Tuesday, November 30, 2021

Berat ya menjadi manusia ini?

Sungguh berbeza sekali rasanya apabila menjenguk kembali ke sini. Sepertinya tempat ini juga sudah melewati kemarau yang berpanjangan. Tiada beza dengan keadaan diri sendiri, gersang. Mencari-cari tempat berteduh, untuk bersandar sebentar melepaskan lelah. 

Berat ya menjadi manusia di saat ini?

Benar, sememangnya arah musim yang kita lewati tidak sama. Di saat ini, mengungkapkan sabar, sememangnya mudah, namun, terasa terlalu berat dan menyesakkan. Hati seperti meronta-ronta untuk mencari kesalahan dan keburukan. Lebih banyak sebab untuk menyatakan "Aku mahu berhenti! Aku tidak mampu lagi". 


Tidak mudah untuk sabar rupanya. It feels unfair when you have the job of 2 people, accountable for both, and yet another person who supposed to do the job is taking things for granted. 

Namun, dalam kegelisahan ini, Allah ingatkan dengan ayat:  

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhan-nya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

(yaitu) surga ʻAdn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

(sambil mengucapkan), "Salāmun ʻalaikum bimā ṣabartum . Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu

Ar Ra'd: 22-24

Sia-sialah penat lelah ini, andainya tiada Allah di penghujungnya. Sia-sialah usaha yang diberikan, andainya bukan redha Allah dan syurgaNya menjadi titik permulaan dan terakhir di dalam amal. Kuncinya adalah pada sabar. Sabar yang menjadi saksi di akhirat kelak atas kelayakan diri ini masuk ke syurga, bertemu dengan Sang Pencipta.

Hang in there!

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -

Thursday, February 21, 2019

Kenapa perlu bernikah dengan wanita solehah?

Islam adalah agama keluarga. Dimana, yang membina keluarga tersebut adalah dalam kalangan individu-individu yang mempunyai tanggungjawab masing-masing. Secara asasnya, keluarga dibina dengan adanya sosok seorang bapa dan ibu. Antara perkara yang akan membantu seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya adalah dengan adanya isteri yang solehah. Seorang isteri yang sedar akan tanggungjawabnya dan boleh melaksanakan tanggungjawab tersebut dengan sebaik-baiknya.

Rumah tangga merupakan salah satu benteng akidah Islami. Benteng yang harus teguh luarannya malah juga kuat dalamannya. Di dalam benteng tersebut terdapat anggota-anggota yang bersiap siaga melaksanakan tugasannya supaya tidak mudah para musuh untuk menghancurkannya. Anggota-anggota tersebut tidak cukup dengan hanya dalam kalangan lelaki, malah, kaum wanita juga menjadi penjaga bagi generasi muda yang merupakan benih dan buah kepada masa depan masyarakat tersebut.

Kerana itu, Rasulullah saw mengatakan, sebaik-baik pilihan dalam menikahi seorang wanita adalah kerana agamanya. Berbekalkan kesolehannya, keimanannya, dan ketakwaanya, sang isteri bisa menyuapi anak-anak dengan makanan keimanan, menyusui mereka dengan susu keislaman dan ketakwaan, membisikkan di telinga mereka zikir kepada Allah swt dan selawat kepada Rasulullah saw. Malah si ibu bisa menanamkan kecintaan kepada Islam sehingga mereka mati.

“Sessungguhnya sepasang suami isteri adalah ibarat satu bait syair. Tidaklah baik sebuah syair apabila baris pertama indah sementara baris keduanya buruk” – Syeikh Muhammad Al-Khidhr Husain

“Hak yang pertama untuk anak adalah dipilihkan baginya seorang ibu sebelum dia dilahirkan, yang cantik, mulia, taat beragama, terhormat, cerdas, berakhlak terpuji, teruji kecerdasannya dan kepatuhannya kepada sang suami” – Umar Al Khattab

Justeru, ketika sorang wanita menjadi ibu, salah satu kewajipannya kepada suaminya adalah:
1) Mendidik anak sebaik-baiknya dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih saying
2) Tidak memarahi anak-anaknya di hadapan suaminya
3) Tidak mendoakan keburukan, memaki atau memukul mereka.
Kerana kesemua ini akan menyakiti hati suami atau pada saat itu, Allah akan memakbulkan doa-doanya ke atas anak-anaknya dan kemudiannya menjadi musibah kepada kedua-dua orang tua tersebut.

Mengambil ibrah dari salah seorang ustazah, ketika terasa ingin memarahi anak, terus doakan kebaikan untuk mereka. Keluarkan kata-kata yang bertentangan dengan keburukan yang ingin kita ucapkan. Seperti contoh, setelah penat memasak di dapur, terlihat ruang tamu penuh dengan mainan yang bersepah. Hati beruap-ruap dengan kemarahan dan geram, di saat keletihan tersebut, terus ucapkan:

“Ish…geram sungguh umi. Umi doakan anak-anak umi menjadi orang yang tersusun urusannya dan baik akhlaknya!!!! Jom kemas sama2!”

kadang kala, atuk & nenek/wan, jeddi jiddah juga memainkan peranan untuk mendidik anak-anak
mereka juga sebagian dari anggota-anggota yang menjadi penguat benteng-benteng tadi.

Bagi yang belum bernikah, teruslah perbaiki diri dalam menjadi seorang Muslimah solehah, yang beriman dan bertaqwa. Lengkapi diri kalian dengan ilmu dan hikmah. Bernikah bukan sahaja untuk bersuka ria, dan menghalalkan yang sebelumnya ini haram, malah tujuannya adalah lebih besar dari itu. Ketahui tanggung jawab-tanggung jawab yang bakal anda pikul setelah bernikah dan siapkan diri anda.

Manakala bagi yang sudah bernikah dan bergelar ibu, jangan pernah berputus asa terhadap diri anda.  Anak-anak yang hadir di hadapan kalian adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka, teruslah berusaha untuk memperbaiki diri dan teruslah mendidik anak-anak kalian dalam menjadi hamba Allah swt yang beriman dan bertaqwa. Biasakan diri mereka dengan kebaikan – kebaikan dan tanamkan ke dalam hati mereka kecintaan kepada Allah dan Rasulullah saw, seperti yang pernah ditulis sebelum ini: Nasihat Cinta buat Ibu bapa. 

Ref:
Prophetic Parenting, Cara Nabi mendidik anak, Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, October 2012, Pro - u Media. 

untuk kebaikan, harus Ikhlas dan nekad ^.^, - daie_soleh & hanifmarwa -
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...