Selepas 5 jam (huh) alhamdulillah, passport sudah diperbaharui. Sebuah pengalaman yg sangat menguji kesabaran. Baiklah untuk entri kali ini, ingin penulis berkongsi dengan para pembaca bagaimana cara-cara membuat passport di imigresen di Malaysia, specifically Imigresen di Shah Alam yang terletak di Kompleks PKNS, Shah Alam.
1) Sediakan kad pengenalan asal dan salinan kad pengenalan (jika berumur kurang dari 12 tahun, sediakan surat beranak dan salinan surat beranak), 2 gambar berukuran pasport, dan duit berjumlah RM150 (untuk 3 tahun) atau RM 300 (untuk 5 tahun)
2) Ambil borang di kaunter pertanyaan dan isi borang tersebut selengkapnya (sila baca tulisan yang kecil-kecil dan ber-"star" juga. Sangat penting!)
3) Tunjuk kembali borang tersebut pada kaunter pertanyaan dan mereka akan memberi pada anda number giliran. *sekiranya ramai orang, perlu tunggu dari 1 jam - 2 jam. (alhamdulillah, sewaktu menunggu, penulis ditemukan Allah swt dengan seorang kakak yang sangat baik dan memberikan nombornya pada penulis, kerana abangnya tidak jadi untuk membuat pasport. Maka, penulis hanya perlu tunggu beberapa minit sahaja sebelum nombor baru penulis dipanggil)
4) Di kaunter, anda perlu memberikan pasport lama, kad pengenalan & salinan kad pengenalan, borang yang telah di-isi dan juga 2 keping gambar. Anda akan diminta menurunkan cap jari dan kembali menunggu sebelum nama anda di panggil untuk melakukan pembayaran.
5) Apabila selesai melakukan pembayaran, anda akan diberikan resit, dan anda perlu menunggu selama 1 jam lagi.
6) Kemudian, anda perlu pergi ke kaunter bernombor-1, dan meletakkan resit anda di sebuah bekas berjaring merah. Resit tersebut, akan di-ambil oleh officer yang bertugas untuk mengambil pasport anda yang sudah siap di-print.
7) Apabila nama anda di panggil, anda perlu memastikan kesemua data yang dicetak adalah benar, dan anda perlu menurunkan tanda tangan pada pasport tersebut.
Dan vuallah! alhamdulillah, anda telah berjaya memperbaharui pasport anda! Sekarang, anda boleh travel ke semua negara yang anda ingini, kecuali Israel~
:) selamat mencuba!
p/s jika ingin pasport anda diperbaharui dengan lebih cepat, anda boleh membuatnya di Pejabat Imigresen yang terletak di Kuala Selangor (30 minit boleh siap. sebab tak ramai orang yang buat dkt situ), atau Sg Petani (sama kes macam kuala selangor).
Friday, September 9, 2011
Thursday, September 8, 2011
Amalan Menuju Syurga
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An Nasa'i, dikisahkan
Anas bin Malik bercerita. "Pada suatu hari kami duduk dalam sebuah majelis
bersama rasulullah Saw. Dalam kesemptan itu, beliau bersabda, "Sebentar
lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.' Tak
lama berselang, muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah karena air
wudhu,"kisah Anas.
Keesokan harinya, lanjut Anas, Rasulullah Saw, mangatakan hal yang sama,
"akan datang seorang laki-laki penghuni surga.' Tak lama berselang,
muncullah laki-laki yang sama pula. Demikian hal itu terjadi berulang
hingga tiga kali.
Ketika majelis Rasulullah itu selesai, rasa penasaran mendorong Abdullah
bin Amr bin Ash untuk menguntit lelaki yang disebut Rasulullah sebagai
penghuni surga itu. "Amalan gerangan apakah yang telah menghantarkannya
menjadi calon penghuni surga,"tanya Abdullah.
Sesaat bertemu muka dengan lelaki itu, Abdullah berkata,"Saya tengah
bertengkar dengan ayah saya, dan saya berjanji tak akan menemuinya selama
tiga hari. Maukah kamu memberi tempat pondokan buat saya selama itu?"
Tanpa keberatan, lelaki itu mengizinkan Abdullah tinggal di rumahnya. Namun
selama itu pula Abdullah tak menyaksikan amalan istimewa yang
diperkirakannya bisa membuat lelaki itu menjadi ahli surga. "Setelah lewat
tiga hari aku tidak melihat amalannya, sampai-sampai aku hampir
meremehkannya,"aku Abdullah.
