi
"
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi Rabbil alamin, nahmadhu wanasta'inuhu, wanastaghfiruhu, wanauzubika min syururi anfusina, wamin sayyiayaatina birahmatika ya arhaman rahimin...

mari kita membuka majlis kita dengan umul quran al-fatihah~"

Tangan kami diangkat dengan penuh rasa keabdian. Menyedari akan betapa kerdilnya hamba ini yang tidak mempunyai apa-apa dan sangat lemah di hadapan Allah swt. MasyAllah...astaghfurullah...Kami membetulkan niat, akan tujuan sebenar kami hadir pada har ini. Bukan kerana untuk mendapatkan pujian daripada sesiapa pun, mahupun menunjuk-nunjuk. Tetapi, adalah untuk mendapat keredaan Allah swt. Kerana kami semua ingin melakukan amal dan ibadah hasil dari perasaan cinta dan sayang kepada Allah swt...

Kak Ina sambung lagi
" Alhamdullillah, wahai adik-adikku, beginilah suasana kita di akhirat nanti. Saat-saat inilah yang akan menjadi saksi di kala akirat kelak. Kita akan duduk di atas dipan-dipan yang indah dan cukup selesa. Kita akan bersembang-sembang di antara satu sama lain, menceritakan kembali kisah-kisah sewaktu kita hidup di dunia. Bagaimana kita telah duduk bersama-sama, solat bersama-sama, mahupun beramal bersama-sama untuk mendekatkan diri kerana Allah swt. Perasaan bahagia yang tidak terhingga ketika berada di dalam syurga. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya..masyAllah...

Para malaikat juga berada di antara kita untuk turut serta dalam majlis-majlis ilmu seperti ini. Mereka akan menjadi saksi akan kehadiran kita, sambil mendoakan akan kesejahtaraan kita. Sungguh beruntung sekali..."

Mata kami berkaca. Indah sungguh suasana tersebut. Hati kami bergetar dengan keinsafan dan kebahagiaan. Tidak kami sangka sungguh beruntung golongan-golongan yang sering beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Hanya dengan nikmat duduk bersantai di atas dipan-dipan telah melukiskan gambaran yang cukup indah di dalam minda. Namun, keadaan dan suasana yang sebenar sudah tentu lebih indah dari itu. Kerana nikmat syurga adalah suatu nikmat yang jauh lebih indah dari apa yang kita pernah kita ukirkan di atas kepala. Keindahannya tidak dapat digambarkan hanya dengan perkataan mahupun berdasarkan pengalaman. Jika kita merasakan dunia ini bagaikan syurga. Maka kita telah salah.

Rasulullah saw penah meibaratkan dunia ini seperti bangkai yang telah busuk dan penuh dengan ulat. Sungguh hina dan tidak berguna. MasyAllah... Namun mengapa ramai lagi yang mengejar-ngejarkan dunia yang cukup hina ini?

Tuesday, July 7, 2009

...Apabila dImurkai...

“Begini Anakku, jika suatu ketika kau dimurkai ibumu
misalnya, carilah sebab kenapa kau dimurkai ibumu. Hayati
perasaanmu saat itu, saat kau dimurkai. Ibumu murka kemungkinan
besar karena kau melakukan suatu kesalahan, yang
karena kesalahamnu itu ibumu murka. Dan saat kau dimurkai
pasti kau merasakan kesedihan, bercampur ketakutan dan juga
penyesalan atas kesalahanmu. Itulah yang kau temui dan kau
rasakan, saat itu. Lalu hayati hal itu sungguh sungguh, dan
hubungkan dengan akhirat. Bagaimana rasanya jika yang
murka kepadamu adalah Allah. Murka atas perbuatanperbuatanmu
yang membuat-Nya murka. Bagaimana perasaanmu
saat itu. Mampukah kau menanggungnya. Jika yang
murka adalah ibumu, kau bisa meminta maaf. Karena kau
masih ada di dunia. Jika di akhirat bisakah minta maaf kepada
Allah saat itu? “

Petikan dari:

Ketika Cinta Bertasbih

karangan Habiburrahman Al-Shirazy

Tuesday, June 16, 2009

positive or negative??


...bismillahirrahmanirrahim...

"Tuhan kami, janganlah jadikan kami (sasaran) goodaan bagi orang yang tidak beriman. Dan ampunilah kami Tuhan!. Sungguh, Kaulah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana" (Al-Mumtahanah:5)

Sikap berprasangka negatif kepada orang lain menyebabkan kita menjadi seorang yang lebih 'defensive', malah beranggapan bahawa semua orang adalah musuh dan sangat merbahaya.

Cuba bayangkan anda sedang meunggu kawan anda untuk mengambil anda di stesen bas. Kemudian secara tiba-tiba seorang lelaki menyapa anda. Keterampilannya sangat selekeh dan kotor. Rambutnya panjang dan tidak terurus, seperti sudah berkurun tidak disikat. Apa perasaan anda ketika itu? Takut? Jijik? Menggerunkan?
Rupa-rupanya, dia ingin menanyakan tentang tempat solat yang berhampiran.

Perasaan-perasaan tadilah yang dikategorikan sebagai prasangka negatif. Perasaan ini kerap kali membelengguhati dan pemikiran kita. Selagi sikap ini masih lagi bertahta di dalam hati kita, selagi itulah hati kita tidak merdeka.

Sesungguhnya, suara hati orang yang merdeka adalah berbeza sekali...MENGAPA??

ini adalah kerana, suara hati dan pemikiran mereka adalah lebih positif dan terbuka, namun masih lagi di tahap yang boleh dilindungi. Kemerdekaan inilah yang menjadikan seseorang itu berupaya untuk memberikan respond yang lebih positif walaupun mereka berada di saat yang susah atau keadaan yang buruk.

SubhanAllah...SubhanAllah...subhanAllah...Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...AllahuAkbar...AllahuAkbar..AllahuAkbar...

p/s hindarilah hati dan pemikiran kita dari virus prasangka buruk terhadap orang lain, dan berusahalah untuk menggantikannya dengan prasangka yang baik.
~~EVERYBODY DESERVE A CHANCE, WHILE THEY CAN~~
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...