Tak tahan dengan rasa kepenasarannya, Abdullah pun berterus terang, "Hai
hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, tapi aku
mendengar Rasulullah berkata bahwa engkau, kelak akan menjadi salah seorang
penghuni surga. Aku ingin memperhatikan amalanmu, supaya aku dapat menirunya.
Lalu orang itu berkata, "Yang aku amalkan tidak lebih daripada yang engkau
saksikan," akunya. Lelaki itu menambahkan, "Hanya saja aku tidak pernah
menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah
kepada mereka."
Pada kali lain, seorang sahabat Nabi bernama Abu Dujanah dikisahkan sakit
keras, sahabat yang lain pun berkunjung kepadanya. Menakjubkan, walaupun
wajahnya pucat pasi, Abu dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga
akhir hayatnya.
Para sahabat sempat bertanya, "Apa yang menyebabkan wajah Anda bercahaya?"
Abu Dujanah menjawab,"Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu
yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum Muslim
dengan hati yang bersih."
Al Qur'an menyebut kata qalbuun salim (hati yang bersih) ini ketika Allah
swt berfirman tentang suatu hari di hari kiamat, ketika tidak ada orang
yang selamat dengan harta dan kekayaannya kecuali yang membawa hati yang
bersih. "Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah Swt harta
anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih. "(QS. 26:89)
Anas bin Malik bercerita. "Pada suatu hari kami duduk dalam sebuah majelis
bersama rasulullah Saw. Dalam kesemptan itu, beliau bersabda, "Sebentar
lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.' Tak
lama berselang, muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah karena air
wudhu,"kisah Anas.
Keesokan harinya, lanjut Anas, Rasulullah Saw, mangatakan hal yang sama,
"akan datang seorang laki-laki penghuni surga.' Tak lama berselang,
muncullah laki-laki yang sama pula. Demikian hal itu terjadi berulang
hingga tiga kali.
Ketika majelis Rasulullah itu selesai, rasa penasaran mendorong Abdullah
bin Amr bin Ash untuk menguntit lelaki yang disebut Rasulullah sebagai
penghuni surga itu. "Amalan gerangan apakah yang telah menghantarkannya
menjadi calon penghuni surga,"tanya Abdullah.
Sesaat bertemu muka dengan lelaki itu, Abdullah berkata,"Saya tengah
bertengkar dengan ayah saya, dan saya berjanji tak akan menemuinya selama
tiga hari. Maukah kamu memberi tempat pondokan buat saya selama itu?"
Tanpa keberatan, lelaki itu mengizinkan Abdullah tinggal di rumahnya. Namun
selama itu pula Abdullah tak menyaksikan amalan istimewa yang
diperkirakannya bisa membuat lelaki itu menjadi ahli surga. "Setelah lewat
tiga hari aku tidak melihat amalannya, sampai-sampai aku hampir
meremehkannya,"aku Abdullah.
Tak tahan dengan rasa kepenasarannya, Abdullah pun berterus terang, "Hai
hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, tapi aku
mendengar Rasulullah berkata bahwa engkau, kelak akan menjadi salah seorang
penghuni surga. Aku ingin memperhatikan amalanmu, supaya aku dapat menirunya.
Lalu orang itu berkata, "Yang aku amalkan tidak lebih daripada yang engkau
saksikan," akunya. Lelaki itu menambahkan, "Hanya saja aku tidak pernah
menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah
kepada mereka."
Pada kali lain, seorang sahabat Nabi bernama Abu Dujanah dikisahkan sakit
keras, sahabat yang lain pun berkunjung kepadanya. Menakjubkan, walaupun
wajahnya pucat pasi, Abu dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga
akhir hayatnya.
Para sahabat sempat bertanya, "Apa yang menyebabkan wajah Anda bercahaya?"
Abu Dujanah menjawab,"Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu
yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum Muslim
dengan hati yang bersih."
Al Qur'an menyebut kata qalbuun salim (hati yang bersih) ini ketika Allah
swt berfirman tentang suatu hari di hari kiamat, ketika tidak ada orang
yang selamat dengan harta dan kekayaannya kecuali yang membawa hati yang
bersih. "Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah Swt harta
anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih. "(QS. 26:89)
Subscribe to:
Posts (Atom)